JAKARTA, SCHOLAE.CO - Sebanyak 2.372 peserta didik dari 17 sekolah SMPK PENABUR Jakarta mengikuti Jambore Penggalang selama dua hari yang belangsung di Bumi Perkemahan Cibubur, 20 - 21 Juni lalu.
Kegiatan Jambore Penggalang merupakan wadah pembinaan generasi muda bagi siswa-siswa SMPK PENABUR Jakarta yang diselenggarakan setiap tahun. Jambore Penggalang tahun ini mengusung tema “Merangkal Keragaman”. Melalui tema ini peserta didik diajak untuk saling mengenal, saling berlajar dan saling berbagi sehingga terwujud karakter BEST yang diharapkan. Ada banyak aktivitas di Jambore Penggalang yang berfokus pada kehidupan sehari-hari dan interaksi di perkemahan.
Salah satu peserta dewan penggalang, Nicolaas Heru mengaku antusias mengikuti rangkaian kegiatan jambore. “Seru dan menyenangkan karena berkumpul dan bersenang-senang bersama, juga dapat bekerja sama dengan teman satu sekolah maupun dari sekolah lain,” katanya. Nicolaas berharap kegiatan yang digelar setahun sekali ini bisa dimanfaatkan oleh teman-temannya.
Manfaat lain yang dirasakannya adalah mendapatkan pelajaran mengenai jiwa kepemimpinan, kemandirian, tanggung jawab, dan belajar hidup sederhana. Pada saat bekerja nanti nilai-nilai pramuka dapat berguna dan menjadi bekal yang penting untuk masa depan.
“Dalam permainan, juga banyak manfaat yang di dapat. Permainan di pramuka juga dibutuhkan ketelitian, pendengaran yang baik dan hapalan. Contohnya permainan sandi, kompas, dan semaphore, menggunakan alat yang sederhana dan lebih rumit daripada gadget. Tetapi alat tersebut dapat sangat berguna dan bisa kita gunakan pada saat berada pada situasi gadget kita mati atau tidak ada signal,” ujar Nicolaas.
Siswa SMPK 4 PENABUR Jakarta ini pun mengatakan, tidak masalah melepaskan gadget selama mengikuti kegiatan Jambore. “Tetapi menjadi masalah bagi teman-teman lain yang tidak terbiasa jauh dari gadget, tidak ada listrik, dan tidur di tenda tanpa AC”, katanya.
Sedangkan Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan sekaligus Ketua Panitia pelaksana Hariyati Dian menyampaikan, kesan peserta didik selama mengikuti Jambore sangat senang karena banyak pengalaman yang didapat. “Waktu pertama kali mendengar kata jambore atau camping, banyak dari mereka tidak tertarik, tetapi setelah mengikuti dan terlibat langsung mereka sangat fun karena mengenal banyak hal, banyak pengalaman, teman-teman baru, dan menjadi mandiri”, ujar Dian.
Kegiatan unik yang ditampilkan di Jambore ini adalah kampung tradisional yang terdiri dari 17 kampung, sesuai dengan jumlah sekolah yang terlibat. Masing-masing sekolah membuat kampung tradisional dan mengusung nama kampung dari daerah yang ada di Indonesia. Setiap kampung menyiapkan tarian atau lagu daerah, makanan tradisional, permainan tradisional dan teknik kepramukaan.
Selanjutnya diperkenalkan kepada peserta pada saat sesi kunjungan kampung. Selain kampung tradisional ada juga kampung BEST, yang dimotori oleh BPK PENABUR Pusat. Kampung BEST ini menyuguhkan permainan untuk melatih kemandirian, memberikan informasi dan pengetahuan, dan mengumpulkan buku untuk disumbangan ke Taman Bacaaan Sumber Ilmu yang berlokasi di Kampung Cidokom Bogor.
Kegiatan Jambore yang dikemas oleh pihak panitia dari SMPK Gading Serpong ini, memberikan kebebasan kepada peserta untuk mengekspresikan bakat dan hobi mereka dalam acara Talent Show. Masing-Masing sekolah menghadirkan atraksi seni mereka seperti musik dapur, tari tradisional, modern dance, vocal group, dan band.
“Saya sangat bangga dan senang karena antusias dan semangat peserta Jambore dari awal persiapan sampai keterlibatan mereka mengikuti kegiatan Jambore tahun ini,” ujar Dian menambahkan.
Reporter : Theresia Masang
Penulis : Maria L Martens