Selama sepuluh tahun terakhir, kemajuan signifikan telah dibuat dalam melaksanakan agenda reformasi pendidikan secara menyeluruh. Reformasi bidang pendidikan pun, ditandai dengan ketentuan regulasi tentang manajemen berbasis sekolah dan komite sekolah sebagai upaya untuk mendorong partisipasi masyarakat setempat dan akuntablitas sekolah dan orangtua. Ketentauan lain, Undang-Undang Guru Tahun 2005 yang mengatasi masalah kekurangan gaji dan kualitas guru dengan memperkenalkan sertifikasi dan penguatan program pengembangan keprofesian berkelanjutan.
Pada saat yang sama, program Biaya Operasional Sekolah (BOS) pun diluncurkan dan memberikan kepada sekolah sumber daya penting untuk mendukung mereka menerapkan reformasi manajemen berbasis sekolah sebelumnya. Ketiga reformasi tersebut membawa sistem pendidikan Indonesia sejajar dengan pendidikan modern di seluruh dunia.
Kini Indonesia tengah memasuki pembangunan lima tahun ke depan untuk pijakan 2015 – 2019. Dalam periode ini, Pendidikan tentang dianggap bidang penting dalam pembangunan, khususnya dalam hal pengembangan sumber daya manusia (SDM). Pendidikan berperan penting dalam mencapai tujuan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) secara umum yaitu pembangunan inklusif dan berkelanjutan.
Terdapat 3 prinsip utama yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RPJMN; pertama, rencana yang digariskan harus layak secara ekonomi dan mendukung pertumbuhan kesejahteraan yang kuat; kedua, jalur pembangunan selama 5 tahun ke depan harus dapat diterima secara sosial; ketiga, terdapat kebutuhan besar akan keberlanjutannya, termasuk untuk melindungi lingkungan hidup bagi kelangsungan generasi mendatang. Satu sistem pendidikan yang kuat, dinamis dan berkualitas baik dapat mendukung prinsip-prinsip tersebut.
Studi ini mengemuka dalam pertemuan yang di gagas oleh Education Sector Analytical and Capacity Devolopment Partnership (ACDP) dalam acara peluncuran buku dan diskusi tentang Latar Belakang Penyusunan RPJMN Bidang Pendidikan 2015-2019, di Jakarta beberapa waktu lalu. Kajian ini disusun pada tahun 2014 oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) bekerjasama dengan ACDP, Bank Dunia dan DFAT untuk meninjau prestasi saat ini, tantangan yang dihadapi, pilihan kebijakan dan usulan arah bagi setiap sub-sektor pendidikan meliputi pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, menengah, kejuruan dan tinggi. Studi ini telah digunakan oleh BAPPENAS sebagai acuan penyusunan komponen pendidikan dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Salah satu diskusi yang dibahas adalah tentang kebijakan Mengembangkan profesionalisme, kualitas dan akuntabilitas guru. Strategi yang diupayakan, Penguatan sistem pengelolaan kinerja guru yang terintegrasi (rekrutmen, penilaian, dan pelatihan berkelanjutan), Pengembangan sistem monitoring dan evaluasi kinerja guru, serta Penguatan kerjasama pusat dan daerah dalam pelaksanaan sistem pengelolaan kinerja guru.
Kebijakan lain, Penyiapan sistem penilaian yang komprehensif yang dilakukan oleh unit independen dengan strategi Penyiapan sistem penilaian dan pelaporan hasil belajar siswa yang komprehensif , terpercaya, dengan informasi yang lengkap untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan pemantauan sekolah, serta Peningkatan kemampuan guru dalam melakukan penilaian hasil pembelajaran siswa secara lebih komprehensif (kognitif, afektif, psikomotorik). Juga dalam hal kebijakan tentang peningkatan kompetensi siswa Indonesia dalam bidang matematika, sains, dan literasi dengans trategi Pelaksanaan program nasional peningkatan matematika, sains, dan literasi, dengan mempertimbangkan isu gender.
Adapun buku yang diluncurkan, terbagi dalam dua buku. Buku pertama, berisi bab-bab tentang; Akses Pendidikan Berkualitasm Kurikulum 2013, Pendidikan Karakter, Penjaminan Mutu dan Standar Pelayanan Minimum Pendidikan Dasar, Kualitas Pembelajaran Siswa yang Diukur dengan Ujian Nasional, Kualitas Pembelajaran Siswa dengan Tes Internasional, Pendidikan dan Pengembangan Anak Usia Dini, dan Kualitas dan Manajemen Guru.
Sedangkan buku kedua, berisi bab-bab yang mencakup Pendidikan Tinggi, Peningkatan Keterampilan Angkatan Kerja Indonesia, Penguatan Penyedia Layanan Keterampilan dan Lingkungan Pelatihan bagi Peningkatan Produktivitas di Indonesia, Pembiayaan Pendidikan dan Tata Kelola dan Pendidikan.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut adalah; Sumarna Surapranata – Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud, Totok Suprayitno, Ph.D – Kepala Balitbang Kemdikbud, Didik Suhardi, Ph.D - Sekretaris Jenderal Kemdikbud, Hamid Muhammad, Ph.D – Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud, dan Prof. Intan Ahmad – Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdikbud.
Studi latar belakang ini terdiri dari serangkaian bab mencakup masalah-masalah pokok sektor pendidikan mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi. Setiap Bab mengulas kemajuan dan capaian prestasi sampai lima tahun terakhir dan mengidentifikasi tantangan ke depan beserta arah kebijakan yang diusulkan.
Bab-bab tersebut disusun secara bersama-sama oleh staf Direktorat Urusan Agama dan Pendidikan Bappenas dan tim kecil yang berisi pakar nasional dan internasional. Penyusunan Latar Belakang Studi diperkaya oleh serangkaian Diskusi Kelompok Terarah, Lokakarya, dan Konsultasi di Jakarta dan daerah-daerah, melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari semua tingkat pemerintahan, termasuk anggota masyarakat sipil, guru, akademisi, dan perwakilan swadaya masyarakat.