Selasa, 27 Januari 2026

Prof. Harijanto Kembangkan Ide Corporate Entrepreneurship Sebagai Pendukung Keberhasilan Bisnis Kontraktor


 Prof. Harijanto Kembangkan Ide Corporate Entrepreneurship Sebagai Pendukung Keberhasilan Bisnis Kontraktor Guru Besar baru pada bidang manajemen rekayasa konstruksi Fakultas Teknik, Prof Ir A.Y. Harijanto Setiawan ,M.Eng., Ph.D, membawakan pidato, Senin (29/4/2024) di Gedung Slamet Rijadi, UAJY. (Foto: Dok. UAJY)

YOGYAKARTA, SCHOLAE.CO - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) kembali mengukuhkan Guru Besar baru pada bidang manajemen rekayasa konstruksi Fakultas Teknik, Prof Ir A.Y. Harijanto Setiawan ,M.Eng., Ph.D, Senin (29/4/2024).

Adapun penelitian yang diangkat tentang Corporate Entrepreneurship Sebagai Pendukung Keberhasilan Bisnis Kontraktor. Dalam paparannya, Prof. Harijanto mengatakan industri konstruksi di Indonesia saat ini mempunyai peran penting yang cukup andil dalam mendukung perkembangan ekonomi, masyarakat dan budaya bangsa.

Namun seiring perkembangannya, penting untuk mulai mempertimbangkan kebutuhan kontraktor untuk menjalankan strategi bisnis yang tepat dan kehandalan CE dalam mendukung keberhasilan bisnis. Oleh karena itu, ia melihat kontraktor secara khusus menjadi perusahaan yang paling perlu untuk mengadopsi strategi CE untuk memastikan dan mempertahankan keberhasilan usahanya melebihi jenis perusahaan lain dalam industri konstruksi.

"Kontraktor perlu memahami baik situasi yang sedang terjadi maupun sasaran ke depan terkait penerapan dimensi CE. Kemudian strategi yang tepat dapat disusun untuk mengisi kesenjangan yang terjadi. Sejauh ini model untuk menilai penerapan CE belum dikembangkan secara komprehensif," ujar Prof. Ir. A.Y. Harijanto Setiawan, M.Eng., Ph.D, dalam pidatonya, Senin (29/4/2024).

Menurutnya, tinjauan pustaka yang difokuskan pada konsep umum kewirausahaan, sehingga corporate entrepreneurship dapat dipertimbangkan sebagai kewirausahaan yang diterapkan pada perusahaan yang sudah berjalan.

"Beberapa studi lain secara khusus juga mengaitkan corporate entrepreneurship dengan berbagai kegiatan dalam perusahaan," ucap dia.

Dia menegaskan corporate entrepreneurship telah dipertimbangkan sebagai kegiatan yang dijalankan dalam perusahaan untuk menciptakan sebuah bisnis baru. Selain menciptakan bisnis baru, corporate entrepreneurship juga diarahkan untuk pembaruan perusahaan seperti pengembangan produk dan pasar baru.

Juga untuk memberi konsekuensi finansial dan strategis pada perusahaan yang menerapkannya. Dia pun menyebut proses eksplorasi ini menghasilkan 21 faktor kunci penerapan CE pada kontraktor.

"21 faktor kunci ini dapat dikelompokkan ke dalam lima dimensi CE. Selanjutnya disusun model untuk mengukur tingkat kemampuan kontraktor dalam menerapkan CE. Model ini dinamai Corporate Entrepreneurship Capability Model (CECM) yang disusun berdasarkan konsep Capability Maturity Model (CMM)," jelasnya.

DSC07926_low01

Nantinya CECM akan disusun dalam bentuk matriks yang kemudian dituangkan menjadi kuesioner agar lebih mudah dimanfaatkan untuk mengukur kondisi terkini dan yang diharapkan dalam menerapkan CE agar mampu berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan khususnya pada bidang manajemen konstruksi maupun kewirausahaan.

"Ada kemungkinan ada indikator yang berkontribusi lebih besar dan lebih kecil terhadap tingkat kemampuan kontraktor, oleh karenanya penyempurnaan CECM dengan menetapkan besarnya kontribusi tiap indikator perlu dilakukan," pungkasnya.

Sementara Rektor UAJY Dr G. Sri Nurhartanto  mengapresiasi capaian guru besar yang diraih oleh Prof Harijanto. Ia berharap capaian guru besar tersebut harus jadi momentum untuk terus menghasilkan karya.

"Dengan ini, total UAJY memiliki 18 guru besar. Ada 3 orang yang kini menunggu prosesnya di direktorat dan LLDIKTI untuk mendapatkan SK guru besar," lanjutnya.

Pihaknya pun siap terus mendorong para guru besar agar bisa berkarya dan meningkatkan kualitas pada prodinya masing-masing dan menjadi lokomotif bagi para junior agar bisa menyusul menjadi guru besar.

"Guru besar ini pencapaian tertinggi dalam jabatan akademik, dan tentu ini menambah bobot serta value UAJY, pencapaian ini tidak boleh berhenti," tandasnya.

Sidang tersebut dibuka oleh Ketua Senat Akademik Universitas, dan dihadiri oleh jajaran Rektorat UAJY, pengurus Yayasan Slamet Rijadi Yogyakarta, Sivitas Akademika UAJY, alumni, relasi, para Guru Besar dari berbagai universitas di Indonesia, serta para tamu undangan diantaranya H. Arief Prasetyo Adi, S.T, M.T., Kepala Badan Pangan Nasional dan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara.

Turut hadir dalam acara pengukuhan Guru Besar, pengusaha yang juga alumni Fakultas Teknik UAJY, Fransiscus Go. Frans Go juga kini menjadi Ketua Kamajaya Business Club UAJY. 

 

Editor : Farida Denura

Berita Scholae Terbaru