Selasa, 27 Januari 2026

Kuatnya Tradisi Bedah Buku di IAKN Ambon


 Kuatnya Tradisi Bedah Buku di IAKN Ambon Buku Belajar Itu Proses Kreatif turut diapresiasi (Net)

AMBON, SCHOLAE.CO - Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon menggelar bedah buku sehari pada tanggal 10 Desember 2018. Empat buku yang dibedah berjudul Teologi Patita karya Dr. Febby N. Patty, Quantum Teaching karya Dr. N. L. Sahertian, Gereja dan Kepemimpinan Publik karya Prof. Dr. J. R. Ruhulessin,  dan Belajar Itu Proses Kreatif karya Dr. Prudensius Maring. Dua buku yang pertama adalah karya dosen IAKN Ambon dari hasil riset akademik. Dua buku berikutnya adalah karya penulis dari luar kampus IAKN Ambon.

Menurut Rektor IAKN Ambon, Dr. Agusthina Ch. Kakiay, kegiatan bedah buku di kampus merupakan agenda terinstitusi yang dilakukan setiap semester. Kegiatan ini bermaksud menciptakan iklim akademik yang kondusif. Dosen IAKN Ambon difasilitasi kegiatan riset, penulisan buku, hingga publikasi. Buku yang terseleksi akan difasilitasi dalam bedah buku di lingkungan kampus. Setiap ajang bedah buku, IAKN Ambon mengundang penulis dari luar kampus dengan tema buku yang relevan untuk dilibatkan dalam bedah buku. Ini dimaksudkan agar proses akademik berjalan dinamis dan terbuka.

Hal senada diungkapkan Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dr. Febby N. Patty dan Ketua Panitia bedah buku Dr. Mercy F. Halamury saat pembukaan bedah buku dan informasi dari Syeane Lawalata, SE. Bedah buku di IAKN Ambon jadi ajang membangun kesadaran kritis Civitas Akademika, ajang pertukaran hasil riset terkini, mekanisme sosialisasi dan penyebaran ide, pengetahuan, gagasan, dan nilai. Bedah buku ini bukan sekadar pemenuhan rutinitas belaka, ini tradisi akademik berkelanjutan.

Bedah buku kali ini dihadiri sekitar 100 orang peserta terdiri dari dosen dan mahasiswa dari IAKN Ambon, Universitas Pattimura, IAIN Ambon, UKIM Ambon, dosen Universitas Duta Wacana Yogyakarta, dosen Kopertis III Jakarta, dan jejaring LSM di Ambon.

Pemimpin dan Teologi yang Membumi

Buah pikiran bernas mulai bermunculan ketika bedah buku Gereja dan Kepemimpinan Publik karya Prof. Dr. J. R. Ruhulessin dari Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM). Buku kompilasi pemikiran yang merepresentasikan pengalaman panjang menggeluti tugas-tugas gereja yang tidak bisa dilepaskan dari realitas kehidupan umat yang juga adalah bagian dari masyarakat. Dalam latar demikian maka menjadi pemimpin gereja adalah juga menjadi pemimpin publik.

Gereja tidak bisa menempatkan diri dalam ruang kosong yang nyaman. Gereja harus terus “gelisah” sebagai indikasi respeknya terhadap realitas kehidupan umat yang terus berubah dari waktu ke waktu. Tugas gereja bukan membangun dirinya menjadi “pusat”, tetapi berjuang membawa umatnya menemui Tuhan. Karenanya, menjadi pemimpin gereja dan pemimpin publik tidak cukup hanya melakukan revitalisasi, tetapi menggerakkan rethinking dan dialektika dalam gerak kepemimpinannya. Buku pertama ini  dibahas oleh Dr. S. Ch. Gaspersz dan Dr. Abdul Manaf Tubaka dari IAIN Ambon.

Gagasan di atas sinergi dengan buku Teologi Patita karya Dr. Febby N. Patty. Buku jenis text book ini dihasilkan dari riset disertasi yang teruji secara akademik. Buku ini menyajikan analisis teks berbasis Kitab Suci tentang “perjamuan” yang disandingkan dengan tradisi “Makan Patita” masyarakat Maluku. Tradisi Makan Patita adat dijalankan dalam dua model. Pertama, tradisi Makan Patita yang diprakarsa oleh“om-om” atau orangtua untuk anak-anak. Kedua, tradisi Makan Patita yang diprakarsa oleh anak-anak untuk “om-om” atau orangtua.

Buku ini memberi basis pemahaman teologi kontekstual dan membumi. Di sini terjadi proses penguatan timbal balik. Di satu sisi ini membuka cara kontekstual untuk memahami pesan teologis  berbasis teks, dan pada sisi lain memberi penguatan atas praktek ritual budaya yang dijalankan masyarakat Maluku. Buku Teologi Patita memberi implikasi pendekatan kajian kontemporer dan memberi implikasi praksis dalam kehidupan sosial budaya masyarakat. Buku ini dibahas oleh Dr. Agusthina Ch. Kakiay dan Dr. J. Hehanussa dari Univesitas Duta Wacana Yogyakarta.

Apreasiasi Buku “Belajar”

Buku lain yang dibahas berjudul “Belajar Itu Proses Kreatif: Pengalaman Bermakna Bersama Anak Sejak Prasekolah Hingga Perguruan Tinggi”. Buku ini ditulis oleh Dr. Prudensius Maring, antropolog dan dosen Kopertis III Jakarta. Ditulis berdasarkan pengalaman empirik 22 tahun mendampingi belajar anak. Buku ini menegaskan pentingnya kita menempatkan “belajar” sebagai kekuatan mental-psikis yang datang dari dalam diri pembelajar. Pembelajar itu bisa anak-anak, orangtua, guru, dosen, dan pendidik. Keberhasilan belajar anak ditentukan kemauan belajar yang datang dari anak-anak, juga orangtua, lingkungan sosial, dan institusi pendidikan.

Ada 3 fase belajar yang perlu dijalankan secara kreatif. Fase pendasaran nilai dan makna belajar  yang banyak berlangsung pada masa prasekolah, SD, dan SMP. Fase dinamisasi persuasif atas pilihan-pilihan anak terkait bidang ilmu dan persiapan peguruan tinggi yang banyak berlangsung pada masa SMA. Fase penguatan kompetensi dan kemandirian yang banyak berlangsung pada masa perguruan tinggi. Sukses pada semua fase tersebut butuh sikap terbuka dan kemauan belajar, terpeliharanya mentalitas kreatif, belajar dari pengalaman, metode yang sederhana, belajar secara tuntas, dan berorientasi pada pencapaian kognitif, psikomotorik, dan afektif.

Buku Belajar Itu Proses Kreatif dibahas oleh dua pakar pendidikan yaitu Dr. P.M. Papilaya, MPd dari Universitas Pattimura dan Dr. Herly J. Lesilolo, MPd dari IAKN Ambon. Apresiasi datang dari pembahas dan peserta kerena buku ini bisa menjawab kebutuhan sumber bacaan berbasis nilai karakter, memenuhi ciri edukasi, efektif, enteng dibaca, dan bisa dibaca banyak kalangan baik orangtua, guru, dosen, dan pelajar/mahasiswa.

Gagasan di atas bersinergi dengan buku Quantum Teaching karya Dr. N. L. Sahertian dari IAKN Ambon. Buku jenis text book ini dihasilkan dari riset disertasi yang teruji secara akademik. Buku ini memberi implikasi metodologi kajian pendidikan dan pembelajaran. Implikasi lain yang sangat terasa dari buku ini adalah kontribusi praktis dalam pengembangan kurikulum dan proses pembelajaran berbasis karakter. Quantum Teaching  yang ditawarkan buku ini  mampu membangkitkan kemampuan dan bakat siswa atau peserta belajar.

Referensi tentang quantum teaching bisa diperoleh dari banyak sumber, namun buku karya Dr. Dr. N. L. Sahertian ini memiliki kedalaman analisis yang perlu dipelajari setiap orang yang hendak menerapkan model quantum teaching. Buku ini secara khusus dibahas oleh Dr. Ch. D. W. Sahertian dan Prof. Dr. F. Leiwakabessy.

Y. Pakniany, MSi dan Dr. S. L. Souisa telah memoderasi proses yang setidaknya membuat julukan Ambon “kota musik”, diperkaya dengan kesan akademik bernilai tinggi. Tarikan nada merdu dalam lagu dan musik terpentas pula dalam artikulasi bedah buku bernuansa akademik. Terima kasih Ambon Manise telah jadi ruang diskusi buku-buku yang penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Kontributor: Prudensius Maring
 
 

Penulis : Maria L Martens

Berita Scholae Terbaru