Loading
Matt Carter, Business Development Director of Otago Polytechnic sebagai pembicara sekaligus pelatih dalam program kegiatan ini. (Dok. ENZ)
JAKARTA, SCHOLAE.CO - Kemajuan teknologi memang telah mengubah cara
hidup dan berfikir anak muda di Indonesia,
namun peran dari seorang Guru Bimbingan dan Konseling (BK) sering kali masih
dipandang sebelah mata.
Padahal, faktanya peranan seorang Guru BK penting bagi
perkembangan karakter, kepribadian, dan potensi dari siswa tersebut. Selain peran dari seorang Guru BK, peran dan dukungan dari Kepala Sekolah juga
penting dalam membentuk lulusan-lulusan
terbaik dari institusinya.
Karenanya Education New Zealand (ENZ) kembali
berinisiatif mengadakan pelatihan bagi para Guru BK dan Kepala
Sekolah. Program tahunan yang digagas dan didukung olehpemerintah New Zealand
ini menggandeng Fortrust Education untuk mendukung koordinasi kegiatan dengan sejumlah sekolah di Jakarta dan Surabaya.
Tahun ini, Education New Zealand menghadirkan
Yvonne Gaut dari University of Otago dan Matt Carter, Business Development Director of Otago Polytechnic sebagai pembicara sekaligus
pelatih dalam program kegiatan ini.
Pelatihan yang merupakan inisiatif tahun ketiga oleh Education New
Zealand ini akan dilaksanakan pada tanggal
7-8 Mei 2018 di Jakarta dan 9 Mei 2018 di Surabaya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan Guru BK dan
Kepala Sekolah dalam mendukung dan mempersiapkan siswa-siswi
dalam memilih karir yang tepat untuk masa depannya terutama di era globalisasi yang dinamis seperti sekarang ini.
Dalam pelatihan ini juga menekankan bahwa, tugas Guru
BK tidak hanya membangun karakter dan kepribadian
siswa, namun juga dapat mendorong
siswa-siswanya untuk mengasah soft skill mereka.
Menurut Yvonne Gaut dari University of Otago, Guru BK harus membantu siswanya dalam membuat perencanaan karir. “Perkembangan teknologi yang begitu cepat membuat para siswa sulit untuk menentukan masa depannya. Mereka perlu lebih sadar akan potensi yang mereka miliki dan bagaimana cara mereka untuk memaksimalkannya. Dengan membangun relasi yang baik dan mendengarkan harapan dan aspirasi para siswa tersebut, Guru BK dapat membantu siswanya untuk membangun pondasi dalam menentukan strategi karir mereka sehingga pada akhirnya mereka dapat menggapai karir impiannya,” ujar Yvonne.
Karmela Christy, Market Manager Indonesia untuk Education New Zealand
menyatakan bahwa pelatihan untuk para Kepala Sekolah diselenggarakan untuk
menekankan pentingnya peran mereka dalam
mempersiapkan anak muda Indonesia untuk masa depannya.
“Kami bangga dapat menyediakan
program yang bertujuan untuk menyiapkan anak muda Indonesia untuk masa depan yang lebih baik. Kami pun berharap dengan adanya
program ini dapat memberikan perspektif
baru, khususnya bagi para pemegang peran penting di dunia pendidikan
Indonesia terutama yang menentukan tujuan dan masa depan para siswa,” ujar Karmela.
Sementara itu, Matt Carter, Bussiness Development Director of Otago
Polytechnic menjelaskan pentingnya empat pilar dari pendidikan yang dianggap unggul. “Setiap institusi memerlukan kualitas pendidikan yang baik yang berdasarkan pada pilar
budaya inovasi, pengembangan
kepemimpinan, kemampuan guru, serta
sistem kontrol manajemen yang baik.
Kombinasi keempat pilar tersebut tidak hanya memastikan kualitas edukasi
yang ditawarkan oleh institusi tersebut tetapi juga dapat menolong para siswa
untuk berhasil selama
masa pembelajaran,” ujar Matt Carter.
Perserta pada program pelatihan tahun ini terdiri
dari Guru BK dan Kepala Sekolah di tingkat SMA dan SMK di Jakarta dan Surabaya. Sebanyak 250
peserta dari program pelatihan ini akan dilatih secara terpisah, yang terbagi atas 150 peserta di Jakarta dan
100 peserta lainnya yang akan dilatih di Surabaya. Seluruh peserta akan menerima sertifikat
professional setelah mengikuti pelatihan ini.
Education New Zealand (ENZ) merupakan agensi badan pemerintahan Selandia Baru dalam sektor pendidikan internasional. ENZ bertugas untuk meningkatkan kesadaran publik dalam menempatkan Selandia Baru sebagai negara tujuan pelajar, serta untuk mendukung dan memperkenalkan produk dan layanan para penyelenggara pendidikan dan bisnis Selandia Baru ke luar negeri.