Selasa, 27 Januari 2026

Aksi Nyata Siswa SMK, Hadapi Pandemik Covid-19


 Aksi Nyata Siswa SMK, Hadapi Pandemik Covid-19 Bantuan APD siswa SMK, atasi penanganan Covid-19 (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO -  Benarlah ungkapan para tokoh pendidikan. Bahwa pendidikan yang sejati sesungguhnya adalah pembentukan akhlak dan karakter yang baik. Nilai keutamaan ini, rupayanya masih dianut bahkan diterapkan secara nyata oleh para pelajar di tanah air.

Telah banyak para siswa di tingkat menengah yang menunjukkan karakter mulia tersebut. Dan baru di awal pekan, aroma solidaritas yang berasal dari tingkat sekolah, kembali dihunjukan oleh pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ini.  Aksi nyata para SMK ini, diharapkan bisa menginspirasi SMK di seluruh daerah untuk bersama-sama ikut bergerak meningkatkan makna pendidikan, makna belajar dan nilai kemanusiaan melawan pandemi COVID-19.

Tiga SMK di Kudus serahkan bantuan APD buatan sendiri untuk tim medis

Sebanyak tiga SMK di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, membantu tim medis yang bertugas di sejumlah rumah sakit dengan memberikan alat pelindung diri (APD) serta cairan pembersih tangan buatan para siswa.

Penyerahan bantuan APD berupa baju terusan untuk tim medis serta cairan pembersih tangan buatan siswa dari SMKN 3 Kudus, SMKN 1 Kudus, dan SMK Duta Karya Kudus dilakukan kepala sekolah masing-masing kepada Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus dilaksanakan di aula kantor IDI di kompleks perkantoran Mejobo Kudus, Senin (04/05).

Ketua IDI Kabupaten Kudus Ahmad Syaifuddin mengaku berterima kasih kepada tiga SMK di Kabupaten Kudus yang membantu pemenuhan kebutuhan APD maupun cairan pembersih tangan. "Rata-rata kebutuhan APD secara keseluruhan di rumah sakit rujukan penyakit virus corona (COVID-19) di Kabupaten Kudus setiap harinya bisa mencapai 500-an unit APD," ujarnya.

Sementara bantuan yang diterima dari SMK binaan Djarum Foundation Kudus totalnya sebanyak 400 set APD serta 1.500 botol cairan pembersih tangan. Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation Galuh Paskamagma menyampaikan bahwa partisipasi aktif dalam penanggulangan COVID-19 menjadi bukti bahwa siswa SMK tidak hanya siap terjun ke lapangan berbekal keterampilan yang dimiliki.

Proses produksinya juga tetap menjaga kualitas material dan pola APD yang sesuai dengan standar rumah sakit dan pengerjaannya juga mengenakan masker higienis, menjaga kebersihan, dan menerapkan jaga jarak fisik demi keamanan bersama saat memproduksi APD di lingkungan sekolah.

Siswa SMK bagikan masker ke desa lewat Program "Mbangun Desa"

Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 2 Muntilan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah membagikan sebanyak 2.000 masker melalui Program "SMK Mbangun Desa" kepada masyarakat desa guna mewujudkan keterlibatan pelajar dalam upaya pencegahan penularan virus corona jenis baru penyebab COVID-19.

"Masker yang dibagikan adalah buatan siswa sendiri dan sampai saat ini sudah sekitar 2.000 lembar yang dibagikan," kata Kepala SMK Muhammadiyah 2 Muntilan Kabupaten Magelang Untung Supriyadi di Magelang, Selasa (05/05).

Pembagian masker tersebut dilakukan melalui Posko Penanganan COVID-19 di tingkat desa di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Kegiatan itu, kata dia, bagian awal dari pelaksanaan Program "SMK Mbangun Desa" yang orientasinya mewujudkan tujuan pendidikan nasional, terutama menyangkut pembentukan manusia berilmu, kreatif, mandiri, beriman, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab.

"Sebagai satuan pendidikan kejuruan, kami berupaya membantu pemerintah dalam mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa melalui program pelatihan keterampilan," demikian  Untung Supriyadi.

Penulis : Maria L. Martens

Berita Scholae Terbaru