Selasa, 27 Januari 2026

UKI Gelar Bedah Buku Seputar Deradikalisasi di Indonesia


 UKI Gelar Bedah Buku Seputar Deradikalisasi di Indonesia Dekan Fisipol UKI, Angel Damayanti Ph.D, (IHumas UKI)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Universitas Kristen Indonesia, menggelar Bedah Buku bertajuk  'Deradikalisasi: Kontra Radikalisme & Deideologisasi'. Buku ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi dalam menanggulangi bahaya radikalisme di Indonesia yang berpotensi muncul dalam agama apapun.

Kajian ilmiah ini berlangsung di Ruang Fisipol Gedung AB, kampus UKI Cawang, Rabu (24/4/2019), sebagai hasil kerjasama  Centre For Security and Foreign Affairs Studies, Prodi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UKI, dengan Puslitbang Lektur, Kementerian Agama RI.

Para penulis yakni Prof. Dr. Noorhaidi Hasan (Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta), Dr. Sri Yunanto, M.Si (staf ahli Menkopolhukam), Angel Damayanti, Ph.D (Dekan Fisipol UKI), menyampaikan wacananya seputar isu yang masih menghangat diranah sosial-politik tanah air.

Hadir pula narasumber sebagai penanggap di bidangnya yakni Dr. Muhammad Zain (kepala Puslitbang Lektur, Kemenag RI), M. Syauqillah, Ph.D (Ketua Program Studi Kajian Terorisme, Sekolah Kajian Stratejik dan Global UI).

Dekan Fisipol UKI, Angel Damayanti Ph.D, menjelaskan bahwa fenomena radikalisme tidak hanya terjadi pada agama Islam tetapi juga pada agama lain termasuk Yahudi, Hindu, Budha dan Kristen. 

“Pemerintah juga perlu mengawasi adanya aliran-aliran gereja yang fundamentalis dan evangelistik yang berpotensi menimbulkan ketegangan dalam kerukunan hidup umat antar agama dan intra agama Kristen itu sendiri. Peran aktif dari Negara dan tokoh agama dapat menetralisir paham radikal di tengah masyarakat melalui pendidikan dan berbagai literasi mengenai kemajemukan Indonesia," jelas Angel.

Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Dr. Noorhaidi Hasan, mengatakan, “ Kunci keberhasilan Indonesia terletak pada kemampuan untuk mendorong daya tolak masyarakat dan bekerjanya mekanisme kultural melawan radikalisme dan terorisme. Pemerintah berusaha melibatkan masyarakat sipil dalam kampanye melawan terorisme.”

Staf Ahli Menkopolhukam, Sri Yunanto, menerangkan sejak adanya UU Terorisme No 5/2018, ada pergeseran strategi yang sebelumnya lebih pada pendekatan law enforcement dan penindakan, maka saat ini pemerintah lebih menitikberatkan pada strategi soft approach berupa pencegahan dan deradikalisasi.

Editor : Farida Denura
Penulis : Maria L Martens

Berita Scholae Terbaru