Selasa, 27 Januari 2026

Perkuat Nilai-nilai Pancasila di Lingkungan Kampus


 Perkuat Nilai-nilai Pancasila di Lingkungan Kampus Penghayatan Pancasila di kampus UP (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Menebar penghayatan dan pengamalan Pancasila di dunia kampus, perlu pemahaman lewat cara-cara inovatif. Pemerintah pun tengah berupaya mengatasi radikalisme melalui kegiatan terkait relevansi implementasi nilai-nilai Pancasila dalam mengatasi radikalisme dan isu separatisme.

Melalui Pusat Studi Pancasila (PSP), Universitas Pancasila mengadakan berbagai kajian dan pengembangan metode perkuliahan yang sesuai dengan dinamika generasi saat ini. misalnya untuk menarik minat mahasiswa dibuatlah video dengan  mengangkat tema “Pancasila dalam pandangan wong cilik”.

Guru Besar Hukum Internasional dan juga Kepala Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional Universitas Pancasila (LHKI-UP), Prof. Dr. Eddy Pratomo, S.H., M.A. mengatakan Pemerintah Indonesia sedang menghadapi isu tentang pelaksanaan referendum untuk penentuan nasib sendiri oleh Papua.

Saat ini pemerintah sudah bekerja keras untuk meredakan situasi yang memanas, namun kita juga melihat terus bergulirnya berbagai tindakan yang bertujuan untuk memprovokasi dan membahayakan persatuan bangsa. "Universitas Pancasila (UP) merasa memiliki kewajiban untuk mengingatkan seluruh masyarakat untuk pentingnya menjaga keutuhan NKRI," ungkap  Eddy Pratomo, saat bertemu dengan para media, pekan lalu. Ia punmenegaskan bahwa hukum internasional tidak memperkenankan referendum untuk menentukan nasib sendiri bagi wilayah yang sudah merdeka.

Referendum bagi penentuan nasib sendiri hanya diperkenankan dalam konteks kolonialisme dan ini sudah dilakukan oleh Papua bersama seluruh wilayah NKRI lainnya pada tanggal 17 Agustus 1945. Adanya keinginan untuk referendum bagi Papua bukan lagi termasuk penentuan nasib sendiri, tetapi masuk dalam kategori separatisme.

Universitas Pancasila (UP) memiliki tanggung jawab untuk menyebarkan pemahaman ini agar masyarakat tidak terpengaruh dengan opini yang sengaja dibuat untuk memecah belah NKRI. Rektor Universitas Pancasila, Prof. Dr. Wahono Sumaryono, Apt. mengatakan bahwa Universitas memegang peranan penting melalui pendidikan untuk dapat menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air. Perlu dibanguan karakter mahasiswa yang Nasionalis dan Pancasilais. Di UP melalui Pusat Studi Pancasila (PSP) diadakan berbagai kajian dan pengembangan metode perkuliahan yang sesuai dengan dinamika generasi saat ini.

Pusat Studi Pancasila (PSP)  merancang berbagai kegiatan yang dapat memfasilitasi hal tersebut. Dr. Hendra Nurtjhajo, SH.,M.Hum, selaku Ketua PSP UP menyampaikan misalnya untuk menarik minat mahasiswa dibuatlah video dengan  mengangkat tema “Pancasila dalam pandangan wong cilik” yaitu  bagaimana pendapat mereka yang berprofesi sebagai pemetik teh, bakul jamu, tukang sampah dll dalam memaknai Pancasila.

Selain itu PSP juga mengadakan kegiatan Workshop Pancasila Character Building untuk para mahasiswa, dan berbagai diskusi ilmiah. Saat ini PSP-UP sedang mengembangkan instrumen Pengukuran indeks Pancasila. Harapan dari pendidikan Pancasila yang dikembangkan di UP adalah selain mahasiswa dapat menerapkan pada kehidupan sehari-harinya, juga untuk mencegah benih-benih gerakan dan isu-isu radikalisme maupun separatisme agar tidak mendapat tempat dikalangan generasi muda.

Penulis : Maria L Martens

Berita Scholae Terbaru