Loading
Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta kembali meraih predikat tertinggi penulisan artikel terindeks Scopus. (Antaranews)
JAKARTA, SCHOLAE.CO - Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif
Hidayatullah Jakarta kembali meraih predikat tertinggi sebagai Perguruan Tinggi
Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang paling produktif dalam penulisan artikel
terindeks Scopus.
"Terhitung hingga 3 Januari 2024, total artikel
terindeks Scopus dari sivitas akademika UIN Jakarta mencapai 1.804
dokumen," kata Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian
dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Jakarta, Siti Umi Masruroh, dalam
keterangannya di Jakarta, Kamis (4/1/2024).
Dari hasil tersebut, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
menempati peringkat tertinggi di Scopus, sebuah pangkalan data pustaka atau
jurnal ilmiah yang memenuhi standar dan reputasi di tingkat internasional.
"Pencapaian ini menegaskan posisi UIN Jakarta sebagai
salah satu lembaga pendidikan tinggi yang aktif dalam penelitian ilmiah,"
ujar dia.
Ia menuturkan, ada beberapa PTKIN yang juga menyusul UIN
Jakarta dengan artikel terindeks Scopus, yakni UIN Bandung di posisi kedua
dengan 1.532 dokumen, UIN Malang 834 dokumen, UIN Yogyakarta 776 dokumen, dan
UIN Banda Aceh dengan 493 dokumen.
"Capaian ini menunjukkan komitmen kuat dari PTKIN dalam
menghasilkan penelitian yang berkualitas serta turut berkontribusi dalam
pengembangan ilmu pengetahuan," ucapnya.
Selain itu, di awal tahun 2024 ini, UIN Jakarta juga
berhasil meraih predikat tertinggi dalam Science and Technology Index (Sinta)
tingkat PTKIN.
Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) per Selasa (2/1), UIN Jakarta menjadi
PTKIN dengan publikasi terproduktif atau dengan skor tertinggi selama tiga
tahun terakhir.
Dalam data tersebut, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
mencatatkan skor 117.640 untuk skor Sinta tiga tahun. Sedangkan raihan skor
keseluruhan dalam Sinta mencapai 244.866. Jumlah ini diraih atas kontribusi
1.113 penulis pada 82 departemen.