Loading
Kampus Merdeka Vokasi, akan mengurangi pengangguran, khususnya lulusan SMK. (Net)
JAKARTA, SCHOLAE.CO - Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan
program Kampus Merdeka Vokasi dapat mengurangi angka pengangguran lulusan
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
“Dengan Kampus Merdeka Vokasi, akan
mengurangi pengangguran, khususnya lulusan SMK,” ujar Dirjen Pendidikan Vokasi
Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto dalam taklimat media secara daring di
Jakarta, Kamis (27/5/2021).
Kampus Merdeka Vokasi ada dua
kategori, yakni pertama, Dana Kompetitif Kampus Vokasi yang terdiri dari
program SMK-D2 Jalur Cepat, Program Peningkatan Prodi D3 menjadi sarjana
terapan. Dana Kompetitif tersebut mencapai Rp90 miliar.
Kedua, Dana Pendanaan Kampus Vokasi
yang terdiri dari tiga, yakni pengembangan Pusat Unggulan Teknologi, Hilirisasi
Produk Riset Terapan, Startup Kampus Vokasi yang dibangun bersama Dunia Kerja.
Total dana mencapai Rp180 miliar.
Dia menambahkan SMK diberikan
tawaran untuk membuka program SMK-D2 Jalur Cepat. Program yang berlangsung
selama 4,5 tahun tersebut menggabungkan antara SMK dan program D2.
Program tersebut diyakini dapat
meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang terampil dan unggul dalam
waktu yang tidak lama.
“Dengan program ini, dapat membuat
link and match antara lulusan SMK maupun D2 dengan dunia industri. Jadi, antara
pendidikan vokasi dan industri semakin selaras,” ucapnya.
Dengan program SMK-D2 Jalur Cepat,
siswa belajar di SMK selama enam semester yang mana satu semesternya adalah
praktik kerja lapangan dan perkuliahan dilakukan selama tiga semester dan dua
semester diantaranya adalah magang dan kuliah.
“Industri juga lebih diuntungkan,
karena akan mendapatkan tenaga kerja yang lebih teknikal dan cepat karena tidak
terlalu banyak yang diajarin seperti halnya D3,” katanya.
Untuk magang dilakukan seperti
layaknya di Jerman, yakni magang sambil kuliah di industri. Misalnya bekerja
dilakukan selama empat hari dalam sepekan, yang mana satu hari digunakan untuk
perkuliahan atau pelatihan di industri. Program SMK-D2 Jalur Cepat tersebut,
misalnya untuk posisi seperti ahli las.