Loading
M. Hanif Dhakiri (Net)
JAKARTA, SCHOLAE.CO - Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengingatkan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar terus memperkuat kompetensi untuk menghadapi persaingan di pasar kerja setelah menamatkan sekolah nanti. "Dua kompetensi utama, soft skill dan hard skill inilah menjadi kunci utama untuk masuk ke pasar kerja, " kata Hanif Dhakiri di Jakarta, kemarin.
Hanif Dhakiri menjelaskan hard skill adalah ketrampilan terkait teknik kompetensi. Misalnya Teknologi Informasi (TI), komputer, penguasaan bahasa dan disain web. Sedangkan softskill adalah karakter baik terkait moral dan kinerja. Menurut Hanif, pekerjaan-pekerjaan di masa depan, soft skillnya 85 persen. Sisanya 15 persen hard skill. Karakter moral misalnya jujur, amanah dan dapat dipercaya. "Sementara karakter kinerja displin, pantang menyerah, kerja keras, semangat dan penuh motivasi, " katanya.
Hanif juga menambahkan pesatnya perkembangan teknologi informasi yang massif di masa depan mengakibatkan sejumlah pekerjaan hilang. Tapi di sisi lain juga ada jenis pekerjaan baru yang muncul. Pekerjaan baru tersebut sulit untuk didefinisikan.
"Makanya saya pesan ke teman-teman agar perkuat skill baik soft skill maupun hard skill karena skill itu harus berubah. Dengan kuasai hard skill dan soft skill, maka segala sesuatunya akan lancar, " katanya.
Pihaknya pun akan lebih memfokuskan dan memasifkan pelatihan vokasi. "Lantaran selama ini hal tersebut masih dianggap second class, padahal kan tidak justru pelatihan vokasi ini lebih menjadi terobosan baru untuk masuk ke pasar kerja," tambah Hanif.
Tak hanya itu, dirinya juga akan memfokuskan kejuruan di Balai Latihan Kerja (BLK) yang memiliki prospek di masa depan. Misalnya, di Bekasi yang memiliki 19 kejuruan lalu disederhanakan dua kejuruan menjadi IT dan elektronika.
Dalam menjalankan program tersebut, Hanif akan membangun strategi meningkatkan produktivitas pekerja. Saat ini, ia memiliki dua strategi, yakni meningkatkan kompetensi pekerja dan memperbaiki sistem pengupahan. "Kita terus meningkatkan akses dan mutu terhadap pelatihan kerja, sehingga memacu produktivitas kita untuk terus meningkat," ujarnya