Loading
Presiden RI Prabowo Subianto meninjau kegiatan belajar mengajar siswa Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). ANTARA/HO-Sekretariat Presiden.
BANJARBARU, SCHOLAE.CO - Ada pemandangan menarik saat Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke Kalimantan Selatan, Senin (11/1/2026) kemarin. Bukan sekadar kunjungan kerja biasa, Presiden secara resmi membuka babak baru pendidikan nasional dengan meresmikan 166 Sekolah Rakyat (SR) yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.
Acara yang dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru ini berlangsung semarak namun tetap khidmat. Sejak tiba di lokasi, Presiden disambut jajaran siswa yang tampak gagah dengan almamater merah marun dan baret senada. Menariknya, Presiden sempat berhenti sejenak untuk merapikan kerah dan baret beberapa siswa yang tampak miring—sebuah gestur kecil yang menunjukkan perhatian detail beliau.
Fasilitas Digital nan Canggih
Didampingi jajaran menteri, Presiden berkeliling meninjau gedung tiga lantai yang didominasi warna merah-putih tersebut. Di ruang kelas X, suasananya jauh dari kesan membosankan. Para siswa belajar Bahasa Inggris dengan metode interaktif menggunakan laptop dan layar pintar. Menariknya, mereka belajar lewat film animasi "Moana" dengan sistem komunikasi dua bahasa (bilingual).
Kecanggihan tak berhenti di sana. Saat memasuki perpustakaan, Presiden mengecek Anjungan Baca Digital yang terkoneksi langsung dengan koleksi Perpustakaan Nasional di Jakarta. Beliau juga dibuat terkesan dengan mesin absensi berbasis kamera digital.
"Bagus, di zaman saya belum ada," seloroh Presiden yang memancing senyum para hadirian dikutip Antara.
Pesan untuk Para Siswa
Tak hanya mengecek infrastruktur, Presiden Prabowo juga menyempatkan diri berdialog hangat di ruang laboratorium. Beliau memberikan motivasi agar para siswa tidak merasa sungkan untuk mengeksplorasi ilmu.
"Kamu suka sekolah ini? Bisa mengikuti pelajaran? Kalau tidak mengerti tanya guru ya, jangan malu bertanya," pesan Presiden kepada salah satu siswa dengan nada kebapakan.
Melengkapi fasilitas belajar, sekolah ini juga menyediakan layanan bank mini dari Himbara. Fasilitas ini dirancang untuk mengedukasi siswa mengenai dunia perbankan sekaligus mengelola program bank sampah sejak dini.
Langkah ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah dalam menciptakan fasilitas pendidikan yang tidak hanya modern secara fisik, tapi juga siap mencetak generasi yang melek literasi dan teknologi.