Loading
Ilustrasi - Kemandirian anak dalam menjalankan aktivitas sehari-hari sangat penting.(Foto: bebeclub.co.id)
BANYAK orang tua menganggap usia sebagai indikator utama kesiapan anak masuk sekolah, terutama Sekolah Dasar (SD). Padahal, menurut psikolog anak dan remaja Michelle Brigitta Shanny, M.Psi., Psikolog, ada sejumlah aspek penting lain yang perlu dipersiapkan sejak dini agar proses transisi anak ke dunia akademik berjalan mulus.
1. Rutinitas Harian yang Konsisten
Membangun rutinitas harian sejak sebelum anak masuk sekolah merupakan langkah awal yang krusial. Anak perlu terbiasa bangun pagi, bersiap-siap secara mandiri, hingga mengatur jadwal makan dan tidur yang teratur. Rutinitas ini membantu anak beradaptasi dengan ritme sekolah yang lebih disiplin.
“Ketika anak masuk SD, guru tidak bisa lagi memberikan perhatian satu per satu seperti di jenjang PAUD. Jadi anak perlu punya kesiapan dari segi rutinitas dan kemandirian,” ujar Michelle.
2. Kemandirian Dasar
Kemandirian anak dalam menjalankan aktivitas sehari-hari sangat penting. Anak diharapkan sudah bisa makan sendiri, meminta izin ke toilet, memakai sepatu tanpa bantuan, hingga merapikan barang-barangnya sendiri. Hal ini akan meringankan tugas guru dan memberi anak rasa percaya diri.
3. Kemampuan Sosial
Interaksi dengan teman sebaya menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sekolah. Orang tua perlu memperhatikan apakah anak sudah bisa:
Menyapa teman dan guru
Menunggu giliran saat bermain
Mengatasi konflik kecil dengan tenang
Jika anak belum terbiasa bersosialisasi, orang tua bisa mulai melatihnya melalui permainan kelompok atau playdate.
4. Kematangan Emosi
Tak kalah penting, anak juga perlu punya kemampuan mengelola emosinya. Misalnya, ketika merasa tidak nyaman, apakah anak bisa menyampaikan perasaannya dengan kata-kata atau justru meledak dalam bentuk marah, menangis, atau agresi fisik?
“Anak perlu belajar menyampaikan kebutuhan atau emosinya secara verbal, bukan lewat tindakan agresif. Misalnya dengan berkata ‘Aku nggak suka’ atau ‘Tolong bantu aku’,” jelas Michelle dikutip dari Antara.
5. Kemampuan Komunikasi Reseptif dan Ekspresif
Dua keterampilan komunikasi yang sangat dibutuhkan anak saat sekolah adalah:
Kemampuan reseptif: memahami instruksi atau pertanyaan dari guru
Kemampuan ekspresif: menyampaikan kebutuhan atau cerita dengan jelas
Anak yang memiliki dua kemampuan ini akan lebih mudah mengikuti pelajaran dan menjalin relasi dengan guru maupun teman.
6. Percakapan Dua Arah
Kesiapan komunikasi anak bukan hanya soal bisa bicara, tapi juga mampu bergiliran dalam percakapan. Anak perlu bisa mendengarkan saat orang lain berbicara, lalu merespons dengan tepat. Ini akan membantu mereka dalam berbagai interaksi sosial maupun akademik.
Usia memang penting, tetapi bukan satu-satunya indikator kesiapan anak masuk sekolah. Orang tua perlu memastikan anak sudah memiliki rutinitas, kemandirian, kemampuan sosial dan emosional, serta keterampilan komunikasi dasar. Dengan bekal ini, anak akan lebih siap menjalani hari-hari di dunia sekolah yang penuh tantangan dan pembelajaran.