Loading
British School juarai lomba ide bisnis edutech di kompetisi KIWI Challenge 2021. (Tangkapan Layar)
JAKARTA, SCHOLAE.CO - British School Jakarta sukses
menjuarai Kompetisi Ide Wirausaha Indonesia (KIWI) Challenge 2021 yang
diselenggarakan secara virtual oleh Education New Zealand dengan tema edutech
(teknologi pendidikan).
Dengan ide bisnis bernama "IlmuKita", British
School Jakarta mengalahkan empat finalis lainya, yakni Binus School Simprug
dengan "Cricket Card", Cita Hati Christian School Surabaya lewat
"Fledge", SMAN 1 Cileungsi dengan "JOBRemaja", dan
Springfield Raffles School dengan "Ezlearnin".
KIWI Challenge yang diselenggarakan oleh Education New
Zealand (ENZ), Kopi Tuli, dan Sekolah Bisnis Universitas Canterbury New Zealand
(UC Business School) ini diikuti oleh pada pelajar SMA di wilayah Pulau Jawa.
Di belakang British Shcool Jakarta, ada Cita Hati Christian
School Surabaya menduduki peringkat kedua, kemudian Binus School Simprug dengan
"Cricket Card" di urutan ketiga dan sekaligus memenangi kategori
spesial People’s Choice Award yang dipilih vote di media sosial.
Tim juri kompetisi ini terdiri dari Direktur Regional Asia
ENZ Ben Burrowes, Komisioner Perdagangan dari New Zealand Trade Enterprise
(NZTE) Indonesia Diana Permana, salah satu pendiri Kopi Tuli Adhika Prakoso,
serta Internationalisation Director UC Business School Dr. William Shannon.
"Ini adalah keputusan yang sangat sulit bagi kami, kami
terkesan dengan semua presentasi terlepas dari hasilnya. Saya yakin kalian
telah belajar banyak dan ini akan menjadi pengalaman yang dapat kalian bawa dan
terapkan pada pekerjaan di masa depan," kata Dr. William Shannon, dikutip
dari siaran pers, SeniN (29/11/2021)
Gureesha Sohan, perwakilan dari British School Jakarta,
sangat senang karena ide bisnisnya diterima dengan baik oleh para juri.
"Saya sangat berterima kasih kepada penyelenggara tantangan karena memberi
kami kesempatan melalui platform ini untuk benar-benar menyuarakan ide-ide
terkait masalah permanen di Indonesia dan memberikan solusi kami," ujar
Gureesha.
Ben Burrowes, Direktur Regional Asia dari Education New
Zealand lebih lanjut mengatakan bahwa bahwa KIWI Challenge merupakan refleksi
dari lingkungan pembelajaran di New Zealand.
"Lingkungan pembelajaran di New Zealand kebanyakan
berbasis proyek (project based) sehingga mengasah siswa untuk terus kreatif,
inovatif, berpikiran kritis dan analitik. Hal ini juga terefleksikan dari
kompetisi KIWI Challenge," katanya.
Ketiga pemenang membawa pulang hadiah voucher dengan total
nilai Rp25 juta. Tidak hanya itu, British School Jakarta dan Cita Hati
Christian School Surabaya juga berkesempatan untuk mengikuti magang virtual di
UC Business School.