Selasa, 27 Januari 2026

Rangkaian Ajang Ilmiah yang Menorehkan Prestasi


 Rangkaian Ajang Ilmiah yang Menorehkan Prestasi Siswa Fatih Bilingual School tampil pada olimpiade bidang penelitian dan proyek sains SIIF di Seoul (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Memasuki pekan ini, panggung pendidikan Indonesia ramai dengan rangkaian prestasi dari ajang kompetisi ilmiah. Diawali dengan dua siswa  siswa Fatih Bilingual School yakni Aqil Naufal Syahrul dan Muhammad Syafiq Akbar yang tampil gemilang pada olimpiade bidang penelitian dan proyek sains SIIF di Seoul, Korea pada 27-30 November 2019. Serta suksesnya acara kompetisi matematika online tingkat nasional yang telah menetapkan 28 siswa sebagai juara. Mereka adalah siswa kelas 5 SD sampai kelas 11 SMA dari berbagai sekolah.

Siswa Fatih Bilingual School, cemerlang di forum SIIF (Seoul International Invention Fair). Gelaran ini merupakan program pameran dan kompetisi penemuan serta inovasi tahunan yang diselenggarakan oleh KIPA (Korea Invention Promotion Association).

Lewat proyek inovasi dengan judul ‘Moss as a Substitute for the Main Substance in Deodorant, keduanya berhasil meraih Bronze Medal.

Mereka bersaing dengan ratusan tim dari 27 negara, yaitu Bahrain, Bangladesh, China, Kroasia, Perancis, Inggris, Amerika Serikat, Iran, Korea Selatan, Kuwait, Malaysia, Myanmar, Nigeria, Oman, Polandia, Portugal, Qatar, Rusia, Arab Saudi, Taiwan, Thailand, Tunisia, Turki, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, Vietnam dan Indonesia.

Sebelumnya Aqil dan Syafiq telah mendapatkan penghargaan Silver Medal pada ajang serupa di Singapura yakni AIGC (Advanced Innovation Global Competition) pada 15-17 November 2019 di Nanyang Technical University, Singapore.

Mereka berhasil bersaing dengan banyak tim dari berbagai negara, seperti: Ukraina, Cina, Iran, Jepang, Thailand, Filipina, Vietnam dan Malaysia.

Medali kali ini menambah daftar prestasi Fatih Bilingual School terutama di bidang penelitian dan proyek sejak 2006. Bidang penelitian dan proyek memang digarap secara khusus dan serius lewat komunitas siswa yang dinamakan FreshJet (Fatih Research and Project Team).

Setiap tahunnya para siswa diarahkan untuk dapat berkontribusi dalam bidang penelitian dengan memberikan solusi dan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Prestasi tersebut juga membuktikan bahwa pelajar Aceh juga tidak kalah dalam urusan inovasi dan penelitian. 

Sedangkan perhelatan lomba matematika daring, sudah dilaksanakan pada Sabtu, 19 Oktober 2019, dan pada 23 November diumumkan para pemenangnya. "Eduversal Mathematics Competition (EMC) 2019 telah mengumumkan para pemenang dari berbagai tingkat kelas pada Sabtu (23/11) tepatnya pukul 12.00 WIB melalui laman kompetisi.net dan di media sosial EMC. Para peserta bisa langsung melihat para pemenangnya," tutur Direktur Edukasi Universal (Eduversal) Indonesia Dwi Prajitno.

Dia menyebutkan, sekitar 3500 siswa SD, SMP, dan SMA dari berbagai wilayah di Indonesia telah mengikuti babak penyisihan kompetisi matematika online. Kemudian, 1905 peserta lolos menjadi finalis dan mengikuti lomba secara serentak di berbagai pilihan test center yang tersebar.

Ada 17 test center yang mengadakan Final EMC 2019 yaitu Aceh dua titik, Sumatera Utara satu titik, Riau dua titik, Jawa Barat tiga titik, Banten tiga titik, Jawa Tengah dua titik, Yogyakarta satu titik, Kalimantan Selatan satu titik, Jawa Timur satu titik, dan Sulawesi Selatan satu titik.

"Ini adalah kompetisi matematika daring dengan peserta terbanyak se-Indonesia ini. Setiap kelas ditentukan 4 peserta dengan nilai tertinggi yang diperoleh pada babak final yang diadakan secara luring di 17 test center," terangnya.

Dalam kompetisi ini para juara mendapatkan hadiah Rp 5 juta untuk juara 1. Juara 2 mendapat Rp 3 juta, juara 3 sebanyak Rp 2 juta, dan juara 4 mendapat Rp 1 juta.

Penulis : Maria L Martens

Berita Scholae Terbaru