Selasa, 27 Januari 2026

Universitas Budi Luhur Menyapa Suku Anak Dalam


 Universitas Budi Luhur Menyapa Suku Anak Dalam Inilah cara Budi Luhur menyapa suku atau anak-anak di pedalaman. (Scholae/Jack Gobang)
JAKARTA, SCHOLAE.CO - Tradisi Telinga Aru merupakan salah satu tradisi di daerah pedalaman Kalimantan yang hampir hilang. Sebab, hampir tidak ada lagi generasi muda yang meneruskan tradisi tersebut. 

Anggapan bahwa tradisi memanjangkan telinga merupakan hal yang kuno membuat suku asli Dayak merasa terdiskriminasi dan enggan untuk meneruskan tradisi tersebut. Melihat fenomena tersebut, Universitas Budi Luhur melalui Pusat Studi Kebudiluhuran (PSBL) mengadakan kegiatan Budi Luhur Morning Call (BLMC). Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui aktor-aktor dibalik hilangnya budaya telinga panjang dan menyadarkan kembali akan pentingnya identitas budaya.

Kegiatan yang bertajuk  Budi Luhur Morning Call (BLMC) ke-IV Ini diadakan di Universitas Budi Luhur, Senin (23/04/2018). “Acara ini sangat bagus, Budi luhur akan selalu mempertahankan budaya Indonesia.  Melalui kegiatan seperti ini dan beasiswa nusantara ke putra putri daerah. Dengan program inilah cara Budi luhur menyapa suku atau anak-anak di pedalaman,” jelas Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Kadih Hanggoro, MBA.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Pusat Studi Budi Luhur, Dr. Yusran,  Direktur Promosi dan Kerjasama, Duta Besar Sunten Z. Manurung, Dekan FISIP, Fahlesa Munabari, Ph.D, beserta jajarannya. Acara ini dihadiri sekitar 150 siswa se-Jabodetabek.

Pembicara dalam acara ini di antaranya: Dr. Yusran, M,Si Ahli Kebudiluhuran dari Pusat Studi Kebudiluhuran, Ati Bachtiar Fotografer dan Penulis Buku “Mengungkap yang Tersembunyi”, Dr. Dave Lumenta Ph.D Peneliti ahli Bidang Antropologi, dan perwakilan suku Dayak yang bertelinga panjang, Kristina Yeq Lewing.

Universitas Budi Luhur selalu mengedepankan pengembangan dan promosi nilai-nilai kearifan lokal dan juga mendukung Deklarasi PBB dalam Masyarakat Adat bahwa masyarakat adat sejajar dengan semua masyarakat lainnya. Walaupun berbeda, masyarakat harus menghargai perbedaan tersebut. Mereka harus bebas dari segala bentuk diskriminasi dan ketidakadilan. Diharapkan dalam kegiatan BLMC ini dapat menyadarkan masyarakat pentingnya budaya yang harus dilestarikan. (Jack Gobang)

Penulis : Jack Gobang

Berita Scholae Terbaru