- Selasa, 16 Juni 2026 | 19:30 WIB
Loading

(Ki-Ka) Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc,Dekan FISIP Universitas Indonesia, Vincent Piket - Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Evi Fitriani, Ph.D. - Moderator sekaligus Associate Professor in International Relations. (Foto: Istimewa)
JAKARTA, SCHOLAE.CO - Uni Eropa bekerja sama dengan Fakultas
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) menyelenggarakan
Kuliah Umum Jumat (26/2/2021). Kuliah Umum yang bertajuk "The EU Strategy
in Coping with Multidimensional Impacts and Challenges of COVID-19
Pandemic" tersebut dibawakan oleh Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia
Bapak Vincent Piket. Kegiatan ini didampingi oleh Rektor Universitas Indonesia
Prof. Ari Kuncoro, SE, MA, Ph.D dan Dekan FISIP UI Dr Arie Setiabudi Soesilo,
M.Sc serta dihadiri para dosen dan ratusan mahasiswa.
"Salah satu fokus utama yang menghubungkan Indonesia
dan Uni Eropa adalah seputar upaya-upaya kedua belah pihak untuk memastikan
tersedianya pendidikan yang berkualitas dan membangun generasi muda. Selama
beberapa dekade, Uni Eropa telah memberikan dukungan kepada para akademisi,
mahasiswa – kepada laki-laki dan terutama kepada perempuan – dan perguruan
tinggi melalui penyediaan beasiswa dan bekerja sama dengan perguruan tinggi
melalui program Erasmus+," ungkap Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia
Vincent Piket. "Program pertukaran dan kerja sama tersebut menambah
kualitas pendidikan dan penelitian, serta mempromosikan saling pengertian
antara warga kita," tambah Duta Besar Piket.
Uni Eropa juga sangat menekankan kerja sama dalam bidang
penelitian. "Riset dan inovasi semakin mendunia karena harus menawarkan
sebuah solusi untuk tantangan global tanpa memperhatikan batas negara, termasuk
pandemi COVID-19. Sejak COVID-19 merebak, Uni Eropa telah mendukung kemitraan
penelitian antara Uni Eropa dan negara-negara di seluruh dunia, termasuk dengan
para peneliti di ASEAN. Sejauh ini Uni Eropa telah menginvestasikan 780 juta
euro untuk program penelitian dan inovasi yang menargetkan solusi pandemi,"
jelas Duta Besar Piket.
Uni Eropa juga mendukung Fasilitas COVAX, sebuah inisiatif
global yang melibatkan 90% populasi dunia dan bertujuan untuk memastikan
tersedianya akses vaksin COVID-19 secara adil dan merata untuk semua.
"Bersama Tim Eropa, Uni Eropa dan negara-negara anggotanya menyediakan 40%
dari pendanaan Fasilitas COVAX yaitu sebesar 2,2 miliar euro. Pendanaan ini
membantu untuk semakin tercapainya target COVAX dalam mendistribusi 2 miliar
dosis vaksin ke 92 negara berpenghasilan rendah dan menengah pada akhir tahun
2021, termasuk untuk Indonesia. Untuk vaksin gelombang pertama yang akan
didistribusikan oleh Fasilitas COVAX pada kuartal 1 dan 2 tahun 2021, Indonesia
diharapkan dapat menerima lebih dari 13 juta vaksin dari COVAX," tambah Dubes
Piket.
Kuliah Umum ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan EU
Ambassadorial Talk, yang bertujuan untuk membahas topic-topik mutakhir dan
meningkatkan pemahaman tentang pandangan, kebijakan dan prioritas Uni Eropa.
Rangkaian perkuliahan ini akan terus berlangsung sepanjang tahun dengan
melibatkan berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.