Selasa, 27 Januari 2026

Sejarah Baru, 16 Mahasiswa Baru dari Negara Timor Leste Kuliah di UTA ’45 Jakarta


 Sejarah Baru, 16 Mahasiswa Baru dari  Negara Timor Leste Kuliah di UTA ’45 Jakarta Ketua Yayasan UTA ’45 Jakarta Bambang Sulistomo Selasa 8 Agustus 2023 di lantai 2, Ruang Rapat Yayasan UTA ’45 Jakarta memimpin acara penyambutan mahasiswa baru asal Timor Leste. Untuk pertama kalinya UTA ’45 Jakarta menyambut rombongan mahasiswa asing kuliah di kampus tersebut di tahun akademik 202

JAKARTA, SCHOLAE.CO -  Selasa 8 Agustus 2023 menjadi hari bersejarah bagi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta (UTA ’45 Jakarta). Pasalnya hari itu, tepatnya di lantai 2, Ruang Rapat Yayasan digelar acara Penyambutan Mahasiswa-Mahasiswi asal Negara Timor Leste yang hendak berkuliah di UTA ’45 Jakarta. Pertama kalinya dalam sejarah, UTA ’45 Jakarta menyambut rombongan mahasiswa asing kuliah di kampus tersebut di tahun akademik 2023/2024.

Hadir dalam acara penyambutan tersebut Ketua Yayasan UTA ’45 Jakarta Bambang Sulistomo, Dewan Pengawas Yayasan UTA ’45 Jakarta, Dr. Kamal Sofyan, MH, Rektor UTA ’45 Jakarta, J. Rajes Khana, Ph.D, Wakil Rektor I Bidang Akademik UTA 45 Jakarta, Prof. Apt. Diana Laila Ramatillah, S.Farm, M.Farm, Ph.D, Wakil Rektor II Bidang Akademi & Keuangan Brian Matthew, B.B.A,  Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Ir. Ahmad Rofii, MT, Wakil Rektor IV Bidang Pengembangan & Inovasi, Michael Darsono, B.Sc serta para Dekan.

Rombongan mahasiswa yang hadir sebanyak 13 orang  calon mahasiswa yakni: Sonya Bano Goncalves (Prodi Akuntansi), Fatima Odelia Lopes E Silva (Prodi Bisnis Digital), Dulcia Maria Neves Barreto (Prodi Administrasi Publik), Victoria Nelcia E Silva Exposto (Prodi Administrasi Bisnis), Anabela Soares Dos Santos Sarmento (Prodi Akuntansi), Alda Quiara Pinto Guterres (Prodi Administrasi Bisnis), Juninha Do Rosario Fernandes (Prodi Ilmu Hukum), Ana Jenice Da Costa Barreto (Prodi Ilmu Hukum), Febia Romaria Fernandes DA Cruz (Prodi Teknik Sipil), LOFIA Doartea Noronha Freitas (Prodi Administrasi Bisnis), Giovani Costa Almeida Da Concelcao (Prodi Informatika), Manuela Imaculada (Fakultas Farmasi), Maria Fatima De Araujo (Prodi Teknik Sipil). Sementara 3 calon mahasiswa baru lainnya yang sedang pengajuan pembuatan paspor adalah Loro Armindo Junior Dos Santos (Prodi Hubungan Internasional), Dilva Ximenes Fernandes (Prodi Hubungan Internasional), Iolanda Hermenegildo Da Costa (Prodi Hubungan Internasional). Mereka didampingi orang tua, seorang ibu berprofesi Polwan, Ana Maria da Costa E. Silva.

Ketua Ketua Yayasan UTA ’45 Jakarta Bambang Sulistomo mengawali penyambutan menjelaskan mengenai UTA ’45 Jakarta yang merupakan sebuah perguruan tinggi swasta tertua di Indonesia. Bambang juga memperkenalkan Rektor UTA ’45 Jakarta, serta para Wakil Rektor yang hadir.

Bambang menyambut gembira kehadiran calon mahasiswa dari Negara Timor Leste sambil menanyakan komentar mereka sebagai mahasiswa asing yang memilih kuliah di UTA ’45 Jakarta.

“Kenapa memilih kuliah di Indonesia lalu apa harapannya, bagaimana tanggapannya,”begitu Bambang bertanya pada mereka.

Rektor UTA ’45 Jakarta, J. Rajes Khana juga menyambut gembira atas kehadiran ke-13 mahasiswa dari Timor Leste sambil memperkenalkan Pimpinan baik di jajaran Rektorat, Dekan maupun Pimpinan lainnya.

Wakil Rektor I Bidang Akademik UTA 45 Jakarta, Prof. Apt. Diana Laila Ramatillah, S.Farm, M.Farm, Ph.D mengingatkan para mahasiswa tersebut untuk mengikuti pelatihan bahasa Indonesia dengan baik. Prof Diana juga mengatakan UTA ’45 Jakarta juga memiliki program  bernama Tour Study Exchange Student pada semester kedua hingga keempat, kelima dan keenam.

“Nanti ada yang namanya MBKM, kita belajar kampus merdeka. Jadi bisa pergi ke universitas lain, pertukaran pelajar atau yang namanya magang. Magang itu bisa di pemerintahan, bisa di Kemenlu, DPR, MPR atau di Kemenpar dan sebagainya dan juga perusahaan-perusahaan swasta bisa diikuti. Mohon diikuti dengan baik,”imbau Prof Diana.

Diana juga meminta kepada mereka jika di kelas, dosennya mengajar dengan terlalu cepat mungkin bisa di rise up untuk bisa diulang kembali. “Nanti khan perkuliahan kita ada yang namanya siakad. Semua materi akan ada di siakad lihat materinya. Ada beberapa LPS mewajibkan pengunduhan bukunya di perpustakaan kita. Kalau ada yang kurang paham dengan penjelasan, langsung ketemu dengan Kaprodinya. Kalau Kaprodinya tidak ada bisa dengan Dekannya. Kalau Dekannya tidak nanti bisa dengan saya. Jadi dibuat senyaman mungkin kalau ada informasi tambahan nanti diberitahukan,”jelas Prof Diana.

Wakil Rektor IV Bidang Pengembangan & Inovasi, Michael Darsono, B.Sc menambahkan bahwa UTA ’45 Jakarta menjunjung tinggi keberagaman. “Kami di sini senang sekali menerima mahasiswa dari Timor Leste. Di sini kami memastikan kampus UTA 45 itu menjunjung tinggi keberagaman,”ungkapnya.

Para mahasiswa diberi kesempatan untuk menyampaikan alasan mengapa memilih kuliah di Indonesia dan di UTA ’45 Jakarta? Mereka memilih kuliah di Indonesia, khususnya di Jakarta karena menurut mereka pendidikan di Indonesia bagus.

Dalam kesempatan tersebut Ana Maria da Costa E. Silva, selaku orang tua yang mendampingi mereka ke Jakarta, Indonesia mengucap syukur karena rombongan tiba dengan selamat. “Pak Rektor, mulai hari ini anak-anak memulai kehidupan baru di UTA ’45 Jakarta. Kami sangat berterima kasih Negara kami memberi kesempatan kepada anak-anak untuk kuliah di Indonesia. Langkah mereka sudah terlalu jauh dari kami, Indonesia-Timor Leste. Kami berharap UTA ’45 Jakarta dapat memfasilitasi serta dapat membantu anak-anak sebab mereka tidak fasih berbahasa Indonesia. Di Negara kami mereka belajar dengan bahasa lain. Dan mungkin bisa menerima keadaan ini dan bisa memberi kesempatan kepada mereka untuk belajar bahasa Indonesia yamg bagus,”ungkap Ana Maria yang sehari-hari beprofesi sebagai Polisi Wanita.

Sejarah Baru Mahasiswa Asing

Secara terpisah Marketing Manager UTA ’45 Jakarta, Juhri Sahudi, S.Sos, M.M, kepada media ini menjelaskan sebagai universitas tertua di Jakarta, UTA ’45 Jakarta berinisiatif membantu calon mahasiswa dari Timor Leste untuk bisa berkuliah di UTA ’45 Jakarta.

Menurut Juhri biasanya ada keterbatasan dan kekurangan informasi  para calon mahasiswa untuk kuliah di Indonesia. Dan, sambung Juhri kebetulan KBRI di Timor Leste memberikan fasilitas kepada UTA ’45 Jakarta Edufair di KBRI di Timor Leste sehingga UTA ’45 Jakarta menjadi dikenal di bumi Loro Sae tersebut.

Ditanya apa alasan memilih memilih Timor Leste? Juhri mengatakan Timor Leste merupakan salah satu Negara terdekat dengan Indonesia.”Timor Leste adalah tetangga kita dan kita ingin memberikan yang terbaik buat calon mahasiswa yang ingin berkuliah di Indonesia dan untuk bisa lebih maju lagi di negaranya,”jelas Juhri.

Ke-16 mahasiswa baru ini merupakan angkatan pertama dari Timor Leste. “Kebetulan kami baru satu kali mengadakan Edufair di Dili dan kemarin kami adakan Edufair kembali di Distrik Okase. Ini tak lain untuk mempererat kerja sama dengan KBRI dan pihak-pihak sekolah ataupun lembaga dan instansi yang ada di Timor Leste,”jelas Juhri.


Ketua Yayasan UTA ’45 Jakarta Bambang Sulistomo Selasa 8 Agustus 2023 di lantai 2, Ruang Rapat Yayasan UTA ’45 Jakarta berbincang santai dengan salah satu mahasiswa baru asal Timor Leste. (Foto: Istimewa)

Juhri juga menjelaskan kali ini ke-16 calon mahasiswa baru yang sudah diterima tersebar di 4 Fakultas (Farmasi, Hukum, Ekonomi Bisnis dan Ilmu Sosial, serta Fakultas Teknik & Informatika).  Selain 16 mahasiswa baru yang sudah ada di UTA '45 Jakarta, untuk program Pasca Sarjananya juga akan menerima mahasiswa program S2 di tahap berikutnya serta program S3 Ilmu Hukum.

Ketertarikan mahasiswa asing tersebut di UTA ’45 Jakarta tambah Juhri karena UTA ’45 Jakarta juga menyediakan program beasiswa paralel bagi mereka yang lolos tes ujian saringan masuk di KBRI di Timor Leste. “Kebetulan kita mengadakan tes offline dan dari situ kita memberikan fasilitas-fasilitas untuk mereka yaitu beasiswa Bebas Uang Pangkal 100%, beasiswa 50% dari Biaya Pembayaran awal, dan Beasiswa per semester hingga 20%  ditambah dengan free belajar Bahasa Inggris dan Komputer selama 4 semester. dan untuk uang pangkal dan segala macamnya kita kasihkan free,”jelas Juhri.

“Hampir semua Prodi terisi dari mahasiswa Timor Leste. Ini merupakan sejarah baru mahasiswa asing kuliah di UTA ’45 Jakarta,”ujar Juhri.

Sementara untuk akomodasi saat ini ditanggung sendiri oleh mahasiswa. Kedepannya sambung Juhri, UTA ’45 Jakarta akan bekerjasama dengan lembaga lainnya untuk program beasiswa lainnya.

Juhri optimis dan terbuka bekerjasama dengan Negara lainnya.”Untuk Negara lain, kami tetap terbuka. Berusaha untuk mempererat dan kita akan menghubungi Negara-negara lainnya juga seperti Timor Leste. Kita juga ada mahasiswa asing dari China. Akan kuliah S1 Fakultas Hukum bernama Lai Xiang Lin, siswa dari sekolah Ganzhou No. 4 High School.

Ke depan optimis memberikan pelayanan terbaik  buat siswa-siswi Timor Leste dan kami pun akan memberikan lebih baik lagi untuk program-program beasiswa selanjutnya.

Ditambahkan Juhri, para mahasiswa baru itu datang lebih awal dikarenakan UTA ’45 Jakarta memberikan pre unit dalam bentuk pengenalan atau kursus bahasa Indonesia bagi mereka sebagai calon mahasiswa asing agar mereka bisa mengikuti program-program sebelum perkuliahan dimulai.

Selamat datang 16 mahasiswa baru dari negera Timor Leste. 
Editor : Farida Denura
Penulis : Farida Denura

Berita Scholae Terbaru