Loading
Para Peneliti Sunway University tercantum dalam jajaran 2% ilmuwan terbaik di dunia. Baris pertama: Profesor Tiekink dan Profesor Saidur. Baris kedua: Profesor Kheireddine dan Profesor Poppema. Baris ketiga: Associate Professor Dr. Adarsh dan Profesor Yau. (PRNasia)
KUALA LUMPUR, SCHOLAE.CO - Stanford University di Amerika
Serikat baru merilis daftar yang mencantumkan peringkat 2% ilmuwan terbaik
dengan karya ilmiah yang paling banyak dikutip dalam beragam disiplin ilmu.
Sunway University mengumumkan, enam penelitinya berada dalam jajaran 2% ilmuwan
terbaik di dunia.
President, Sunway University, Profesor
Sibrandes Poppema, tercantum dalam kategori Imunologi pada subdisiplin ilmu
Onkologi dan Karsinogenesis, Ilmu Kedokteran Klinik, menurut Daftar 2% Ilmuwan
Terbaik di Dunia (Top World's 2% Scientists) versi Stanford University.
Selama bertahun-tahun, dia telah menerbitkan
lebih dari 240 artikel tentang topik-topik yang terkait Imunologi, Hematologi,
dan Onkologi. Karya-karyanya telah dikutip lebih dari 18.500 kali.
Tiga peneliti lain yang tercantum dalam
Daftar 2% Ilmuwan Terbaik di Dunia versi Standford University untuk sepanjang
karier peneliti dan karya ilmiah yang diterbitkan pada 2019, adalah Profesor
Edward Tiekink, Profesor Saidur Rahman, dan Profesor Mohamed Kheireddine.
Profesor Tiekink, Distinguished
Professor & Head, Research Centre for Crystalline Materials
(RCCM), Fakultas Kedokteran dan Ilmu Hayati (Life Sciences) tercantum
dalam kategori Ilmu Kimia Anorganik dan Kimia Nuklir pada subdisiplin ilmu
Kimia Organik.
Penelitian yang dilakukan RCCM, di bawah
pimpinan Profesor Tiekink, mengacu pada dua tema SDG (Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan), yakni SDG No. 3, Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan, serta
SDG No. 13, Penanganan Perubahan Iklim. RCCM mengembangkan pengobatan baru yang
berbasiskan logam—obat-obatan yang berbasiskan logam (metal-based drug)—guna
menghadapi berbagai tantangan global seperti kekebalan obat antimikroba,
mengobati kanker, dan beberapa penyakit lainnya.
"Saya ingin memanfaatkan berbagai
fasilitas mutakhir di Sunway University untuk seluruh karya riset. Kami gembira
atas pengembangan Sunway Medical School, serta upaya untuk mengubah karya
laboratorium menjadi kajian-kajian klinik," jelas Profesor Tiekink.
Profesor Saidur, Distinguished
Research Professor & Head, Research Centre for Nanomaterials and Energy
Technology, Fakultas Ilmu Teknik dan Teknologi, juga tercantum dalam kategori
Ilmu Energi pada subdisiplin Ilmu Teknik Mekanik Industri & Transportasi.
Sementara, Profesor Kheireddine,
menjabat Associate Dean (Research), Fakultas Ilmu Teknik dan Teknologi,
serta Head, Research Centre for Carbon Dioxide Capture and
Utilisation, tercantum dalam kategori disiplin ilmu Teknik Kimia.
Beberapa pihak lain yang tercantum dalam
Daftar 2% Ilmuwan Terbaik di Dunia versi Standford University untuk sepanjang
karier peneliti dan karya ilmiah yang diterbitkan pada 2019, adalah Profesor
Yau Kok Lim dan Associate Professor Dr Adarsh Kumar Pandey.
Lebih lagi, Profesor Yau dari Ilmu Komputer
dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik dan Teknologi, tercantum dalam kategori
disiplin ilmu Kecerdasan Buatan & Pengolahan Gambar pada subdisiplin
Jaringan & Telekomunikasi.
Lewat penghargaan ini, Profesor Yau ingin
mendirikan sebuah pusat penelitian yang memfasilitasi dan meningkatkan
interaksi ilmuwan-ilmuwan lokal dan internasional, serta pelaku industri, guna
mewujudkan keunggulan akademis, serta menciptakan berbagai peluang riset yang
mengatasi kendala-kendala industri.
Dari Research Centre for Nanomaterials and Energy Technology, Ilmu Teknik dan Teknologi, bidang riset Associate Professor Dr. Adarsh berfokus pada material penyimpanan energi mutakhir, teknologi energi terbarukan dan nanomaterial.
Dr. Adarsh optimis bahwa inovasi dalam riset menjadi penggerak utama bagi kemajuan masyarakat. "Lewat penghargaan ini, saya ingin memajukan riset dengan mengembangkan material penyimpanan energi mutakhir yang lebih efisien, serta menyediakan energi surya yang lebih efisien dan terjangkau bagi masyarakat."