Loading
Mahasiswa Indonesia yang merupakan atlet gimnastik Ken Nathanael Ritung bersama tim WG München 66 meraih juara satu dalam pertandingan cabang olahraga gimnastik Deutsche Hochschulmeisterschaft 2023. (Antaranews)
JAKARTA, SCHOLAE.CO - Mahasiswa Indonesia yang merupakan
atlet gimnastik Ken Nathanael Ritung bersama tim WG München 66 meraih juara
satu dalam pertandingan cabang olahraga gimnastik Deutsche
Hochschulmeisterschaft 2023 atau Pertandingan Nasional Olahraga Jerman pada
kategori adh-Cup Gerätturnen di Karlsruhe, Jerman.
Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar
Republik Indonesia di Berlin, Ardi Marwan dalam keterangan tertulis diterima di
Jakarta, Sabtu (1/7/2023), memberikan apresiasi tinggi kepada Ken atas
pencapaiannya itu.
“Saya sangat mengapresiasi usaha Ken membawa timnya menang
dan meraih juara dalam pertandingan itu, meskipun hanya memiliki persiapan
singkat dan masih menjabat sebagai Sekretaris 2 Perhimpunan Pelajar Indonesia
(PPI) Munich, Ken tetap gigih dan mendapatkan juara,“ ujar Ardi.
Ken merupakan mahasiswa asal Indonesia yang sedang mengenyam
pendidikan di Kota München, Jerman. Ia mengikuti pertandingan nasional olahraga
cabang gimnastik pada 19-20 Mei 2023 di Karlsruher Institut Für Technologie,
yang turut disemarakkan oleh tim-tim dari berbagai kota dan diikuti oleh kurang
lebih 800 orang.
Ken mengungkapkan bahwa dia ditawari oleh pelatih di
tempatnya berlatih untuk ikut bergabung dalam tim. Ajakan ini disambut baik
oleh Ken yang saat ini sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti Pekan Olahraga
Nasional (PON) 2024 di Aceh, Indonesia.
“Saya direncanakan untuk ikut PON 2024 di Aceh, saya harus
mempersiapkan diri untuk Babak Kualifikasi PON bulan September 2023 nanti dan
kebetulan dapat tempat latihan di München sejak September 2022. Selama latihan,
ada pelatih yang memperhatikan dan menilai performa saya bagus. Atas dasar
itulah saya ditawari untuk gabung dengan tim WG München 66,“ ucap Ken.
Persiapan Ken mengikuti pertandingan ini terbilang singkat.
Pasalnya, mahasiswa Teknik Mesin Technische Universität (TU) München itu perlu
menjalankan program praktikum di salah satu perusahaan plat merah di Indonesia
selama dua bulan. Namun, mahasiswa semester empat yang berhasil menyumbangkan
poin sebesar 61,150 kepada timnya dan menjadi yang tertinggi di timnya.
Ken yang telah menggeluti cabang olahraga gimnastik sejak
usia 10 tahun itu harus bertanding menggunakan alat lainnya lantaran rekan
setimnya mengalami cedera sebelum pertandingan dimulai.
"Sebelumnya saya hanya perlu bertanding menggunakan 3
alat saja. Tapi karena ada yang cedera sebelum pertandingan, saya pun harus
bertanding menggunakan 4 alat, dan saya pun harus menggantikan dia,“ ujar Ken.
“Pada hari H rekan tim saya juga ada yang cedera, terpaksa saya harus menggantikan dia,“ kata pria asal Jakarta itu.
Konsekuensinya, Ken harus menggunakan 5 alat selama
bertanding. Meskipun kejadian itu tidak disangka oleh Ken, ia dapat mencetak
skor terbaik.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris I PPI Munich Celine
Widagdo merasa kagum atas pencapaian yang diraih oleh Ken. “Di sela-sela studinya,
Ken tetap membawa timnya menjadi juara satu. Itu merupakan suatu hal yang
sungguh luar biasa,“ katanya dikutip Antara.