JAKARTA, SCHOLAE.CO - Penanganan sampah ini harus dilaksanakan secara bersama-sama dengan seluruh lapisan di masyarakat, khususnya kalangan intelektual seperti perguruan tinggi. Oleh karena itu, Kopertis wilayah III mengajak seluruh PTS wilayah III di DKI Jakarta untuk berkunjung ke Universitas Budi Luhur, Petukangan Utara, Jakarta Selatan, yang selama ini leading dalam kegiatan pengolahan sampah di kampus maupun luar kampus.
Demikian dikatakan Dr. Illah Sailah, Kepala Kopertis wilayah III dalam sambutannya di acara Studi Tiru Kampus Ramah Lingkungan, Universitas Budi Luhur. Kegiatan Studi Tiru dilaksanakan beberapa waktu lalu.
Hadir dalam kegiatan ini adalah Kepala Kopertis wilayah III, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI, Walikota Jakarta Selatan, Sudin LH Jakarta Selatan dan 45 Rektor, Dekan dan dosen-dosen dari Perguruan Tinggi Swasta se-DKI Jakarta.
Ketua Yayasan Universitas Budi Luhur Kasih Hanggoro menjelaskan, menjalankan nilai-nilai kebudiluhuran harus dimulai dari hal-hal di lingkungan kita sehari-hari.
“Budi Luhur Goes Green and Clean Campus telah kita canangkan sejak tahun 2012. Tujuannya agar seluruh civitas akademika kampus peduli dan sadar bahwa kebersihan adalah masalah kita bersama. Saat ini yang baru kita kembangkan adalah Biogaster, yaitu pengolahan sampah organik, kotoran manusia dan hewan, menjadi pupuk cair dan gas bagi kebutuhan memasak di dapur kantin, sehingga kampus benar-benar zero waste,” jelasnya.
Sejak tahun 2012, Universitas Budi Luhur masih terus melanjutkan kegiatan peduli lingkungan, baik di dalam maupun luar lingkungan kampus. Fasilitas pengelolaan limbah sampah plastik, kertas, dan daun difasilitasi secara maksimal di dalam kampus oleh Ketua Yayasan Universitas Budi Luhur.
“Lingkungan bebas sampah tidak akan berjalan dengan baik tanpa kerja sama yang terintegrasi seluruh civitas akademik dengan kelompok swadaya masyarakat di sekitar kampus budi luhur. Sosialisasi tentang bersahabat dengan sampah dan cinta bumi, lebih efektif disampaikan langsung oleh penggiat lingkungan dari kelompok masyarakat,” jelas Wadir Riset dan Abdimas Univ Budi Luhur Putri Suryandari. (Jack Gobang)