Selasa, 27 Januari 2026

Monash University Teliti Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan Masyarakat


 Monash University Teliti Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan Masyarakat Sesi FGD antara leneliti UI, peneliti ahli Monash University dan Pemda. (Antaranews)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) bekerja sama dengan Monash University, Australia, dalam riset lintas negara untuk mendalami dampak perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakat, terutama di wilayah rawan bencana.

"Ilmu keperawatan tidak hanya hadir di rumah sakit, tetapi juga harus menjawab kebutuhan masyarakat," ujar Dekan FIK UI Prof. Tutik Sri Hariyati di Depok, Selasa (3/6).

Ia berharap hasil riset dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan kesehatan berbasis komunitas.

Melalui kolaborasi lintas negara dan keterlibatan langsung masyarakat, FIK UI menunjukkan komitmen untuk menghadirkan riset yang relevan, kontekstual, dan berpihak pada kebutuhan riil di lapangan sebuah langkah kecil menuju kebijakan yang lebih inklusif dan adaptif di tengah perubahan zaman.

Riset kolaboratif ini dipimpin oleh A/Prof. Zerina Lokmic-Tomkins dari Monash University, dengan penanggung jawab di masing-masing negara Ns. Suryane Sulistiana Susanti, PhD (Indonesia), Prof. Tin Tin Su (Malaysia), Dr. Khalid Hossain (Bangladesh), dan Dr. Colette Mortreux (Fiji).

Dalam kolaborasi ini, FIK UI tidak hanya melakukan pengumpulan data, tetapi juga mengedepankan pendekatan partisipatif.

Melalui dua sesi workshop yang diselenggarakan di Jakarta dan Pekalongan, para peneliti mendengarkan langsung pandangan dan pengalaman warga serta para pemangku kepentingan setempat yang memiliki pengetahuan kontekstual atas isu yang dihadapi di komunitas mereka.

Data yang diperoleh di lapangan menunjukkan bahwa tantangan utama saat terjadi banjir adalah ketidaksiapan data kependudukan dan pengelolaan sampah. Masyarakat memerlukan informasi dan edukasi terkait penanganan kondisi ini.

Selain itu, kompleksitas masalah seperti stunting, keterbatasan air bersih, hingga tantangan lingkungan akibat genangan rob yang berulang masih menjadi masalah utama.

Beragam kasus yang ditemukan di lapangan tersebut akan berkontribusi sebagai evidence-based dalam penguatan hasil riset yang bertujuan untuk menghasilkan pemahaman yang dapat diterjemahkan ke dalam rekomendasi kebijakan yang relevan dan berdampak.

Temuan dari lapangan akan diproses secara hati-hati agar dapat memberikan kontribusi dalam menyusun strategi atau pendekatan yang lebih responsif terhadap tantangan kesehatan ibu dan anak di tengah perubahan iklim.

Editor : Lintang Rowe

Berita Scholae Terbaru