TANGERANG, SCHOLAE.CO – Sekolah Cikal kembali merayakan kesuksesan perjalanan belajar murid-muridnya dalam 1 tahun ajaran, dengan menggelar subject showcase bertajuk Playground of Ujung Pandang. Subject showcase tersebut diadakan pada tanggal 5-7 April 2019 di Sekolah Cikal Cilandak, 13 April 2019 di Rumah Main Cikal Bandung, 27-28 April 2019 di Sekolah Cikal Serpong, 27 April 2019 di Sekolah Cikal Surabaya.
Sekolah Cikal Serpong, Rumah Main Cikal Serpong, dan Rumah Main Cikal Bintaro mengadakan subject showcase ini dengan kontribusi dari semua yang tergabung dalam komunitas Cikal, yaitu guru, staf, murid dari pra-sekolah hingga SMP, serta orang tua murid. Para murid akan menunjukkan hasil pembelajaran mereka melalui pameran dan pentas di atas panggung selama dua hari yaitu 27-28 April 2019. Semua kegiatan dan karya mereka mengandung kebudayaan Ujung Pandang.
Menurut Ketua Panitia Playground of Ujung Pandang, Pia Adiprima, subject showcase kali ini bertujuan untuk memperkenalkan kebudayaan khas Ujung Pandang kepada murid-murid Sekolah Cikal, sekaligus mengajarkan mereka untuk berkontribusi untuk program melek literasi 2,500 anak di Jeneponto, Sulawesi Selatan.
“Pendapatan yang diperoleh selama berlangsungnya rangkaian Playground of Ujung Pandang, baik dari hasil penjualan tiket pertunjukan seni maupun hasil lelang karya seni murid-murid akan disumbangkan dalam bentuk boardgames, yang dapat digunakan sebagai alat bantu oleh anak-anak di Jeneponto untuk belajar membaca (peningkatan literasi),” kata dia
Sebagai informasi, Najelaa Shihab selaku Pendiri Sekolah Cikal meyakini bahwa salah satu ciri masyarakat di masa kini dan nantinya di masa depan adalah jumlah informasi yang sangat banyak, kehidupan yang makin terdigitalisasi, serta jenis pekerjaan yang menuntut penalaran tingkat tinggi. Semuanya itu membutuhkan literasi.
“Semoga, dalam waktu segera, kompetensi literasi menjadi bagian dari cita-cita semua guru dan proses pendidikan untuk setiap anak,” tukasnya.
Diadakan rutin setiap tahun sejak 2010, subject showcase sendiri merupakan bentuk kegiatan murid-murid Sekolah Cikal yang berhubungan dengan subjek/pelajaran di sekolah. Baik berupa pertunjukan seni tari, musik, teater, atau pameran dan lelang karya seni murid untuk kegiatan amal.
“Kegiatan tersebut merupakan implementasi dari Kompetensi 5 Bintang Cikal, untuk selalu berdaya dan berkontribusi penuh bagi masyarakat sekitar,” ujar Tari Sandjojo selaku Direktur Akademik Sekolah Cikal.
Untuk diketahui, kurikulum yang dijalankan Sekolah Cikal memang bertujuan untuk membentuk karakter murid-muridnya agar memiliki Cikal Kompetensi 5 Bintang, yaitu Mapan secara emosional, moral dan spiritual, Berwawasan luas dan berfisik sehat, Pemikir yang terlatih dan efektif, Pelajar Merdeka, dan Anggota masyaraat dunia yang berdaya dalam mewujudkan keadilan, keberlanjutan dan kedamaian.
Penulis : Maria L Martens