Loading
Materi perkuliahan yang kekinian (Net)
JAKARTA, SCHOLAE.CO - Penyampaian materi pembelajaran bagi para siswa, khususnya mahasiswa perlu di 'up grade' dan disesuaikan dengan kondisi kekinian. Hal ini agar para mahasiswa mendapatkan ilmu yang bisa diterapkan dalam kehidupan nantinya.
Wakil Ketua Bidang Perbankan International Chamber of Commerce (ICC) Mesagus Azhari mengatakan modul pembelajaran di perkuliahan hendaknya harus sesuai dengan kondisi yang ada pada saat ini.
"Tujuannya untuk mendekatkan mahasiswa pada kondisi sesungguhnya di dunia industri," ujar Mesagus usai peluncuran Incoterms 2020 di Jakarta.
Dia memberi contoh untuk modul pada program studi logistik yang mana ada mata kuliah manajemen rantai pasok.
Modul untuk mata kuliah tersebut disesuai dengan panduan yang ada dalam Incoterms. Incoterms merupakan kumpulan peraturan yang dirancang dan disusun oleh ICC dan digunakan dalam perdagangan internasional.
"Mahasiswa ekonomi perlu mengetahui panduan untuk perdagangan internasional," kata dia lagi.
Sejumlah kampus, lanjut dia, seperti Bina Nusantara menggunakan modul yang sesuai dengan kondisi kekinian tersebut. Hal tersebut sangat penting, terutama bagi kampus yang menyelenggarakan sertifikasi kompetensi bidang logistik.
Panduan tersebut pertama kali diperkenalkan ICC pada 1936, dengan tujuan untuk memfasilitasi kegiatan perdagangan internasional yang terkendala oleh perbedaan acuan yang digunakan untuk komersial dan yudisial dari masing-masing negara.
Buku panduan tersebut diperbaharui setiap 10 tahun sekali. Direktur Eksekutif ICC Indonesia, Lusiana Indomo, mengatakan buku panduan tersebut mengenai aturan internasional dan risiko yang terdapat di dalamnya.
Hal itu diatur dengan jelas sehingga memudahkan pelaku bisnis yang ingin melakukan perdagangan internasional. "Ini bermanfaat untuk meningkatkan penguasaan dalam perdagangan, terutama ekspor impor barang," kata Lusiana.