Loading
Pelajar SMP di Desa Gera harus berjalan kaki sejauh 5 kilometer menuju sekolah, dengan waktu tempuh selama 2 jam perjalanan. (Foto-Foto: VJ Chabarezy Jr)
MAUMERE, SCHOLAE.CO - Puluhan pelajar SMP di Desa Gera harus
berjalan kaki sejauh 5 kilometer menuju sekolah, dengan waktu tempuh selama 2
jam perjalanan. Hal ini disampaikan dua pelajar di Desa Gera, saat ditemui media
ini pada Selasa (9/11/2021) siang di ruas Wolodolo-Wololangga, tepatnya di
Kampung Rate Bito Desa Gera, Kecamatan Mego.
Kondisi ini dilakoni mereka selama bertahun-tahun demi
menimba ilmu di SMP Negeri 2 Mego tepatnya di kampung Kisa. Meski capek dan Lelah
namun tapi tidak menyurutkan niat mereka untuk tetap ke sekolah demi meraih cita-cita
untuk masa depan mereka. Jarak yang cukup jauh dan jalan yang sangat
memprihatinkan tak soal bagi mereka.
Maria Melisa dan Maria Densiana Nona Sao pelajar kelas 3
SMPN 2 Mego itu berkisah bahwa mereka sangat capek, tiap hari harus berjalan
kaki sepanjang 5 kilometer dengan waktu tempuh selama 2 jam. Dikatakan Melisa
mereka harus bangun jam 5 pagi untuk bersiap sia ke sekolah.
“Kaka kami capek karena setiap hari harus jalan kaki dari rumah ke sekolah selama 3 tahun ini. Kami harus bangun pagi jam 5 dan bersiap-siap, harus jalan kaki selama 2 jam untuk bisa sampai di sekolah. Kami harus tetap semangat menuntut ilmu demi masa depan kami,”ungkap Melisa dan Densiana pelajar kelas IX SMP Negeri 2 Mego ditemui media ini di kampung Ratebito usai keduanya pulang sekolah.
Untuk diketahui bahwa kedua pelajar tersebut tinggal di Kampung Wolokepu sedangkan sekolah mereka berada di Kampung Kisa, Desa Gera, Kecamatan Mego, yang berjarak kurang lebih 5 kilometer.
Desa Gera ini masih sangat tertinggal dari pembangunan baik
infrastruktur jalan maupun jaringan internet untuk untuk digunakan di sekolah
sekolah sebagai fasilitas pendukung. Hal ini disampaikan Edi Dore selaku tokoh
masyarakat Desa Gera.
Edi Dore menambahkan bahwa kondisi itu sudah lama terjadi. Selain berjalan kaki, jaringan internet di sekolah mereka juga dipastikan tidak ada,ungkap Edi Dore.
Reporter: VJ. Chabarezy Jr