TIMIKA, SCHOLAE.CO - Janji Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhadjir Effendi untuk membiayai pembangunan kembali gedung SD dan SMP di Kampung Banti akhirnya diwujudnyatakan.
Untuk membangun gedung SD dan SMP di Kampung Banti, Distrik Tembagapura pasca dibakar Kelompok Kriminalitas Sipil Bersenjata (KKSB), Kemendikbud mengucurkan anggaran sebesar Rp 3,7 miliar.
Besaran dan dana Bantuan Sosial (Bansos) dari APBN ini digelontorkan setelah sebelumnya Kemendikbud mengutus tim khusus ke Kampung Bantu, Distrik Tembagapura, untuk menghitung estimasi dana yang dibutuhkan untuk membangun dua civitas pendidikan.
Bahkan sebelumnya, Mendikbud, Muhadjir Effendi pada tanggal 24 April 2018 lalu telah melihat langsung kondisi gedung SD dan SMP di Kampung Banti yang rata dengan tanah dibakar KKSB pada 24 Maret lalu.
Perhatian khusus dari Mendikbud untuk mempercepat pembangunan sarana pendidikan di wilayah setempat, agar anak-anak peserta didik dari beberap kampung di Distrik Tembagapura bisa kembali mengenyam pendidikan seperti semula.
“Karena anak-anak didik dari Kampung Banti dititipkan di sejumlah sekolah di Timika, dengan bantuan dana dari Kemendikbud kita akan percepat pembangunan gedung sekolah, agar mereka bisa kembali mengikuti KBM secara normal,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Mimika, Jenny Ohestina Usmani kepada media ini di Graha Eme Neme Yauware, Kamis (2/8/2018).
Adapun bantuan dana tersebut ditransfer langsung ke masing-masing rekening kepala sekolah.
“Dana dari Bansos Pusat untuk pembangunan SD sebesar Rp1,2 miliar, sedangkan dana pembangunan gedung SMP Rp2,5 miliar,” jelasnya.
Hanya saja, rencana percepatan pembangunan dua gedung sekolah tersebut masih terkendala situasi keamanan di wilayah Distrik Tembagapura yang belum stabil pasca teror penembakan oleh KKSB yang masih terjadi.
“Karena pertimbangan situasi keamanan sehingga kepala sekolah masih belum mau melaksanakan pembangunan. Makanya kami dari dinas sedang koordinasi dengan aparat keamanan, pihak managemen Freeport serta Tripidis setempat untuk mencari solusinya,” tukas Jeni. (MLS)
Penulis : Patricia Aurelia