Loading
Wakil Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Paristiyanti Nurwardani (kanan) dan Direktur PT Telemedia Komunikasi Pratama (anak perusahaan Surge), Andi L. Bharata (tengah) memberikan pernyataan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (26/5/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad
JAKARTA, SCHOLAE.CO – Sebanyak 4.095 perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia segera mendapatkan akses internet gratis tanpa kuota melalui kerja sama antara Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk. Program ini diharapkan menjadi langkah besar dalam mempercepat transformasi digital pendidikan tinggi di Tanah Air.
Kerja sama tersebut ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta, Selasa (26/5/2026). Dalam tahap awal, layanan internet gratis ditargetkan menjangkau sekitar 1.334 kampus di Pulau Jawa hingga Oktober 2026 sebelum diperluas ke berbagai daerah lainnya di Indonesia.
Wakil Ketua Aptisi, Paristiyanti Nurwardani, mengatakan bahwa program ini bukan sekadar menghadirkan akses internet gratis, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan digital yang saling terhubung antarperguruan tinggi swasta.
Menurutnya, kampus-kampus nantinya dapat memanfaatkan satu basis data bersama yang memungkinkan civitas akademika bertukar materi pembelajaran, hasil penelitian, hingga pengembangan sistem penjaminan mutu.
“Kolaborasi ini diharapkan mendukung pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, penjaminan mutu internal dan eksternal, hingga penguatan tata kelola perguruan tinggi,” ujarnya.
Rektor Universitas Bhakti Asih Tangerang itu menambahkan, interkoneksi data antarkampus akan membuka peluang berbagi sumber daya pendidikan secara lebih merata. Modul pembelajaran digital, misalnya, dapat dimanfaatkan bersama sehingga kualitas pendidikan tidak lagi timpang antarwilayah.
Sementara itu, Direktur PT Telemedia Komunikasi Pratama, Andi L. Bharata, menjelaskan bahwa infrastruktur digital yang stabil menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi di Indonesia.
Ia menegaskan layanan internet yang diberikan menggunakan jaringan fiber optik murni dengan kecepatan hingga 1 gigabit per detik tanpa pembatasan kuota maupun fair usage policy (FUP).
“Layanan ini diberikan untuk menunjang aktivitas pembelajaran di perguruan tinggi agar lebih optimal,” katanya dikutip Antara.
Tidak hanya untuk lingkungan kampus, pihaknya juga menyiapkan paket internet khusus bagi dosen dan mahasiswa yang ingin memasang jaringan internet di rumah dengan harga yang lebih terjangkau.
Program ini turut mendapat dukungan dari Brian Yuliarto. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tersebut menilai langkah kolaboratif ini sebagai terobosan penting dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang modern dan inklusif.
Menurut Brian, akses internet yang merata menjadi salah satu fondasi penting dalam pengembangan sains, teknologi, dan pengetahuan di Indonesia.
“Ini merupakan terobosan yang luar biasa di era ketika sains, teknologi, dan pengetahuan menjadi salah satu kunci kemajuan bangsa,” ujarnya.
Dengan hadirnya internet gratis berkecepatan tinggi di ribuan kampus swasta, transformasi pendidikan digital di Indonesia diharapkan dapat berjalan lebih cepat sekaligus membuka akses pembelajaran yang lebih setara bagi mahasiswa di berbagai daerah.