BOGOR, SCHOLAE.CO - Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) mengadakan rapat kerja nasional kedua di Gedung Alumni IPB di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/2/2019), dengan menetapkan 19 program prioritas.
Menurut Ketua Umum Rakernas HA IPB, Fathan Kamil, dalam Rakernas tersebut dibahas 19 program yang enam di antaranya sudah terlaksana pada 2018.
"Pada 2018 sudah dilaksanakan enam program dan tahun ini juga akan diprioritaskan enam program, sisanya tahun 2021," katanya.
Program-program yang menjadi prioritas tersebut di antaranya pembentukan Majalah Tanah Air (HA BASE). Majalah itu nantinya akan berisi perkembangan informasi terkini tentang kealumnian, almamater dan pertanian secara luas.
HA IPB Connect (HA BASE) atau sistem Informasi yang berbasis aplikasi mobile dan web (berisi informasi tentang Almamater, penawaran kerja sama, jaringan kerja sama dan bisnis alumni. Database alumni dan informasi penting lainnya), alumni start up inkubator HA IPB/ ASIK (HA NEUR) yang merupakan program pendampingan dan mentoring wirausaha pemula.
Kemudian juga IPB-Prenuer Land (HA NEUR) yang merupakan program belajar berwirausaha selama 12 bulan bagi mahasiswa tingkat akhir di lahan terpadu Sindang Barang kerja sama dengan para DPK, magang perusahaan internasional atau Magenta (HA JOB), JobDaily HA IPB dengan menggunakan jaringan online atau daring berupa portal eksklusif di haipb.ac.id.
Selain itu, FSA dan Mentoring Leader (HA NET ), Jambore HA IPB (HA NET) yang fungsinya sebagai konsolidasi alumni, pameran, camping, dan studi banding pengembangan organisasi HA IPB atau SPORA (HA NET). Forum Bisnis Antar Alumni atau FORBIZ (HA BIZ), Alumni Business Consulting atau ABC (HA BIZ).
Pengolahan sampah terpadu atau PESAT (HA CARE), beasiswa Seribu Mahasiswa atau BISMA (HA CARE), semangat bantu keluarga besar alumni HA IPB atau SAKU (HA CARE).
Kemudian santunan anak yatim dan mudik bareng atau SANUBARI (HA CARE), serbu hasil tani HA IPB atau SEHATI (HA CARE), wiratani bangun desa atau WIBASA (HA CARE), gerakan konservasi pohon Langka (HA CARE), donor darah nasional (HA CARE).
Dengan adanya 19 program tersebut diharapkan akan banyak peluang bagi IPB untuk terus berkembang seiring perubahan zaman.
Secara tidak langsung dengan adanya Rakernas tersebut selain mengumpulkan teman-teman dari DPD, DPC, DPP juga membahas terkait proyeksi 20 tahun ke depan IPB harus dapat bangkit.
"Rakernas ini diikuti 200 peserta dari pengurus DPP HA IPB, 19 Dewan Pengurus Daerah, 11 Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Himpunan Alumni IPB yang merupakan perwakilan HA IPB Fakultas dan dihadiri juga oleh badan otonom," katanya.
Namun perlu diketahui HA IPB ke depan juga diproyeeksikan bisa menjadi organisasi yang memiliki langkah yang bisa berkontribusi untuk negara.
Sementara itu, Sekretaris Jendral (Sekjen) Rakernas HA IPB, Walneg S Jas menambahkan dalam Rakernas itu HA IPB menginginkan program tersebut menjadi prioritas atau unggulan yang diwariskan secara turun temurun kepada alumni baru kelak.
Sehingga bila itu terjadi maka secara tidak langsung akan melahirkan perpaduan program. Itu nantinya dapat digunakan kembali sebagai program unggulan IPB.
"Rakernas ini kita ingin lebih mantapkan program kerja menjadi legasi untuk menjadi warisan agar mampu berkelanjutan. Sehingga proram itu menjadi permanen reguler dan terus diwariskan sebagaimana himpunan alumni ke depan," kata Walneg S Jas.