Loading
Ketua Yayasan UTA ’45 Jakarta Bambang Sulistomo Selasa 8 Agustus 2023 di lantai 2, Ruang Rapat Yayasan UTA ’45 Jakarta memimpin acara penyambutan mahasiswa baru asal Timor Leste. Untuk pertama kalinya UTA ’45 Jakarta menyambut rombongan mahasiswa asing kuliah di kampus tersebut di tahun akademik 202
JAKARTA, SCHOLAE.CO -
Selasa 8 Agustus 2023 menjadi hari bersejarah bagi Universitas 17
Agustus 1945 Jakarta (UTA ’45 Jakarta). Pasalnya hari itu, tepatnya di lantai 2,
Ruang Rapat Yayasan digelar acara Penyambutan Mahasiswa-Mahasiswi asal Negara Timor
Leste yang hendak berkuliah di UTA ’45 Jakarta. Pertama kalinya dalam sejarah, UTA
’45 Jakarta menyambut rombongan mahasiswa asing kuliah di kampus tersebut di
tahun akademik 2023/2024.
Hadir dalam
acara penyambutan tersebut Ketua Yayasan UTA ’45 Jakarta Bambang Sulistomo,
Dewan Pengawas Yayasan UTA ’45 Jakarta, Dr. Kamal Sofyan, MH, Rektor UTA ’45
Jakarta, J. Rajes Khana, Ph.D, Wakil Rektor I Bidang Akademik UTA 45 Jakarta, Prof.
Apt. Diana Laila Ramatillah, S.Farm, M.Farm, Ph.D, Wakil Rektor II Bidang
Akademi & Keuangan Brian Matthew, B.B.A,
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Ir. Ahmad Rofii, MT, Wakil Rektor
IV Bidang Pengembangan & Inovasi, Michael Darsono, B.Sc serta para Dekan.
Rombongan
mahasiswa yang hadir sebanyak 13 orang calon
mahasiswa yakni: Sonya Bano Goncalves (Prodi Akuntansi), Fatima Odelia Lopes E
Silva (Prodi Bisnis Digital), Dulcia Maria Neves Barreto (Prodi Administrasi
Publik), Victoria Nelcia E Silva Exposto (Prodi Administrasi Bisnis), Anabela
Soares Dos Santos Sarmento (Prodi Akuntansi), Alda Quiara Pinto Guterres (Prodi
Administrasi Bisnis), Juninha Do Rosario Fernandes (Prodi Ilmu Hukum), Ana Jenice
Da Costa Barreto (Prodi Ilmu Hukum), Febia Romaria Fernandes DA Cruz (Prodi
Teknik Sipil), LOFIA Doartea Noronha Freitas (Prodi Administrasi Bisnis),
Giovani Costa Almeida Da Concelcao (Prodi Informatika), Manuela Imaculada
(Fakultas Farmasi), Maria Fatima De Araujo (Prodi Teknik Sipil). Sementara 3
calon mahasiswa baru lainnya yang sedang pengajuan pembuatan paspor adalah Loro
Armindo Junior Dos Santos (Prodi Hubungan Internasional), Dilva Ximenes
Fernandes (Prodi Hubungan Internasional), Iolanda Hermenegildo Da Costa (Prodi
Hubungan Internasional). Mereka didampingi orang tua, seorang ibu berprofesi
Polwan, Ana Maria da Costa E. Silva.
Ketua Ketua
Yayasan UTA ’45 Jakarta Bambang Sulistomo mengawali penyambutan menjelaskan
mengenai UTA ’45 Jakarta yang merupakan sebuah perguruan tinggi swasta tertua
di Indonesia. Bambang juga memperkenalkan Rektor UTA ’45 Jakarta, serta para
Wakil Rektor yang hadir.
Bambang
menyambut gembira kehadiran calon mahasiswa dari Negara Timor Leste sambil
menanyakan komentar mereka sebagai mahasiswa asing yang memilih kuliah di UTA
’45 Jakarta.
“Kenapa
memilih kuliah di Indonesia lalu apa harapannya, bagaimana tanggapannya,”begitu
Bambang bertanya pada mereka.
Rektor UTA
’45 Jakarta, J. Rajes Khana juga menyambut gembira atas kehadiran ke-13
mahasiswa dari Timor Leste sambil memperkenalkan Pimpinan baik di jajaran
Rektorat, Dekan maupun Pimpinan lainnya.
Wakil Rektor
I Bidang Akademik UTA 45 Jakarta, Prof. Apt. Diana Laila Ramatillah, S.Farm,
M.Farm, Ph.D mengingatkan para mahasiswa tersebut untuk mengikuti pelatihan
bahasa Indonesia dengan baik. Prof Diana juga mengatakan UTA ’45 Jakarta juga
memiliki program bernama Tour Study
Exchange Student pada semester kedua hingga keempat, kelima dan keenam.
“Nanti ada
yang namanya MBKM, kita belajar kampus merdeka. Jadi bisa pergi ke universitas lain,
pertukaran pelajar atau yang namanya magang. Magang itu bisa di pemerintahan,
bisa di Kemenlu, DPR, MPR atau di Kemenpar dan sebagainya dan juga
perusahaan-perusahaan swasta bisa diikuti. Mohon diikuti dengan baik,”imbau
Prof Diana.
Diana juga
meminta kepada mereka jika di kelas, dosennya mengajar dengan terlalu cepat
mungkin bisa di rise up untuk bisa diulang kembali. “Nanti khan perkuliahan
kita ada yang namanya siakad. Semua materi akan ada di siakad lihat materinya.
Ada beberapa LPS mewajibkan pengunduhan bukunya di perpustakaan kita. Kalau ada
yang kurang paham dengan penjelasan, langsung ketemu dengan Kaprodinya. Kalau
Kaprodinya tidak ada bisa dengan Dekannya. Kalau Dekannya tidak nanti bisa
dengan saya. Jadi dibuat senyaman mungkin kalau ada informasi tambahan nanti
diberitahukan,”jelas Prof Diana.
Wakil Rektor
IV Bidang Pengembangan & Inovasi, Michael Darsono, B.Sc menambahkan bahwa
UTA ’45 Jakarta menjunjung tinggi keberagaman. “Kami di sini senang sekali
menerima mahasiswa dari Timor Leste. Di sini kami memastikan kampus UTA 45 itu
menjunjung tinggi keberagaman,”ungkapnya.
Para
mahasiswa diberi kesempatan untuk menyampaikan alasan mengapa memilih kuliah di
Indonesia dan di UTA ’45 Jakarta? Mereka memilih kuliah di Indonesia, khususnya
di Jakarta karena menurut mereka pendidikan di Indonesia bagus.
Dalam
kesempatan tersebut Ana Maria da Costa E. Silva, selaku orang tua yang
mendampingi mereka ke Jakarta, Indonesia mengucap syukur karena rombongan tiba
dengan selamat. “Pak Rektor, mulai hari ini anak-anak memulai kehidupan baru di
UTA ’45 Jakarta. Kami sangat berterima kasih Negara kami memberi kesempatan
kepada anak-anak untuk kuliah di Indonesia. Langkah mereka sudah terlalu jauh
dari kami, Indonesia-Timor Leste. Kami berharap UTA ’45 Jakarta dapat
memfasilitasi serta dapat membantu anak-anak sebab mereka tidak fasih berbahasa
Indonesia. Di Negara kami mereka belajar dengan bahasa lain. Dan mungkin bisa
menerima keadaan ini dan bisa memberi kesempatan kepada mereka untuk belajar bahasa
Indonesia yamg bagus,”ungkap Ana Maria yang sehari-hari beprofesi sebagai
Polisi Wanita.
Sejarah Baru Mahasiswa Asing
Secara
terpisah Marketing Manager UTA ’45 Jakarta, Juhri Sahudi, S.Sos, M.M, kepada
media ini menjelaskan sebagai universitas tertua di Jakarta, UTA ’45 Jakarta
berinisiatif membantu calon mahasiswa dari Timor Leste untuk bisa berkuliah di
UTA ’45 Jakarta.
Menurut
Juhri biasanya ada keterbatasan dan kekurangan informasi para calon mahasiswa untuk kuliah di
Indonesia. Dan, sambung Juhri kebetulan KBRI di Timor Leste memberikan
fasilitas kepada UTA ’45 Jakarta Edufair di KBRI di Timor Leste sehingga UTA
’45 Jakarta menjadi dikenal di bumi Loro Sae tersebut.
Ditanya apa
alasan memilih memilih Timor Leste? Juhri mengatakan Timor Leste merupakan salah
satu Negara terdekat dengan Indonesia.”Timor Leste adalah tetangga kita dan
kita ingin memberikan yang terbaik buat calon mahasiswa yang ingin berkuliah di
Indonesia dan untuk bisa lebih maju lagi di negaranya,”jelas Juhri.
Ke-16 mahasiswa baru ini merupakan angkatan pertama dari Timor Leste. “Kebetulan kami baru satu kali mengadakan Edufair di Dili dan kemarin kami adakan Edufair kembali di Distrik Okase. Ini tak lain untuk mempererat kerja sama dengan KBRI dan pihak-pihak sekolah ataupun lembaga dan instansi yang ada di Timor Leste,”jelas Juhri.
Ketua
Yayasan UTA ’45 Jakarta Bambang Sulistomo Selasa 8 Agustus 2023 di lantai 2,
Ruang Rapat Yayasan UTA ’45 Jakarta berbincang santai dengan salah satu
mahasiswa baru asal Timor Leste. (Foto: Istimewa)
Juhri juga
menjelaskan kali ini ke-16 calon mahasiswa baru yang sudah diterima tersebar di
4 Fakultas (Farmasi, Hukum, Ekonomi Bisnis dan Ilmu Sosial, serta Fakultas
Teknik & Informatika). Selain 16 mahasiswa baru yang sudah ada di
UTA '45 Jakarta, untuk program Pasca Sarjananya juga akan menerima mahasiswa program
S2 di tahap berikutnya serta program S3 Ilmu Hukum.
Ketertarikan
mahasiswa asing tersebut di UTA ’45 Jakarta tambah Juhri karena UTA ’45 Jakarta
juga menyediakan program beasiswa paralel bagi mereka yang lolos tes ujian
saringan masuk di KBRI di Timor Leste. “Kebetulan kita mengadakan tes offline
dan dari situ kita memberikan fasilitas-fasilitas untuk mereka yaitu beasiswa
Bebas Uang Pangkal 100%, beasiswa 50% dari Biaya Pembayaran awal, dan Beasiswa
per semester hingga 20% ditambah dengan
free belajar Bahasa Inggris dan Komputer selama 4 semester. dan untuk uang
pangkal dan segala macamnya kita kasihkan free,”jelas Juhri.
“Hampir
semua Prodi terisi dari mahasiswa Timor Leste. Ini merupakan sejarah baru
mahasiswa asing kuliah di UTA ’45 Jakarta,”ujar Juhri.
Sementara untuk
akomodasi saat ini ditanggung sendiri oleh mahasiswa. Kedepannya sambung Juhri,
UTA ’45 Jakarta akan bekerjasama dengan lembaga lainnya untuk program beasiswa
lainnya.
Juhri
optimis dan terbuka bekerjasama dengan Negara lainnya.”Untuk Negara lain, kami
tetap terbuka. Berusaha untuk mempererat dan kita akan menghubungi
Negara-negara lainnya juga seperti Timor Leste. Kita juga ada mahasiswa asing
dari China. Akan kuliah S1 Fakultas Hukum bernama Lai Xiang Lin, siswa dari
sekolah Ganzhou No. 4 High School.
Ke depan
optimis memberikan pelayanan terbaik
buat siswa-siswi Timor Leste dan kami pun akan memberikan lebih baik
lagi untuk program-program beasiswa selanjutnya.
Ditambahkan
Juhri, para mahasiswa baru itu datang lebih awal dikarenakan UTA ’45 Jakarta
memberikan pre unit dalam bentuk pengenalan atau kursus bahasa Indonesia bagi
mereka sebagai calon mahasiswa asing agar mereka bisa mengikuti program-program
sebelum perkuliahan dimulai.