Selasa, 27 Januari 2026

Anak Kepala Desa Tiga Zaman Jadi Rektor Baru Universitas Terbuka


  • Senin, 25 Agustus 2025 | 22:00
  • | Sosok
  Anak Kepala Desa Tiga Zaman Jadi Rektor Baru Universitas Terbuka Rektor Universitas Terbuka periode 2025-2030 Prof Dr Ali Muktiyanto SE MSi usai pelantikan di Kampus UT, Tangerang Selatan, Senin (25/8/2025). ANTARA/Indriani

Menjadi Rektor bukanlah mimpi yang pernah dibayangkan Prof. Dr. Ali Muktiyanto, SE, M.Si ketika pertama kali mengajar di Universitas Terbuka (UT) 25 tahun silam. Namun perjalanan hidup, dedikasi, dan konsistensinya membawa putra asal Demak ini menakhodai UT untuk periode 2025–2030.

Dari Impian Masa Kecil hingga Guru Besar

SEJAK kecil, Ali sudah bercita-cita menjadi pendidik. Inspirasi datang dari para guru yang menurutnya tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga memberi harapan. “Menjadi dosen adalah profesi mulia. Jika kita berbuat baik dan menjalankan peran dengan ikhlas, maka urusan lain akan dicukupkan oleh Tuhan,” ujarnya usai dilantik di Tangerang Selatan, Senin (25/8/2025).

Ali lahir 53 tahun lalu di Demak, dalam keluarga religius. Ayahnya adalah kepala desa yang memimpin tiga zaman: masa Belanda, Jepang, hingga Indonesia merdeka. Pendidikan dasar ditempuh di Demak, lalu melanjutkan SMP dan SMA di Kudus. Ia meraih gelar sarjana Akuntansi dari STIE Tridharma, magister di Universitas Padjadjaran, dan Doktor Ilmu Akuntansi dari Universitas Indonesia.

Kariernya di UT dimulai dari asisten ahli hingga guru besar pada 2019. Sejumlah posisi strategis pernah ia jalani, termasuk Kaprodi Akuntansi (2007–2010), Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis (2018–2021), dan Wakil Rektor II (2021–2025).

Terpilih Lewat Proses Kompetitif

Pemilihan rektor UT periode 2025–2030 berlangsung sejak Februari hingga Juli 2025 melalui tahapan ketat dengan prinsip transparansi dan meritokrasi. Dari tiga calon, Majelis Wali Amanat menetapkan Ali sebagai pemenang pada 9 Juli 2025. Ia unggul atas Dr. Meirani Harasasi dan Rini Yayuk Priyati, Ph.D.

Dalam orasi pelantikannya berjudul “Langkah Strategis Universitas Terbuka Menuju Pendidikan Tinggi Terbuka Jarak Jauh Global”, Ali menekankan pentingnya kepemimpinan visioner, inovasi pembelajaran, serta integritas. Ia mengusung model transformasi SHINE–STARS–RID, yang menekankan semangat, inovasi, sinergi, akuntabilitas, hingga reputasi akademik global.

“Transparansi dan akuntabilitas adalah bahasa komunikasi terbaik dengan semua pemangku kepentingan. Jika kita menjunjung integritas, maka bangsa ini akan disegani,” tegasnya dilansir Antara.

Harapan Baru untuk UT

Dengan lebih dari 700.000 mahasiswa, UT kini menjadi universitas jarak jauh terbesar di Indonesia. Ketua Panitia Pemilihan Rektor UT, Prof. Paulina Pannen, menilai Ali unggul karena konsisten menunjukkan performa terbaik di setiap tahapan asesmen. Sementara Ketua MWA UT, Prof. Ainun Na’im, berharap kepemimpinan baru ini bisa memperluas jangkauan pendidikan, memperkuat inovasi digital, dan meningkatkan kualitas pembelajaran daring.

Sebagai rektor baru, Ali Muktiyanto membawa misi besar: meneguhkan kewibawaan, menguatkan integritas, serta mengokohkan reputasi akademik UT di tingkat global. 

 

Editor : Farida Denura

Sosok Terbaru