Selasa, 27 Januari 2026

Pemerintah Upayakan Program Santri-Entrepreneur


 Pemerintah Upayakan Program Santri-Entrepreneur Upaya mencetak santri entrepreneur (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Santri zaman now bukan lagi sehari-hari menghabiskan waktunya di pondok untuk memperdalam ilmu agama. Pemerintah kini mengupayakan aset bangsa ini bisa menjadi entrepreneur yang tidak gagap teknologi.

Saat ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah melakukan berbagai kegiatan terkait pemberdayaan santri dalam menghadapi era industri 4.0 yang berbasis digital. Hal ini dikarenakan pondok pesantren memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) nasional yang mampu bersaing secara global. "Kami sudah melakukan pelatihan perdagangan online untuk pelaku IKM. Target selanjutnya adalah menciptakan santri yang memiliki jiwa wirausaha dan melek digital," ujar Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih.

Sekedar informasi, program pemberdayaan yang dijalankan Kemenperin ini bernama Santripreneur yang memiliki dua model dalam penumbuhan wirausaha industri baru dan pengembangan industri di pondok pesantren dengan model Santri Berindustri dan Santri Berkreasi.

Dari definisinya, Santri Berindustri adalah pengembangan unit industri yang telah dimiliki pondok pesantren maupun penumbuhan unit industri baru yang potensial, sedangkan untuk Santri Berkreasi merupakan program pelatihan dan pendampingan dalam pengembangan potensi kreatif para santri maupun alumni untuk menjadi profesional di bidang seni visual, animasi, dan multimedia dengan standar industri sekarang.

Pembangunan Laboratorium Pesantren

Seperti diketahui, pemerintah memang terus melakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di kalangan santri. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan bahwa santri zaman now jangan sampai buta teknologi. "Teknologi berkembang cepat. Pemerintahan Presiden Jokowi juga melakukan perubahan lebih efisien dan efektif dan itu menggunakan teknologi informasi. Jadi, kalian (santri) juga harus berpikir ke sana," pintanya kepada para santri di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur.

Kalangan santri juga diketahui menjadi objek dalam pengembangan SDM yang setara dengan pendidikan formal lainnya. Seperti dilansir situs Setkab.go.id, melalui anggaran pendidikan tahun 2019, pemerintah memberikan beasiswa kepada sebanyak 20,1 juta siswa melalui program Indonesia Pintar.

Dana yang ada juga digunakan untuk memperkuat program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi 57 juta siswa, meningkatkan kualitas guru PNS dan non-PNS melalui tunjangan profesi, serta percepatan pembangunan dan rehabilitasi sekolah.

Dalam hal pembangunan fisik, bantuan pendidikan juga ditujukan untuk membangun sebanyak 1.407 ruang praktik SMK dan bantuan pelatihan/sertifikasi 3.000 mahasiswa, memperkuat program vokasi yang lebih masif dan terintegrasi lintas kementerian, serta pembangunan sarana kelas dan laboratorium di sebanyak 1.000 pesantren yang ada di seluruh Indonesia.

Dengan sarana prasarana yang memadai serta kemudahan dalam mengakses jenjang pendidikan, tentu kualitas SDM Indonesia akan lebih maju. Sehingga bangsa Indonesia juga kelak memiliki tingkat kompetensi yang tinggi secara global. Tidak terkecuali untuk kalangan santri yang jadi penerus bangsa.

Reporter:  Theresia Masang

Penulis : Maria L Martens

Berita Scholae Terbaru