​Dari Kursi Roda ke Kampus Terbaik AS: Kisah Inspiratif Afri, ASN Disabilitas Peraih Beasiswa LPDP


 ​Dari Kursi Roda ke Kampus Terbaik AS: Kisah Inspiratif Afri, ASN Disabilitas Peraih Beasiswa LPDP Mohamad Afrillian Ramadhan saat berkuliah di Amerika Serikat. (Foto: Dok Pribadi)

HIDUP bisa berubah dalam sekejap. Hal inilah yang dialami oleh Mohamad Afrillian Ramadhan. Semasa kuliah di Universitas Sriwijaya, ia adalah pemuda yang aktif, senang berkumpul, bahkan hobi berolahraga seperti bulutangkis dan berenang. Namun, sebuah pagi di tahun 2013 mengubah segalanya. Afri, sapaan akrabnya, terbangun dengan kebingungan luar biasa: ia tak mampu menggerakkan kakinya.

​Setelah dirawat dan menjalani serangkaian pemeriksaan, vonis dokter akhirnya keluar. Afri didiagnosis mengidap Mielitis Transversa, sebuah penyakit langka autoimun yang menyerang sistem saraf dan menyebabkan mati rasa pada tubuh bagian bawah. Sejak 1 Maret 2013, Afri harus melanjutkan hidup dengan bantuan kursi roda.

​“Semenjak saya enggak bisa jalan, jujur ada rasa minder untuk ketemu orang,” kenangnya. Perubahan ini tentu memukul batinnya, namun ia menolak menyerah pada keadaan.

Bangkit: Menaklukkan Batasan dan Menyentuh IT

Perawatan yang intensif dan lama membuat Afri sempat tertinggal dari teman-temannya. Ia harus menempuh proses panjang berdamai dan menerima kondisi sebagai penyandang disabilitas. Berkat dukungan keluarga, tekadnya untuk menuntaskan studi tetap menyala. Ia berhasil diwisuda dari program studi Sistem Komputer Universitas Sriwijaya, tepat di tahun ketujuh.

​Berbekal ilmu Artificial Intelligence (AI) dan robotik yang dipelajarinya, Afri sempat merintis bisnis 3D Printer setelah lulus S1. Namun, jalan hidup membawanya ke arah yang berbeda. Atas saran keluarga, ia mengikuti seleksi CPNS di Kementerian Pertanian. Hasilnya? Lolos!

​Kini, Afri bertugas sebagai pustakawan di Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (Pustaka Kementan), perpustakaan pertanian tertua dan terbesar di Indonesia. Tempat ini tak hanya menjadi ladang karier baginya, tetapi juga ruang untuk membangun kembali kepercayaan diri yang sempat runtuh. Dukungan penuh dari atasan yang fokus pada kelebihan, bukan kekurangan, perlahan membuka potensi lain dalam diri Afri.

Menghubungkan Data Sains dan Pustaka

Di Pustaka Kementan, Afri melihat sebuah peluang besar. Ribuan koleksi dan referensi pengetahuan yang tersimpan membuat proses pencarian informasi sering kali rumit. Ia ingin memanfaatkan latar belakang ilmunya untuk memecahkan masalah ini dengan menggabungkan data science dan AI demi mempercepat proses pencarian dan diseminasi informasi pertanian.

​Keinginan kuat ini disambut baik oleh Beasiswa LPDP Disabilitas. Pada Agustus 2025 mendatang, Afri siap terbang ke Amerika Serikat untuk menempuh studi Master di bidang Information Management pada University of Illinois Urbana-Champaign (UIUC).

​Keputusan memilih UIUC bukan tanpa alasan. Kampus ini dikenal memiliki bidang ilmu perpustakaan dan informasi terbaik di dunia, peringkat yang telah dipertahankan hampir 30 tahun terakhir versi U.S. News & World Report.

​"Kampus ini menyediakan jurusan yang multidisiplin antara ilmu data dan ilmu perpustakaan. Selain itu, University of Illinois Urbana-Champaign juga memiliki salah satu layanan disabilitas terbaik di Amerika, itu yang membuat saya mantap kuliah di sana," jelas Afri dikutip dari laman lpdp.kemenkeu.go.id.

Tumbuh dalam Peluang yang Setara
​Keberadaan jalur beasiswa LPDP khusus penyandang disabilitas merupakan bukti komitmen pemerintah dalam membangun talenta bangsa secara menyeluruh, inklusif, dan mengedepankan prinsip “no one left behind”.

​Bagi Afri, beasiswa inklusif ini adalah pintu untuk menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berkarya, belajar, dan memberikan kontribusi nyata. Bersama keberangkatannya ke Illinois, Afri memegang teguh keyakinan bahwa semangatnya untuk terus belajar dan berinovasi tidak akan pernah dibatasi oleh kondisi fisiknya.

​Disabilitas bukanlah akhir. Bagi Afri, ini adalah awal dari karya dan kontribusi yang lebih bermakna bagi bangsa.

Editor : Farida Denura

Beasiswa Terbaru