Loading
Soft Launching perkuliahan hybrid UKDW di Ruang Studio Hagios (H.1.1)” pada hari Jumat, 21 Agustus 2021. (Foto-Foto: Humas UKDW)
YOGYAKARTA, SCHOLAE.CO - Sudah lebih dari dua tahun, sejak
kasus COVID-19 pertama kali diberitakan. Dunia pendidikan pun dihadapkan pada
situasi kegiatan belajar mengajar yang berbeda. Universitas Kristen Duta Wacana
(UKDW) Yogyakarta sebagai institusi pendidikan tinggi turut mengambil peran
untuk menjamin supaya pendidikan dapat berjalan sebagaimana mestinya.
UKDW pun menunjukkan komitmennya dalam pelaksanaan proses perkuliahan hybrid secara optimal. Salah satunya adalah dengan mengadakan acara “Soft Launching Ruang Studio Hagios (H.1.1)” pada hari Jumat, 21 Agustus 2021. Acara ini dihadiri langsung oleh Ir. Henry Feriadi, M.Sc., Ph.D selaku Rektor UKDW, Joko Purwadi, S. Kom., Kom selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Informasi, Pdt. Dr. Handi Hadiwitanto, M.Th selaku Wakil Rektor Bidang Pengembangan Kapasitas SDM dan Jejaring, Dr. Fransisca Endang Lestariningsih, M.Hum. selaku Kepala Lembaga Pengembangan Akademik dan Inovasi Pembelajaran (LPAIP), dan Dr. Phil. Lucia Dwi Krisnawati selaku Kepala Biro Kerjasama dan Relasi Publik. Sebanyak 39 peserta lain yang terdiri dari Dekanat Fakultas, Kepala Biro/Unit/Lembaga, perwakilan dosen dan mahasiswa juga bergabung dalam acara ini melalui platform zoom meeting.
Dalam laporan singkatnya, Dr. Phil. Lucia Dwi Krisnawati,
yang juga bertindak sebagai koordinator pelaksanaan program hibah United Board-Pandemic
Response Fund (UB-PFR) menyampaikan bahwa ada banyak hal yang dapat dilakukan
untuk mendukung proses perkuliahan hybrid, salah satunya dengan memanfaatkan
kesempatan yang diberikan oleh mitra UKDW. “Pada bulan Juni 2020, United Board
for Christian Higher Education in Asia (UBCHEA) memberikan kesempatan mitranya
untuk mendapatkan hibah. UKDW mengajukan proposal dan disetujui mendapatkan
hibah sebesar $25.000 (senilai Rp 348.443.682,-) untuk program beasiswa
mahasiswa dan pengadaan perlengkapan pendukung,” ujarnya.
Sebanyak 100 mahasiswa UKDW menerima bantuan beasiswa UB-PFR untuk mengurangi biaya kuliah semester ganjil Tahun Ajaran 2021/2022 sebesar Rp 2.000.000/mahasiswa. Pelaksanaan distribusi mahasiswa penerima beasiswa dilakukan oleh Biro Kerjasama dan Relasi Publik bersama Biro Kemahasiswaan, Alumni, dan Pengembangan Karir. Sedangkan untuk pengadaan perlengkapan pendukung perkuliahan hybrid, Pusat Pelatihan dan Layanan Komputer (PPLK) UKDW merealisasikan dana hibah sebesar Rp 148.443.682 untuk pengadaaan personal computer, broadcast camera, TV, conference webcam, drawing pad, webcam, mic, clip on, bluetooth USB, tripod gorilla, dan headset. Perlengkapan ini akan digunakan sebagai fasilitas ruang studio Hagios (H.1.1), 50 ruang kelas dan laboratorium, serta lima ruang seminar.
Ir. Henry Feriadi, M.Sc., Ph.D dalam sambutannya mengatakan
bahwa UKDW telah mampu beradaptasi dengan kondisi pandemi saat ini. “Ruang
kelas yang tidak lagi digunakan untuk kegiatan tatap muka, saat ini
dialihfungsikan. Salah satunya adalah Ruang H.1.1 ini yang dialihfungsikan
menjadi ruang studio. Ruang studio Hagios ini diharapkan dapat mendukung
pembelajaran daring dan kegiatan akademik lainnya yang bertujuan untuk
menyebarkan informasi yang berguna bagi masyarakat. Hal ini sesuai dengan rencana
UKDW untuk merintis pembukaan program studi baru yaitu Humanitas (digital
humanity). Ke depannya, studio digital ini dapat digunakan untuk memproduksi
konten yang berhubungan dengan kemanusiaan dan menjadi pembaharuan bagi
masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Fransisca Endang Lestariningsih, M.Hum.
selaku Kepala LPAIP menyampaikan paparan tentang arah dunia pendidikan tinggi
pasca pandemi COVID-19. Melalui paparannya, Dr. Endang menekankan pentingnya
bagi perguruan tinggi untuk memahami dan beradaptasi dengan perubahan kebijakan
pemerintah, kurikulum, organisasi, pedagogi, dan kepemimpinan yang terjadi.
“Complex problem solving, critical thinking, dan creativity menjadi tiga poin
penting yang harus dimiliki sivitas akademika saat ini. Ke depannya resilience,
stress tolerance, and flexibilitylah yang diperlukan,” tekannya.
Christian Nindyaputra Octarino, S.T., M.Sc., selaku
perwakilan dosen Fakultas Arsitektur dan Desain berharap supaya tidak hanya
fokus dalam meningkatkan fasilitas, tetapi juga sumber daya manusia sehingga
dapat memanfaatkan teknologi secara optimal untuk mencapai tujuan bersama. Hal
inipun diungkapkan oleh Jesslyn Septhia, selaku perwakilan mahasiswa Fakultas
Teknologi Informasi sekaligus Ketua Badan Pengawas Mahasiswa Universitas. “Saya
berterima kasih untuk para dosen yang telah berusaha maksimal melaksanakan
pembelajaran jarak jauh (PJJ). Saya berharap kita semua dapat beradaptasi
dengan pandemi ini dan bisa memaksimalkan diri untuk melakukan kegiatan
pembelajaran dengan lebih baik,” pungkasnya.