Loading
Rektor UTA 45 Jakarta, J. Rajes Khana, Ph.D didampingi Warek I Bidang. Akademi & Kemahasiswaan Dr. Apt. Diana Laila Ramatillah, S. arm, M.Farm Senin (21/11/2022) siang di Kantor LLDIKTI 3 menerima SK Mendikbudristek Dikti terkait ijin membuka Program Strata Dua (S2) Fakultas Farmasi UTA ’45 Jakarta
JAKARTA, SCHOLAE.CO - Setelah memiliki Strata Dua (S2) Fakultas
Hukum, Universitas 17 Agustus 45 Jakarta kembali mendapat ijin membuka Program Strata
Dua (S2) Fakultas Farmasi melalui keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan,
Riset dan Teknologi.
Hal ini ditandai dengan penyerahan SK Mendikbudristek
berlangsung pada Senin (21/11/2022)
siang di Ruang Rapat Sam Ratulangi Lantai 2, Kantor Lembaga Layanan Pendidikan
Tinggi Wilayah III. Jalan SMA Negeri 14 Cawang, Jakarta Timur oleh Kepala
LLDIKTI 3 langsung diterima Rektor UTA ’45 Jakarta, J. Rajes Khana,Ph.D.
Rektor UTA ’45 Jakarta, J. Rajes Khana, Ph.D menjelaskan
bahwa proses perkuliahan pada program ini hanya berlangsung satu semester dan
sisanya lebih banyak ke lapangan, uji klinis dan sebagainya. “Jadi lebih banyak
praktek dan ada beberapa di persyaratan dimana kita juga akan mengundang
profesor dari luar negeri yang ekspert
bidang farmasi klinis dan farmasi science,”jelas
Rektor.
Terkait proses mendapatkan ijin, Rektor mengatakan pihak
UTA ’45 Jakarta secara prinsip selalu menjalani sesuai dengan aturan. “Secara overall yang kami lakukan adalah kami
hanya mengikuti aturan, prosedurnya bagaimana,SOP, kami ikuti terus. Jadi tim
yang benar-benar bekerja mengenai Prodi baru itu mengikuti SOP yang memang
sudah ada dipimpin oleh Warek 1,”jelas Rektor.
Ditambahkan Rektor, LLDikti Wilayah III sebelumnya juga
melakukan pengecekan dasar dalam arti semua sampai ke penjaminan mutu.Mulai
dari kelengkapan dosen, kelengkapan fasilitas gedung, kelengkapan semua untuk
pembukaan Prodi.
Sementara Kepala LPMI UTA ’45 Jakarta, Apt. Drs. Stefanus
Lukas, M.A.R.S menambahkan bahwa Strata Dua Ilmu Farmasi UTA ’45 Jakarta fokus
pada S2 Farmasi Klinis dan Farmasi Science.
“Kita buka ini bukan mencari pesaing yang lain tapi ini adalah kebutuhan yang
ada di masyarakat bahwa mereka butuh untuk mendalami bidang ilmu Farmasi Klinis
yang saat ini Fakultas Farmasi atau Universitas yang lain tidak banyak yang dapat memiliki S2 Farmasi Klinis sehingga mereka
yang mau mendalami bidang Farmasi Klinis kesulitan baik di Jakarta, terlebih di
Indonesia. Nah untuk itu kita fokus ke sini karena kita melihat kebutuhan. Dan
kita juga ada banyak pakar untuk Farmasi Science seperti Prof Dayat dan Doktor-doktor
lainnya. Dan juga Farmasi Klinis juga kita ada pakarnya tahun depan
diperkenankan Tuhan yang Maha Esa akan ada Profesor Farmasi Klinis yang belum
banyak ada di Indonesia,”jelas Stefanus.
Lebih lanjut Stefanus menjelaskan kedua Program Studi
tersebut. Untuk Prodi Farmasi Klinis kata dia, pekerjaan kefarmasian yang
selama ini tidak pernah dijangkau oleh apoteker. Apoteker hanya banyak
mengerjakan pekerjaan administrasi dalam keseharian. “Kalau Farmasi Klinis, mereka mulai
menjangkau ke passion oriented. Jadi
penanganan pengobatan ke pasien adalah ke passion, tidak administratif
yang resep, dokumen ada apa tidak,
jumlah produk. Arah fokusnya ke passion
oriented, bukan ke product oriented.
Ke penyakit apakah obat yang diberikan itu sudah sesuai dengan diagnosa dokter
atau terapis yang berikan. Apakah dosisnya tepat, waktu pemberiannya 3x1,
apakah pemberiannya pagi, siang, malam hari dan lain-lain dimana dibutuhkan di
RS. Selama ini masyarakat minum obat itu sembarang saja. Dokter diagnosa obat,
aturan pakai 3x1 sehari sembarang aja dan dicampur diminum bersama-sama.
Pekerjaan Farmasi Klinis dibutuhkan di RS,”jelas Stefanus
Sementara untuk Prodi Farmasi Science kata Stefanus berbeda
dan memang untuk mereka-mereka yang berminat di bidang ilmu pengetahuan. Lebih
ke arah peminatan ke arah ilmu pengetahuan. Biasanya diminati dosen dan
mereka-mereka yang kerja di industri untuk pengembangan produk. Itu yang
biasanya digunakan untuk di LIPI, termasuk penemuan baru misalnya kasus-kasus
seperti gagal ginjal akut, termasuk ke arah farmasi klinis.
Pendaftaran
Dibuka Desember 2022
Rektor menambahkan setelah mendapat SK dari
Kemendikbudristek, secara prinsip tahun depan di akhir Februari atau awal Maret
2023 perkuliahan mulai berlangsung
sementara pendaftaran mahasiswa baru, per Desember 2022 sudah mulai dibuka.
Saat ini kata Rektor, pihaknya juga masih mengevaluasi
dan menganalisa kemungkinan membuka program Strata Dua Prodi lainnya seperti Prodi
Manajemen atau Administrasi Bisnis.”Kita lagi benar-benar mengevaluasi kalau
memang demandnya besar, kebutuhan masyarakat dan kebutuhan industrinya tinggi, why not,”kata Rektor.
Dengan dibukanya S2 Farmasi, Stefanus berharap dengan
berkembangnya pengetahuan dan adanya Prodi Farmasi Science maka permasalahan
pengobatan di Indonesia yang selama ini terkendala dapat teratasi, karena
apoteker yang melayani di masyarakat masih belum mencukupi kemampuannya.”Dengan
adanya S2 Farmasi ini dapat membantu
dokter dan keperawatan menjadi lebih baik dan pengobatan pun menjadi lebih
optimal. “Kualitas profesi apoteker ditingkatkan,”ujarnya.
Tentang
Fakultas Farmasi UTA 45 Jakarta
Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta,
merupakan salah satu fakultas unggulan yang memiliki 2 program studi yaitu S1
Farmasi, dan Profesi Apoteker. Fakultas ini didirikan bersamaan dengan Fakultas
Ekonomi pada tahun 1979. Kemudian Tahun 1994 Universitas 17 Agustus 1945
Jakarta membuka program Pasca Sarjana Hukum dan pada Tahun 1997 membuka Program
Apoteker dibawah binaan Fakultas Farmasi.
Saat ini Fakultas Farmasi
memiliki Program Studi S1 Farmasi
dan Program Profesi Apoteker.
Visi dari Fakultas Farmasi ini adalah menjadi salah satu
Fakultas Farmasi bermutu, berkarakter kebangsaan dan berdaya saing
Internasional dikawasan Regional
Sementara misinya adalah:
1. Menyelenggarakan
pendidikan dan pengajaran Program Studi Sarjana Farmasi dan Program Studi
Profesi Apoteker yang bermutu berkarakter kebangsaan dan berdaya saing
internasional di kawasan regional.
2. Menyelenggarakan
penelitian bidang farmasi klinis dan bahan alam yang berorientasi pada
pemecahan masalah.
3. Menyelenggarakan
kegiatan pengabdian masyarakat dalam bidang farmasi klinis dan bahan alam yang
berorientasi pada masyarakat yang memiliki keterbatasan di bidang iptek dan
layanan kefarmasian.
4. Mendorong
terselenggaranya wirausaha kefarmasiaan melalui kerjasama dengan berbagai
instansi dan melibatkan alumni yang berorientasi pada revenue generating
activity.
Melalu visi dan misi yang dijalankan, Fakultas Farmasi
UTA 45 Jakarta ingin:
1. Menghasilkan
Sarjana Farmasi dan Apoteker yang unggul, berjiwa wirausaha dan berpedoman pada
nilai – nilai Pancasila.
2. Menghasilkan
penelitian di bidang farmasi yang berorientasi pada pemecahan masalah.
3. Meningkatkan
kesejahteraan masyarakat yang memiliki akses terbatas di bidang iptek dan
layanan kefarmasian.
4. Meningkatkan
wirausaha kefarmasiaan melalui kerjasama dengan berbagai instansi dan alumni
yang berorientasi pada terciptanya revenue
generating activity.
Tonton juga Kanal YouTube UTA Bicara di link ini:
https://www.youtube.com/watch?v=ErG_EN7T2Dk