- Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:30 WIB
Loading

Foto bersama para penerima beasiswa Erasmus Mundus Joint Master's (EMJM). (Foto: Istimewa)
JAKARTA, SCHOLAE.CO – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan tinggi Indonesia. Sebanyak 90 mahasiswa Indonesia akan memulai perjalanan akademik mereka di berbagai universitas terkemuka di Eropa melalui program Erasmus Mundus Joint Master's (EMJM) pada tahun akademik 2026.
Dari total penerima, 78 mahasiswa berhasil memperoleh beasiswa penuh dari Uni Eropa, sementara sisanya mendapatkan dukungan pendanaan dari universitas penyelenggara, institusi mitra, maupun perusahaan swasta.
Program Erasmus Mundus merupakan salah satu program pendidikan internasional paling bergengsi yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menempuh studi magister di sejumlah universitas di negara-negara anggota Uni Eropa dan mitra internasional. Selain memperoleh pendidikan berkualitas dunia, peserta juga merasakan pengalaman belajar lintas negara, pertukaran budaya, hingga membangun jejaring global.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, H.E. Denis Chaibi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima beasiswa yang akan segera memulai studi mereka di Eropa.
"Saya mengucapkan selamat kepada seluruh penerima beasiswa Erasmus yang akan segera berangkat ke Eropa. Melalui Erasmus+, kami bangga dapat berinvestasi dalam masa depan Indonesia. Para penerima beasiswa merupakan generasi baru yang akan membangun pengetahuan, pengalaman internasional, serta jejaring yang berkelanjutan, sekaligus semakin mempererat hubungan Indonesia dan Eropa," ujarnya.
Chaibi menegaskan bahwa pendidikan tinggi menjadi bagian penting dalam strategi Global Gateway Uni Eropa. Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan akan mendorong lahirnya inovasi dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi transformasi hijau serta digital di masa depan.
"Melalui Erasmus+, Uni Eropa terus mendukung pendidikan, pemberdayaan generasi muda, dan kerja sama akademik internasional," tambahnya.
Salah satu penerima beasiswa tahun ini, Almira Rahma, mengaku kesempatan tersebut merupakan lebih dari sekadar memperoleh pembiayaan pendidikan. Pegawai Badan Informasi Geospasial (BIG) asal Samarinda, Kalimantan Timur, itu akan mengikuti program Copernicus Master in Digital Earth.
"Terpilih sebagai penerima beasiswa Erasmus Mundus bukan hanya tentang mendapatkan pendanaan pendidikan. Ini adalah kesempatan untuk berkembang secara akademik, profesional, dan personal. Meskipun kami berasal dari latar belakang yang berbeda, kami memiliki komitmen yang sama untuk terus belajar, berkontribusi, dan membawa nama Indonesia di tingkat global," kata Almira.
Dalam kesempatan yang sama juga diluncurkan EU Youth Alumni Circle Indonesia, sebuah platform yang dirancang untuk memperkuat jaringan alumni berbagai program kerja sama Uni Eropa di seluruh dunia.
Melalui wadah ini, para alumni diharapkan dapat saling terhubung, berbagi pengalaman, memperluas kolaborasi lintas negara, serta mengembangkan berbagai inisiatif yang semakin mempererat hubungan antara Uni Eropa dan Indonesia.
Keberangkatan puluhan mahasiswa Indonesia melalui Erasmus Mundus 2026 menjadi bukti semakin luasnya akses generasi muda Indonesia terhadap pendidikan kelas dunia. Diharapkan, pengalaman internasional yang mereka peroleh dapat menjadi modal penting untuk berkontribusi bagi pembangunan Indonesia sekaligus memperkuat hubungan akademik dan diplomatik dengan Eropa.