Selasa, 27 Januari 2026

40 Siswa SMA Labschool Ikuti Program Musubi ke Jepang


 40 Siswa SMA Labschool Ikuti Program Musubi ke Jepang 40 siswa-siswi SMA Labschool Kebayoran, Jakarta Selatan kunjungi negara Jepang melalui program MUSUBI 2025. (indonesiasatu.co.id)

TANGERANG, SCHOLAE.CO -  Sebanyak 40 pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Labschool Kebayoran, Jakarta Selatan, melakukan pengembangan akademik melalui Program Musubi 2025 ke beberapa perguruan tinggi di Jepang.

Puluhan pelajar Labschool tersebut berangkat ke Jepang melalui Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.

"Beberapa universitas yang akan dikunjungi adalah Universitas Waseda, Universitas Keio, Universitas Kyushu, dan Tokyo International University," kata Kepala SMA Labschool Kebayoran  Suparno, dalam keterangan tertulis diterima di Tangerang, Senin (7/4/2025).

Ia mengatakan keberangkatan pelajar Labschool tersebut sebagai kunjungan akademik untuk meningkatkan sisi pendidikan, budaya, dan pengembangan pribadi.

Selain itu, katanya, program kunjungan ini juga bisa memberikan siswa gambaran langsung tentang standar akademik tinggi, fasilitas modern, dan metode pembelajaran yang inovatif, sehingga mereka bisa mempersiapkan diri jika ingin melanjutkan studi di Jepang.

"Mereka bisa bertemu dengan profesor, peneliti, atau mahasiswa Jepang, yang membuka wawasan tentang peluang karier di bidang seperti teknologi, robotika, kedokteran, atau seni," tuturnya.

Ia berharap dalam program ini siswa-siswinya akan mendapatkan pemahaman budaya dan etos kerja. Sebab Jepang terkenal dengan budaya disiplin, kerja keras, dan penghargaan terhadap pendidikan.

Mereka dapat belajar nilai-nilai seperti ketepatan waktu, tanggung jawab, dan kolaborasi yang diterapkan dalam kehidupan kampus. Pengalaman ini juga memperkaya pemahaman lintas budaya, yang sangat berharga pada era globalisasi.

Berikutnya, siswa juga bisa eksplorasi Inovasi dan teknologi. Universitas di Jepang, kata dia, sering menjadi pusat penelitian mutakhir, misalnya dalam bidang kecerdasan buatan, energi terbarukan, atau desain produk.

"Siswa SMA Labschool Kebayoran bisa melihat langsung laboratorium atau proyek-proyek inovatif, yang mungkin menginspirasi mereka untuk mengejar bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics)," ujarnya.

"Serta kehidupan sebagai mahasiswa internasional. Mereka juga bisa mempelajari pentingnya kemampuan Bahasa Jepang (JLPT) dalam konteks akademik," tambahnya.

Suparno menguraikan kunjungan ini sering melibatkan interaksi dengan mahasiswa atau dosen Jepang, yang bisa membuka peluang kolaborasi masa depan, seperti pertukaran pelajar atau proyek bersama.

Kemudian hal tersebut juga dapat mengasah keterampilan komunikasi dan adaptasi siswa di lingkungan baru. Siswa juga akan merasakan tinggal bersama orangtua angkat dari Fukusho High School Program Musubi di SMA Labschool Kebayoran.

"Maka tujuannya juga bisa mencakup penguatan integritas dan kepemimpinan siswa melalui pengalaman internasional. Secara keseluruhan kunjungan ke universitas di Jepang bukan sekadar wisata edukasi, tetapi investasi jangka panjang untuk membentuk pola pikir global dan kompetitif pada siswa SMA," kata dia dikutip Antara.
 

 

Editor : Farida Denura

Berita Scholae Terbaru