MAUMERE, SCHOLAE.CO - Mahasiswa Univeresitas Nusa Nipa (Unipa) yang digerakkan oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unipa terpilih Filipus Kako Pati, bersinergi dengan Forum Pemuda Peduli Unipa melakukan aksi Gerakan Seribu di lingkungan Universitas Nusa Nipa, Maumere, Flores.
Esensi Gerakan tersebut berangkat dari rasa kepedulian terhadap Panti Santa Dymphna yang hari ini sedang terjerat hambatan secara ekonomi dalam menjalankan tugas mulianya yakni menghidupi sekaligus mengurus orang-orang yang mengalami gangguan psikologi.
Bentuk kepedulian yang ditunjukkan oleh para mahasiswa tersebut diterima baik oleh publik di sekitar lingkungan kampus. Itu dibuktikan dengan banyaknya jumlah mahasiswa yang turut memberikan kontribusi. Meski kisaran rupiah yang diberikan terbilang kecil, namun ketulusan hati mereka dalam memberi patut diapresiasi.
"Saya merasa bangga kuliah di Unipa, karena di sini saya berada di tengah orang-orang yang memiliki tingkat kepedulian yang tinggi terhadap sesamanya manusia. Walaupun uang yang saya berikan tidak seberapa, tapi saya itu dapat sedikit membantu panti santa dymphna melalui gerakan teman-teman ini", kata Rendy Stevano, salah seorang mahasiswa yang kebetulan lewat di area gerakan.
Menurut Ketua BEM terpilih, ia merasa tergugat untuk menolong ketika membaca berita di salah satu media massa, yang menjelaskan persoalan yang terjadi dalam tubuh Panti Santa Dymphna Maumere. Kemudian dengan kapasitas sebagai seorang Ketua BEM terpilih, Ia kemudian mengajak para mahasiswa untuk bergandengan tangan, bergerak untuk menjawab gugatan hatinya yang sungguh-sungguh ingin membantu panti tersebut.
"Saya sangat prihatin dengan kondisi Panti Santa Dymphna hari ini, karena dalam menjalankan tugas mulianya mereka harus menghadapi masalah ekonomi yang cukup membebani. Dari situ saya merasa tergugat kemudian mengajak rekan-rekan saya serta saudara saya Ketua Forum Pemuda Peduli Unipa untuk membantu, melalui aksi Gerakan Seribu ini. Kiranya apa yang kami hasilkan hari ini dapat sedikit membantu dan meminimalisir kesulitan ekonomi panti tersebut", tegas Filipus, Kamis (26/04/18) di Maumere, Kabupaten Sikka, Flores.
Dalam gerakan tersebut turut hadir Ketua Forum Pemuda Peduli Unipa, Oktavianus Alvin Aha, mahasiswa Program Studi Teknik sipil semester 10.
"Saya tidak mau mengedepankan gengsi saya kemudian menonton aksi mulia teman-teman dari balik tembok sebagai Ketua sekaligus senior. Dos yang saya tenteng ini akan dibayar seribu kali lipat oleh Sang pencipta, karena niat saya menolong orang lain, bukan untuk kepentingan pribadi", cakap Alvin.
Pihak akademisi, dalam hal ini, Wakil Rektor (Warek) 1 Unipa, Gregorius Gobang mengapresiasi dan melihat aksi solidaritas ini adalah sebuah kepekaan sense humanis dari para mahasiswa Unipa.
"Saya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh. Sebab saya merasa bangga dengan tindakan adik-adik mahasiswa, terkhusus ketua BEM terpilih, bahwa demi membantu orang yang lagi berkesusahan, mereka rela meninggalkan aktivitasnya masing-masing, salut", kata Gery
Aksi kemanusiaan peduli Panti Santa Dymphna tidak berakhir hari ini tegas Ketua BEM dan Ketua Forum Pemuda Peduli Unipa diakhir wawancara. Aksi ini akan diteruskan besok, dengan titik aksi yang lebih luas. Misalnya di lampu merah dan pertokoan. Hasil dari aksi kedua besok akan dikumpul dan digabungkan dengan hasil aksi hari ini kemudian bersama-sama dengan mahasiswa Unipa untuk menyerahkan hasil tersebut ke pihak Panti.
Harapan mereka bahwa seluruh elemen masyarakat kabupaten Sikka mestinya melihat persoalan ini dengan mata nurani, sehingga ada niat untuk berbagi. Karena menurut mereka, semakin banyak pihak yang mengulurkan tangan untuk membantu, maka alhasil persoalan yang terjadi dapat terselesaikan. (Gabriel Angga)