Selasa, 27 Januari 2026

Perpusnas Siapkan Program KKN Tematik Literasi yang Libatkan 15 Ribu Mahasiswa di 1.000 Desa


 Perpusnas Siapkan Program KKN Tematik Literasi yang  Libatkan 15 Ribu Mahasiswa di 1.000 Desa Perpusnas Siapkan Program KKN Tematik Literasi. (Universitas123)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menyiapkan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi yang akan melibatkan 15 ribu mahasiswa di 1.000 desa (lokus) seluruh Indonesia. Program ini bertujuan membangun budaya baca dan meningkatkan indeks literasi nasional.

KKN Tematik Literasi melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Tanah Air. Setiap desa akan diampu sekitar 15 mahasiswa,” ujar Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (14/5).

Program ini merupakan kerja sama antara Perpusnas dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk mengawal distribusi 10 juta buku ke Taman Bacaan Masyarakat (TBM), agar tidak berhenti di kegiatan membaca, tapi juga dikembangkan melalui aktivitas literasi kreatif yang dibimbing langsung oleh mahasiswa.

Selain KKN Tematik Literasi, Perpusnas dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 juga akan meluncurkan program Relawan Literasi Masyarakat (Relima) yang hingga saat ini masih membuka pendaftaran untuk umum.  

"Menurut kami KKN Tematik Literasi itu juga tidak cukup, oleh karena itu, kami meluncurkan program yang lain yaitu Relima yang akan digarap oleh 180 relawan di 180 kabupaten/kota di Indonesia, ini semua adalah upaya kami dari Perpusnas untuk melebarkan dan memperluas layanan kepada masyarakat supaya kegemaran masyarakat dalam hal membaca, bukan hanya asal baca tetapi membaca yang fungsional," ujar dia.  

Menurutnya, selama ini ada masyarakat yang tidak membaca secara fungsional, artinya, hanya membaca tetapi tidak memahami konteksnya, sehingga melalui Program KKN Tematik Literasi, mahasiswa diharapkan dapat mewujudkan ekosistem budaya baca yang produktif dan berkelanjutan di tengah masyarakat.  

Program KKN Tematik Literasi akan diselenggarakan sekitar Bulan Juli 2025. Para mahasiswa yang mengikuti program tersebut akan mengabdi selama 40 hari di desa, namun sebelumnya akan terlebih dahulu dibina oleh perguruan tinggi masing-masing.  

"KKN Tematik Literasi ini tidak akan mengganggu jadwal kuliah mahasiswa. Ini sifatnya bukan magang, tetapi pengabdian masyarakat di daerah, dan itu bisa diakui nilainya, dua sampai tiga satuan kredit semester (SKS)," ucap Aminudin.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas Adin Bondar menjelaskan, mahasiswa yang mengikuti Program KKN Tematik Literasi akan mengawal pemberian 10 juta buku bisa benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Mereka berfungsi sebagai pendamping dan melakukan pengelolaan perpustakaan, selain itu, baik mahasiswa maupun relawan juga berfungsi untuk membangun kemitraan, mengingat saat ini dana desa sudah bisa digunakan untuk perpustakaan desa," ujar Adin.

Ia berharap, para mahasiswa sebagai intelektual muda diharapkan dapat melakukan kegiatan-kegiatan positif di desa yang terkait dengan peningkatan budaya baca.

 

Editor : Lintang Rowe

Berita Scholae Terbaru