Loading
Seremonial pengukuhan dua Guru Besar baru bidang Ekonomi dan Bahasa dari Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya di Jakarta, Rabu (8/4/2026). ANTARA/HO-Atma Jaya
JAKARTA, SCHOLAE.CO – Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya kembali menegaskan komitmennya dalam dunia akademik dengan mengukuhkan dua Guru Besar baru di bidang Ekonomi dan Pendidikan.
Dua akademisi yang dikukuhkan adalah Prof. Yasintha Soelasih dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Prof. Christine Manara dari Fakultas Pendidikan dan Bahasa. Prosesi pengukuhan berlangsung di Kampus Semanggi, Jakarta, Rabu (8/4/2026), dipimpin Ketua Dewan Guru Besar Prof. Laura F. N. Sudarnoto dan dibuka langsung oleh Rektor Unika Atma Jaya, Prof. Yuda Turana.
Dalam sambutannya, Yuda Turana menegaskan bahwa seorang profesor tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Jadilah ilmuwan kelas dunia, namun tetap hadir bagi mereka yang membutuhkan. Ilmu harus keluar dari ruang kelas dan jurnal, menjadi solusi bagi bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari langkah strategis kampus dalam memperkuat kontribusi ilmu pengetahuan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Peran Guru Besar untuk Solusi Nyata
Yuda juga menekankan bahwa kehadiran guru besar di lingkungan kampus diharapkan mampu melahirkan inovasi, gagasan segar, serta solusi konkret bagi berbagai persoalan di masyarakat.
Hal ini turut diamini oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III, Henri Togar Hasiholan Tambunan. Ia menilai pengukuhan dua guru besar dalam satu waktu menjadi indikator sehatnya proses akademik dan pembinaan sumber daya manusia di Unika Atma Jaya.
Henri menyoroti bahwa kepakaran kedua profesor tersebut sangat relevan dengan tantangan global saat ini—mulai dari perkembangan kecerdasan buatan hingga dinamika ekonomi dunia.
Menurutnya, bidang linguistik memiliki peran penting dalam membangun pemahaman lintas budaya serta memperkuat literasi kritis di era digital. Sementara itu, bidang bisnis dan manajemen menjadi fondasi utama dalam menciptakan model industri yang adaptif, lincah, dan berkelanjutan.
“Teori manajemen tidak boleh berhenti di buku teks. Harus menjadi solusi nyata dan memberi nilai tambah bagi dunia usaha,” tegasnya.
Gagasan Strategis dari Dua Profesor
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Yasintha Soelasih mengangkat tema tentang inovasi sistem pelayanan penerbangan. Ia menekankan pentingnya strategi layanan yang adaptif tanpa mengabaikan kualitas interaksi dengan pengguna.
Menurutnya, peningkatan kualitas transportasi udara di Indonesia sangat bergantung pada keseimbangan antara teknologi, efisiensi, dan pengalaman pelanggan.
Sementara itu, Prof. Christine Manara mengangkat isu pendidikan bahasa Inggris yang lebih inklusif melalui pendekatan yang menolak dominasi “native-speakerism”.
Ia menekankan bahwa kemampuan multibahasa merupakan kekuatan yang perlu dihargai dalam proses pembelajaran. Pendidikan bahasa, menurutnya, harus bergerak menuju sistem yang lebih adil dengan menghargai keberagaman identitas dan praktik berbahasa dikutip Antara.
Menuju Kampus Berdampak
Pengukuhan ini menjadi bukti bahwa Unika Atma Jaya tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga berupaya menghadirkan ilmu yang relevan dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Dengan hadirnya dua Guru Besar baru ini, kampus diharapkan semakin aktif melahirkan inovasi yang menjawab tantangan zaman—mulai dari transformasi pendidikan hingga penguatan sektor ekonomi.