Kamis, 12 Februari 2026

Keren Banget! Siswa SMA Labschool Cibubur Borong Medali di Thailand Inventors’ Day 2026


 Keren Banget! Siswa SMA Labschool Cibubur Borong Medali di Thailand Inventors’ Day 2026 SMA Labschool Cibubur menorehkan prestasi pada ajang Thailand Inventors’ Day 2026 yang digelar oleh National Research Council of Thailand (NRCT) pada 5-9 Januari 2026 di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC), Thailand. (ANTARA/HO-SMA Labschool Cibubur).

JAKARTA, SCHOLAE.CO - SMA Labschool Cibubur lagi-lagi bikin bangga Indonesia. Bukan cuma juara di dalam negeri, kali ini mereka “gas” sampai level internasional dan sukses memborong penghargaan di Thailand Inventors’ Day 2026.

Ajang ini digelar oleh National Research Council of Thailand (NRCT) dan berlangsung pada 5–9 Januari 2026 di Bangkok International Trade and Exhibition Centre (BITEC), Thailand. Di kompetisi yang mempertemukan inovator dari banyak negara itu, tim dari Labschool Cibubur pulang dengan segudang prestasi: 1 medali emas, 4 medali perak, 1 medali perunggu, 3 penghargaan presentasi, plus 5 special award dari institusi internasional (Malaysia, Filipina, dan Rusia).

Kepala SMA Labschool Cibubur, Ali Chudori, menyebut pencapaian ini bukan sekadar soal menang lomba, tapi hasil dari proses belajar yang serius dan konsisten.
“Prestasi yang diraih para siswa SMA Labschool Cibubur di Thailand Inventors’ Day 2026 merupakan hasil dari proses pembelajaran yang menekankan riset, inovasi, dan kolaborasi,” ujar Ali di Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Ali juga mengapresiasi para siswa yang mampu tampil pede membawa karya-karya mereka di forum internasional.

“Kami bangga melihat para siswa mampu menghadirkan solusi kreatif yang relevan dengan tantangan global serta menampilkannya secara percaya diri di forum internasional,” lanjutnya.

Inovasi yang Bikin Kagum: Dari Bencana sampai Lingkungan

Yang bikin prestasi ini makin keren, karya-karya yang dibawa bukan ide “asal jadi”, tapi benar-benar nyambung dengan isu dunia: bencana alam, kesehatan, lingkungan, sampai pangan berkelanjutan.

1) Volcalert – detektor erupsi gunung berapi (Emas + Special Award)

Salah satu karya yang paling menyita perhatian adalah Volcalert, alat pendeteksi erupsi gunung berapi yang dirancang sebagai sistem peringatan dini di wilayah rawan bencana.

Inovasi ini dikembangkan oleh Amira Najla Karimah, Naryama Farzan Mozaix, Aqlifa Tyas Kusuma Wardani Ansyari, Jeenan Maheswari Nainggolan, Amina Pradipa Aria, dan Radhika Daffa Wicaksono.

Hasilnya? Medali emas plus special award dari Stella Maris Ampang, Malaysia. Mantap.

2) Atroofsphere – genteng dari limbah plastik & organik (Perak + Presentation Award)

Tim Atroofsphere hadir dengan ide yang relate banget sama isu lingkungan: genteng berbahan limbah plastik dan organik untuk mendukung pembangunan yang lebih berkelanjutan.

Tim ini terdiri dari Keisha Yuska Ramadhanty, Qadhira Nafisha Herman, Muhammad Fito Raqilla, Arrisa Rafania Zannati, Delano Ezra Fabian Soler, dan Diandra Aufazka Kioshi Maharani.
Mereka sukses bawa pulang medali perak dan penghargaan presentasi dari NRCT.

3) Bite-Block – spray anti nyamuk alami (Perunggu + Presentation Award)

Masalah nyamuk bukan cuma soal “gatal-gatal”, tapi juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Nah, tim Bite-Block menghadirkan solusi berupa semprotan anti-nyamuk berbahan alami.

Dikembangkan oleh Almahyra Sheza Nugraha, Kheyra Adeeva Putri, Danish Razita Putri, Myshabira Adeela Widodo, Athena Rachel Zaini, dan Muhammad Arif Budiman, produk ini meraih medali perunggu serta penghargaan presentasi dari NRCT.

4) Duree – sampo dari biji durian (Perak + Special Award Rusia)

Kalau biasanya biji durian cuma jadi limbah, tim ini malah mengubahnya jadi sesuatu yang value-nya tinggi: sampo berbahan biji durian, dipadukan dengan minyak rosemary dan argan. Namanya Duree.

Inovasi dari Aisyah Harumi Kurniawan, Aulia Izzatunnisa, Quinsha Najayasha, Lingga Fawwaz Widyatna, Riffat Yusa Benzema, dan Khatir Elardo Atthailah ini menyabet medali perak plus special award dari Nizhny Novgorod State Technical University n.a. R.E. Alekseev, Rusia.

5) Palmora Biogrease – pelumas ramah lingkungan (Perak + Presentation Award + Special Award Malaysia)

Ada juga Palmora Biogrease, sebuah pelumas berbasis sumber daya terbarukan yang lebih ramah lingkungan dibanding pelumas pada umumnya.

Dikembangkan oleh Fatih Nauval Setyawan, Wira Aditama, Fatih Nawwaz Al Hannan, Aqila Sadya Nara, Dhiandra Ayodya Nareswari, dan Aisyah Mazaya Ramadhani.

Prestasinya paket lengkap: medali perak, penghargaan presentasi dari NRCT, dan special award dari Stella Maris Ampang, Malaysia.

6) Snap-Coffee – inovasi pangan berkelanjutan (Perak + Special Award Rusia + Gold Award Filipina)

Terakhir ada Snap-Coffee, inovasi pangan berkelanjutan yang digarap oleh Sabrina Alifah Zahra, Umarnnio Fatih Al Fawwaz, Kiarra Lakeisha Fiky Hidayat, Clarissa Azzahra Anindya Mirza, Axelle Firenzi Aryastaya, dan Alagani Azhar Nugroho.

Karya ini meraih medali perak, special award dari Rusia, dan bahkan mendapat gold award dari Filipino Inventors Society.

Bukan Cuma Medali, Tapi “Bekal Masa Depan”

Ali menegaskan, capaian ini selaras dengan nilai yang jadi fondasi pendidikan di Labschool Cibubur: Iman, Ilmu, dan Amal, sekaligus perwujudan Delapan Dimensi Profil Lulusan.

“Mulai dari akhlak mulia, kemandirian, nalar kritis, kreativitas, hingga kepedulian sosial dan wawasan global,” jelas Ali dikutip Antara.

Lebih dari itu, pengalaman tampil di ajang internasional seperti Thailand Inventors’ Day 2026 menjadi momen penting untuk mengasah mental, menambah jejaring, dan menguatkan peran generasi muda Indonesia di panggung dunia.

Dan kalau dilihat dari hasilnya… fix, anak-anak Labschool Cibubur ini bukan kaleng-kaleng.

Editor : Farida Denura

Berita Scholae Terbaru