Selasa, 27 Januari 2026

Membimbing Pelajar SMK Memahami Media


 Membimbing Pelajar SMK Memahami Media Pembelajaran media sejak dini bagi para pelajar SMK (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Satu lagi aktivitas publikasi media, kembali diadakan. Kali ini menyasar kepada para pelajar dengan peminatan media. Memang sejatinya, pendidikan jurnalistik tidak hanya diterapkan pada jenjang pendidikan tinggi saja. Namun perlu diterapkan pula sejak di bangku sekolah lanjutan pertama (SMP). Karena saat ini minat siswa SMP hingga SMA/SMK terhadap jurnalistik dan tulis menulis masih sangat kurang, termasuk para staf pengajar (guru).

Adalah solusi terbaik  apabila pihak sekolah bekerjasama dengan media atau insan pers yang peduli terhadap kemajuan dunia pendidikan. Seperti yang dilakukan Komunitas wartawan Waykanan (Pokjawan) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesa (IJTI). Organisasi kewartawanan ini  menggelar pelatihan jurnalistik di SMK Negeri 1 Baradatu bagi para siswa.

Meskipun berusia remaja, pendidikan jurnalistik juga perlu disampaikan pada generasi kini, sehingga secara dini para pelajar memahami proses publikasi yang baik dan benar. "Dengan dikenalkan dunia jurnalistik, adik-adik pelajar bisa mengetahui proses menjadi jurnalis yang baik serta cara menulis berita sesuai kaidah ," kata Ketua Pokjawan Dedi Ternando, di Baradatu.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 50 siswa SMK Negeri 1 Baradatu yang terlihat antusias mengikuti pelatihan dengan materi cara menulis berita, teknik wawancara dan cara mengambil video yang baik .

Bagi Pokjawan Waykanan dan IJTI setempat, kegiatan yang dinamai Safari Jurnalistik ini untuk berbagi wawasan kepada para siswa tentang kerja bidang jurnalistik, memberikan pemahaman cara yang benar untuk menyampaikan informasi melalui media sosial dan sebagai upaya membuat mereka tahu cara memilah informasi antara fakta dan hoaks.

" Pelatihan jurnalistik ini diselenggarakan selama dua hari, selain teori dasar penulisan berita, para peserta dapat langsung berpraktik menyusun proyeksi hingga pembuatan berita," katanya.

Dedi menjelaskan, kegiatan ini juga untuk memotivasi para siswa supaya gemar menulis, dengan segera dan mampu menuangkan ide di benaknya untuk dirangkaikan menjadi berita yang menarik untuk dibaca.

"Gemar membaca untuk menambah wawasan dan mencerdaskan para siswa merupakan tujuan utama dari kegiatan safari ini. Bila siswa sudah cerdas melalui pemahaman jurnalistik secara otomatis bisa merupakan bagian dari visi misi Bupati dan wakil untuk menjadikan Kabupaten Waykanan maju dan berdaya saing di 2021," kata dia.

Selain diajarkan teknik wawancara, menulis berita, mengambil video gambar, para siswa juga mendapat pemaparan tentang Undang-undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, sesuai amanat UU Nomor 40 Tahun Tahun 1999.

Kepala Sekolah SMKN 1 Baradatu, Lusia Tresnani berterimakasih kepada Pokjawan/Pers Waykanan Community, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) yang telah memilih kembali SMKN 1 Baradatu sebagai lokasi untuk pelaksanaan kegiatan Safari Jurnalistik tahun 2018. "Mudah-mudahan para siswa bisa lebih mengenal profesi wartawan,"ujar Lusi.

Penulis : Maria L Martens

Berita Scholae Terbaru