LPDP 2026 Buka 5.750 Beasiswa: Ada S1 Garuda hingga Doktor Spesialis


 LPDP 2026 Buka 5.750 Beasiswa: Ada S1 Garuda hingga Doktor Spesialis Ilustrasi - Pemerintah menyiapkan 5.750 kuota beasiswa LPDP 2026 untuk memperkuat kualitas SDM. (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO -  Pemerintah Indonesia kembali mempertegas komitmennya membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui jalur pendidikan. Pada tahun anggaran 2026, pemerintah menyiapkan 5.750 kuota beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan), sebagai salah satu strategi memperluas akses pendidikan sekaligus mencetak talenta unggul yang siap bersaing secara global.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto saat memaparkan arah kebijakan pendidikan dalam forum dialog Presiden RI dan akademisi di Istana Negara, Kamis (15/1/2026).

“Untuk tahun ini, pemerintah telah menyiapkan kuota sebanyak 5.750 beasiswa LPDP untuk tahun anggaran 2026,” ujar Brian.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar karena setiap tahun menghasilkan sekitar 1,7 juta lulusan dari berbagai disiplin, mulai dari sains-teknologi hingga ilmu sosial.

Namun, potensi ini perlu dikelola serius agar tidak hanya menjadi angka, melainkan berubah menjadi kekuatan daya saing nasional.

Brian menilai beasiswa LPDP menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran negara dalam membantu generasi muda yang ingin melanjutkan pendidikan, tanpa terbebani soal biaya.

“Kami ingin memastikan negara hadir dalam setiap langkah anak bangsa yang ingin maju. Program LPDP secara konsisten terus melahirkan talenta unggul. Untuk tahun ini, kami menargetkan 5.750 penerima beasiswa baru,” katanya.

Rincian Kuota LPDP 2026

Dalam pemaparannya, Brian juga menjelaskan rincian kuota beasiswa LPDP 2026, yakni:

  • 1.000 kuota untuk Beasiswa Garuda (S1)
  • 4.000 kuota untuk jenjang S2 dan S3
  • 750 kuota bagi doktor spesialis

Menariknya, pemerintah menegaskan bahwa beasiswa untuk jenjang S2 dan S3 tidak hanya mengejar peningkatan jumlah penerima, tetapi juga akan dibuat lebih fokus dan terarah.

“Program S2 dan S3 akan diselaraskan dengan target pertumbuhan industri yang dicanangkan Bapak Presiden dalam Asta Cita. Kita butuh tenaga ahli yang sesuai dengan arah pembangunan nasional,” jelas Brian dikutip Antara.

Artinya, beasiswa LPDP ke depan bukan sekadar membantu studi lanjut, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan SDM yang ‘nyambung’ dengan kebutuhan industri dan pembangunan Indonesia.

KIP Kuliah Juga Diperkuat

Selain program LPDP, pemerintah juga terus memperkuat Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) sebagai jalur dukungan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Saat ini terdapat lebih dari 1,1 juta mahasiswa aktif penerima KIP-K, yang seluruh biaya kuliah (SPP) dan biaya hidupnya ditanggung negara. Total anggaran program ini disebut mencapai sekitar Rp16 triliun per tahun.

Dengan penguatan beasiswa LPDP dan KIP-K, pemerintah berharap tidak ada lagi generasi muda yang harus mengubur cita-cita kuliah hanya karena kendala finansial—baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Editor : Farida Denura

Beasiswa Terbaru