Selasa, 27 Januari 2026

Kemdikbud Segera Kirim Guru dan Kepala Sekolah ke Jerman


 Kemdikbud Segera Kirim Guru dan Kepala Sekolah ke Jerman Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. (Radar Online)
JAKARTA, SCHOLAE.CO - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI segera mengirim guru dan kepala sekolah menengah kejuruan (SMK) ke Jerman.
Kesepakatan kerja sama itu terungkap sesaat setelah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy bertemu langsung dengan Direktur Lembaga Pelatihan Hessische Landesstelle, Wolfgang Siegel.

Dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Selasa (4/9/2018), dijelaskan Mendikbud berada di Jerman selama dua hari dalam sebuah rangkaian kunjungan kerja. Mendikbud mengatakan, Hessische Landesstelle dapat menjadi partner Kemdikbud dalam menyiapkan guru dan trainer untuk SMK. Saat ini keterampilan dan kompetensi guru-guru maupun kepala SMK dituntut untuk lebih terampil dan adaptif dengan teknologi.

"Salah satu poin program revitalisasi SMK adalah memperkuat kemampuan manajerial kepala SMK dan keterampilan guru-gurunya baik secara pedagogis maupun subtansi materi pelajaran keterampilan," kata dia.

Dikatakan Mendikbud, diluar empat bidang SMK yang menjadi prioritas pengembangan, yakni pariwisata, industri kreatif, ketahanan pangan, dan kemaritiman, Indonesia masih sangat memerlukan kemampuan mengelola energi terbarukan yang sumber dayanya melimpah.

"Untuk itu kami tertarik dengan pelatihan guru-guru untuk dapat mengajarkan kepada siswa merakit dan menginstal teknologi energi dengan baik," ungkap Mendikbud.

Mendikbud berkomitmen segera merancang peta jalan untuk kerjasama dengan Hessische Landesstelle dalam rangka memperkuat kompetensi guru-guru dan kepala SMK. Untuk itu, tahun ini rancangan tersebut ditargetkan sudah selesai sehingga tahun depan pengiriman guru ke Jerman segera dapat direalisasikan sesuai dengan jadwal akademik di Jerman.

Wolfgang mengatakan, pihaknya pernah menerima peserta pelatihan untuk energi terbarukan dari Indonesia. Pelatihan tersebut pada akhrinya ditindak lanjuti dengan pelatihan lapangan di Medan, Sumatera Utara, beberapa tahun lalu.

"Kami melatih mereka selama dua bulan dengan berbagai materi, seperti photovoltaics, perencanaan, dan perakitan alat listrik tenaga matahari, serta tambahan pedagogis dan manajemen pendidikan," urai Wolfgang.

Indonesia merupakan satu dari 100 negara mitra Hessische Landesstelle. Dibandingkan dengan Vietnam yang gencar mengirim gurunya berlatih di Jerman, memang belum banyak guru Indonesia yang mengikuti pelatihan di sini.

"Ke depan semoga bisa segera mengirim guru-gurunya untuk berlatih di sini," harap Wolfgang.


Penulis : Patricia Aurelia

Berita Scholae Terbaru