Loading
Ilustrasi - Anak sekolah saat cuaca tak menentu. (IDN Times)
MEMASUKI masa sekolah dengan cuaca yang sering berubah-ubah—dari hujan deras ke panas terik dalam waktu singkat—anak-anak menjadi lebih rentan terkena penyakit. Batuk, pilek, hingga penurunan daya tahan tubuh sering kali muncul saat cuaca tidak stabil. Apa yang bisa dilakukan orang tua?
Dokter Residen Gizi Klinik Universitas Indonesia, dr. Nadhira Afifa, MPH, memberikan beberapa langkah praktis untuk menjaga kesehatan anak saat harus beraktivitas di sekolah dalam kondisi cuaca yang tidak menentu.
1. Ajarkan Anak Gunakan Masker saat Flu Ringan
Menurut dr. Nadhira, penggunaan masker tetap relevan, terutama saat anak mulai menunjukkan gejala flu, seperti batuk atau bersin. “Kalau di sekolah, anak bisa langsung pakai masker saat mulai merasa flu. Ini penting agar tidak menularkan ke teman-temannya,” ujarnya.
Langkah ini sederhana namun efektif dalam mencegah penyebaran virus di lingkungan sekolah yang padat.
2. Biasakan Cuci Tangan Sebelum dan Sesudah Makan
Membiasakan anak mencuci tangan dengan sabun, terutama sebelum makan atau setelah dari toilet, masih menjadi kebiasaan penting untuk mencegah penularan penyakit. “PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) itu kuncinya tetap cuci tangan. Jangan disepelekan,” ungkapnya.
3. Perkuat Imunitas Lewat Makanan Bergizi dan Suplemen
Daya tahan tubuh anak perlu dijaga dengan konsumsi makanan tinggi protein serta tambahan suplemen bila dibutuhkan. Vitamin D dan zinc menjadi dua nutrisi penting yang dianjurkan, apalagi di masa cuaca tidak menentu.
“Zinc dan vitamin D cenderung wajib diberikan, terutama kalau asupan makannya belum terlalu seimbang,” jelas dr. Nadhira.
4. Bawa Bekal Sehat, Hindari Jajanan Tak Bergizi
Orang tua diimbau untuk membekali anak dengan makanan sehat dari rumah agar anak tidak tergoda membeli jajanan kurang sehat seperti makanan ringan kemasan atau minuman tinggi gula.
Namun, dr. Nadhira juga menggarisbawahi bahwa upaya ini membutuhkan peran bersama. “Kalau semua teman bawa roti manis atau jajanan, anak kita jadi ikut-ikutan. Jadi harus ada peran dari orang tua dan sekolah,” tegasnya.
5. Gunakan Pedoman “Isi Piringku” dari Kemenkes
Untuk memastikan anak mendapat asupan seimbang, orang tua bisa mengikuti panduan “Isi Piringku” dari Kementerian Kesehatan RI. Dalam satu piring, sepertiga bagian diisi dengan karbohidrat seperti nasi, sepertiga lainnya sayuran, dan sisanya lauk hewani serta buah-buahan.
Sebagai contoh bekal praktis, dr. Nadhira menyarankan menu seperti:
Nasi goreng telur
Sandwich isi ayam
Nasi dengan ikan dan sayur
“Yang penting ada lauk hewaninya, dan buah juga jangan ketinggalan,” tambahnya dikutip Antara.
Menjaga kesehatan anak di musim cuaca ekstrem bukan hal yang sulit, asal dilakukan secara konsisten. Dengan kombinasi masker, cuci tangan, bekal sehat, dan peran kolaboratif antara orang tua dan sekolah, anak bisa tetap sehat dan aktif belajar tanpa gangguan penyakit.