Loading
Oancawindu SMP PGRI Lero Hae dalam eksistensinya di Hale Hebing Mapitara, Kabupaten Sikka. (Foto-Foto: VJ Chabarezy)
MAPITARA, SIKKA, SCHOLAE.CO - Mensyukuri 40 tahun atau Pancawindu
SMP PGRI Lero Hae dalam eksistensinya di Hale Hebing Mapitara, Kabupaten Sikka, para guru dan siswa menggelar Ibadat Sabda di Gereja Renha Rosari, Rabu (4/8/2021) dilanjutkan dengan pemotongan kue ulang
tahun bertempat di rumah almarhum Bapak Bernadus Baba di Pedat Desa Hebing
Kecamatan Mapitara.
Kepala Sekolah SMP PGRI Lero Hae Antonia Rosabina kepada
media ini melalui aplikasi WhatsApp mengatakan bahwa di momentum Pancawindu ini
tidak ada kegiatan yang luar biasa sesuai dengan rencana panitia karena
terkendala situasi pandemi COVID-19 yang semakin meningkat di Kabupaten Sikka.
Ibadat syukuran yang dipimpin oleh Fr. Barnabas Putera
Selamat, Pr dengan mengikuti protokol kesehatan lengkap.
Usai ibadat para siswa dipulangkan, sedangkan para guru dan
pegawai bersama bapak Guru Darto dan Sari serta Frater Putera berkumpul di
rumah almarhum Bernadus Baba untuk acara ‘Tung Piong Ulu Higun’ sebagai bentuk
penghormatan kepada jasa beliau, ungkap Rosabina.
Dikatakan Rosabina bahwa dirinya cukup bangga dengan
perkembangan Lero Hae dari awal tahun berdiri sampai dengan saat ini. Dari segi
fisik gedung, pemenuhan fasilitas, kelayakan tenaga pendidik, prestasi peserta
didik, dan persentase kelulusan peserta didik, dari tahun ke tahun semakin
meningkat dengan baik.
“Ini semua berkat perjuangan dan kerja keras yang ditanamkan
oleh almarhum bapak Bernadus Baba, semoga semangat perjuangan beliau tetap
melekat di hati para penerus Lero Hae, yakni yang sedang mengabdikan diri
dengan tulus di lembaga ini, agar Lero Hae tetap hidup di mata orang lain,”ungkap
Rosabina.
Rosabina menyampaikan terimakasih kepada pihak pemerintah dan semua pihak yang telah peduli dan selalu menyalurkan bantuan untuk lembaga ini, pungkasnya.
Sementara itu Petrus Plarintus, alumni SMP Lero Hae angkatan
'87-89, yang saat ini menjabat Kepala Cabang sebuah Lembaga Keuangan asal
Korsel di Sidoarjo, Jatim mengucapkan dirgahayu untuk almamater tercinta dan ucapan
terima kepada para pendidik dan para penjasa karena berkat tangan dingin dan
perjuangan serta jasa mereka sehingga dirinya bisa mencapai posisi seperti
sekarang ini.
Pesannya bahwa tantangan untuk Lero Hae ke depannya semakin
berat, dulu kata Plarintus orang memilih sekolah di Lero Hae karena
mempertimbangkan jarak transportasi dan biaya hidup kalau sekolah di luar Hale
Hebing.
Akan tetapi saat ini, hal tersebut bukan merupakan sebuah
problem yang serius. Makanya Lero Hae harus bisa menunjukan kualitas dan
keunikannya sehingga menjadi daya pikat agar Lero Hae tetap menjadi pilihan
pertama anak Mapitara setelah tamat SD, imbuhnya.
Reporter: VJ Chabarezy