Loading
Salah satu wisudawan Yanuarius da Iry usai wisuda mengabadikan kebahagiaannya dengan didampingi oleh kedua orang tuanya, Salfinus dan Ernustina Ewik asal Desa Hale, Kecamatan Mapitara serta Maria Nona Nancy, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Unipa Maumere. (Foto: Arahkita/Chen Chabarezy)
MAUMERE, SCHOLAE.CO - Rektor Universitas Nusa Nipa Maumere, Dr, Jonas K.G.D. Gobang, S.Fil., M.A mengapresiasi 437 Wisudawan-Wisudawati Angkatan ke-XXV Tahun 2025 yang dilepas Universitas Nusa Maumere di Aula Nawa Cita, Kampus Unipa pada Sabtu 10 Mei 2025.
Rektor yang biasa disapa Geri Gobang dalam sambutannya mengatakan, tema wisuda kali ini adalah "Kampus Berdampak: Dari Nusa Nipa Untuk Nusantara Dan Dunia".
Geri Gobang mengatakan bahwa mereka yang telah diwisudakan hari ini adalah bagian dari generasi yang diharapkan mampu memberi dampak, tidak hanya di kampung halaman, tetapi juga di tingkat nasional bahkan dunia."Jadilah generasi yang mampu memberi dampak, tidak hanya di kampung halaman, tetapi juga di tingkat nasional, bahkan dunia,"tandas Geri Gobang.
Lebih lanjut Geri Gobang menjelaskan tema tersebut menunjukan transformasi Universitas Nusa Nipa, sebagai Kampus Berdampak."Mengapa perlu berdampak? "Kami meyakini bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat," ungkap Geri Gobang.
Dikatakan Geri Gobang, selaras dengan 'Gerakan Kampus Diktisaintek Berdampak', yang diluncurkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), pada Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2025 lalu.
Untuk itu lanjutnya, Unipa Maumere telah menunjukkan komitmennya terhadap prinsip-prinsip Kampus Berdampak melalui berbagai kegiatan yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat.
"Misalnya, dalam kegiatan PKM, Unipa Fair, Unipa Expo, Seminar Creativepreneurship yang menunjukkan Unipa berperan aktif dalam mewujudkan transformasi sosial dan ekonomi berkelanjutan di wilayahnya," lanjutnya.
"Tema besar pada seminar waktu itu, The Impact Generation, sangat relevan dengan momen Wisuda hari ini dan Gerakan Kampus Dikti Saintek Berdampak," jelasnya.
Geri Gobang selanjutnya menyampaikan bahwa selama 20 Tahun, Unipa secara konsisten memperjuangkan status sebagai universitas negeri pertama di daratan Flores, adalah sebuah mimpi besar yang tidak hanya milik sivitas akademika Unipa tapi juga menjadi harapan masyarakat Flores dan Nusa Tenggara Timur.
Aris Berhasil Wujudkan Mimpi
Dalam kesempatan tersebut salah satu wisudawan Yanuarius da Iry saat ditemui media ini di halaman kampus Unipa Maumere usai mengikuti prosesi wisuda mengatakan dirinya merasa senang, bangga dan terharu atas proses perjuangan selama menimbah ilmu di kampus oranye hingga dirinya diwisuda pada hari ini.
"Ia hari ini saya diwisudahkan bersama 436 teman teman yang lain. Saya merasa senang bangga dan terharu atas perjuangan dan kesuksesan ini," ungkap Aris.
Lanjut Aris, ini adalah sebuah mimpi dengan tekad, kerja keras, inisiatif mencari tahu, serta kedisiplinan sehingga saya berhasil mewujudkan mimpinya itu, ujarnya.