Loading
Persembahan lagu Siswa SDK PENABUR Jakarta Bagi Tim Medis
JAKARTA, SCHOLAE.CO - Perjuangan para tenaga medis digarda terdepan menangani pasien Covid-19, menggugah siswa-siswi SDK Penabur 11, Jakarta. Lewat aksi mereka yang ditayangkan di media via online, puluhan siswa mengumandangkan lagu yang bermakna dukungan terhadap tim medis dan sukarelawan.
Lewat lantunan ‘Jasamu Bagi Negeri’ murid SDK PENABUR 11 Jakarta ini, berirama melalui sambungan online dengan harmonisasi menarik dan menyentuh. Doa dan dukungan yang sangat menghibur, bahkan atraktif dan tidak biasa lantaran dilagukan dengan memanfaatkan teknologi media di tengah pandemi Covid-19. Tidak cuma bernyanyi, sebagian murid SD ini juga memberikan dukungan moril bagi para pejuang medis di garda terdepan menghadapi serangan virus corona ini.
Kreativitas siswa-siswi SDK PENABUR Jakarta ini pun patut mendapatkan apresiasi. Karena di usia sangat belia, mereka diajarkan untuk peka terhadap lingkungan dan situasi. Penampilan mereka bisa dinikmati melalui channel youtube.com bertajuk Persembahan Pujian dari SDK 11 PENABUR Jakarta "JASAMU TUK NEGERI"
Memang beragam kisah perjuangan para medis dalam menghadapi keganasan Coronavirus, terungkap dramatis lewatberbagai media, konvensional, daring, hingga media sosial. Diantaranya, kisah tenaga medis yang memperlihatkan upaya mereka untuk sekadar mengenakan alat pelindung diri (APD), dengan ‘perjuangan’ yang harus dilakukan.
Pesan haru biru pun, kerap membuat hati terenyuh manakalah membaca guratan ‘amanat’ mereka. "Kalian tetap di rumah untuk kami, kami tetap bekerja untuk kalian". Belum lagi banyak dari kalangan tenaga medis terpaksa meninggalkan rumah masing-masing dalam pertempuran melawan virus corona. Hal itu karena mereka tak ingin mengambil risiko pulang dengan membawa virus dan menulari orang-orang tercinta di rumah.
Kisah lainnya, seorang tenaga medis mengisahkan, ia harus segera melepas bajunya, mandi, mendisinfeksi telepon, kunci, gagang pintu, dan permukaan lain yang dia sentuh. Semua itu membutuhkan waktu dua kali lebih lama dari hari-hari normal.
Tugas menangani pasien COVID-19 membuat tenaga medis kadang kala juga harus menjalani isolasi, yang bahkan tergolong ekstrem. Hal itu mereka lakukan demi memastikan tidak menjadi perantara penularan. Sekian waktu lamanya mereka tak bisa meliat siapa pun selain pasien dan rekan satu shift, tidak keluarga maupun kekasih.
Saat mendapat istirahat di rumah sakit, mereka tetap berusaha menjaga jarak satu sama lain. Sampai batas waktu tertentu, tenaga medis seperti merasa rindu berada dalam lingkungan normal. "Tidak ada yang mau benar-benar berada di dekat saya sekarang," ungkapan lirih dalah satu perawat.
Tenaga medis bahkan tidak lagi memiliki keistimewaan untuk sekadar datang ke minimarket dan harus mengandalkan jasa pesan antar, karena mereka bisa jadi pembawa virus tanpa mereka sadari. Terkadang, dalam perjalanan pulang atau berangkat bertugas, mereka secara otomatis menjauhkan diri sebanyak mungkin dari orang-orang yang mereka jumpai.
Maka dari rangkaian perjuangan tersebut, kreativitas siswa-siswi SDK PENABUR Jakarta, patut mendapatkan apresiasi. Karena di usia sangat belia, mereka diajarkan untuk peka terhadap lingkungan dan situasi.