Jurusan Kuliah yang Paling Terancam Tersingkir karena AI – Waspadai Sejak Sekarang!


  • Senin, 30 Juni 2025 | 15:30
  • | Ragam
 Jurusan Kuliah yang Paling Terancam Tersingkir karena AI – Waspadai Sejak Sekarang! lustrasi - Mahasiswa. (Foto: Instagram @magangmerdeka (Disway)

SEIRING pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), banyak sektor pekerjaan yang mulai mengalami pergeseran—bahkan beberapa profesi manusia mulai digantikan oleh mesin. Perubahan ini bukan hanya terjadi di dunia industri, tapi juga berdampak pada ranah pendidikan tinggi, terutama dalam pemilihan jurusan kuliah.

Jika kamu adalah siswa SMA yang sedang bersiap masuk kuliah, atau mahasiswa yang sedang meniti masa depan, penting untuk memahami jurusan-jurusan yang mulai tergerus oleh kehadiran AI. Ini bukan soal menghindari, melainkan soal mengantisipasi dan membekali diri agar tetap relevan di tengah revolusi digital.

Berikut tujuh jurusan kuliah yang dinilai paling rentan terdampak AI dan layak kamu pertimbangkan ulang dengan strategi yang tepat.

1. Administrasi Perkantoran: Rentan Teralih oleh Otomatisasi

Jurusan ini mengajarkan keterampilan administrasi seperti pengarsipan dokumen, penjadwalan, hingga pengelolaan data. Namun kini, banyak tugas administratif sudah bisa dikerjakan oleh software otomatis seperti AI chatbot, sistem manajemen jadwal, dan teknologi cloud.

Risiko: Peran tenaga administrasi konvensional makin berkurang.
Solusi: Kembangkan kemampuan analisis data dan keahlian digital management tools.

2. Akuntansi: Profesi Akurat yang Kini Diambil Alih Algoritma

Profesi akuntan selama ini dianggap stabil dan penting. Namun, AI kini mampu menyusun laporan keuangan, mencatat transaksi, bahkan mendeteksi fraud dengan lebih cepat dan minim kesalahan.

Risiko: Lulusan akuntansi yang hanya mengandalkan skill dasar pembukuan bisa kehilangan relevansi.
Solusi: Fokus pada audit berbasis investigasi dan pemahaman etika bisnis.

3. Ilmu Hukum: AI Sudah Mampu Membaca Kontrak

Meskipun hukum tetap menjadi bidang penting, banyak aspek legal seperti pencarian referensi hukum, penelaahan dokumen, hingga analisis kontrak sudah bisa dilakukan oleh AI legal assistant.

Risiko: Peran paralegal dan asistensi hukum semakin sempit.
Solusi: Kuasai soft skill seperti negosiasi, empati, dan argumentasi hukum tingkat lanjut.

4. Desain Komunikasi Visual (DKV): Kreativitas yang Mulai Diuji Mesin

Teknologi seperti DALL-E, Midjourney, dan Canva AI kini mampu membuat ilustrasi, poster, bahkan logo hanya dalam hitungan detik. Ini menjadi ancaman bagi lulusan DKV yang hanya mengandalkan teknis desain standar.

Risiko: Desainer grafis yang kurang inovatif akan mudah tergantikan.
Solusi: Fokus pada storytelling visual, identitas merek, dan gaya desain yang unik dan tak tergantikan.

5. Teknik Informatika: Tak Sekadar Bisa Ngoding

Ironisnya, jurusan yang paling dekat dengan dunia teknologi justru juga terdampak AI. Tools seperti GitHub Copilot dan ChatGPT sudah mampu membantu menulis kode secara otomatis, membuat kemampuan coding dasar tak lagi eksklusif.

Risiko: Mahasiswa TI yang tidak mengembangkan skill lanjutan bisa kalah bersaing.
Solusi: Pelajari sistem arsitektur, keamanan siber, dan AI itu sendiri!

6. Radiologi: Diagnosa Medis Kini Dikuasai AI

Di bidang kedokteran, AI telah menunjukkan akurasi tinggi dalam membaca hasil MRI, CT Scan, hingga deteksi dini penyakit. Beberapa rumah sakit besar dunia bahkan sudah menggunakan AI dalam keputusan diagnosis awal.

Risiko: Peran radiolog manusia dalam proses awal diagnosis bisa berkurang.
Solusi: Tingkatkan kemampuan interpretasi holistik, konsultasi pasien, dan keputusan medis berbasis empati.

7. Pendidikan Guru SD: Belajar dari AI, Tapi Jangan Lupa Emosi

AI kini telah merambah dunia pendidikan. Platform belajar digital berbasis AI mampu menyampaikan materi dasar dengan efektif, interaktif, bahkan personalisasi untuk tiap murid.

Risiko: Pengajar yang hanya mengandalkan metode ceramah konvensional akan kalah cepat dan kalah menarik.
Solusi: Kembangkan metode pengajaran berbasis empati, kreativitas, dan pembelajaran sosial.

AI: Ancaman atau Peluang? Semua Tergantung Cara Kamu Menyikapinya

AI bukan untuk ditakuti, tapi untuk dipahami dan diadaptasi. Memilih jurusan yang terdampak AI bukanlah kesalahan, selama kamu siap belajar ulang dan memperkaya diri dengan skill masa depan seperti:

Berpikir kritis

Kecerdasan emosional

Penguasaan teknologi

Kreativitas dan inovasi

Kuncinya bukan lagi siapa yang paling pintar secara akademik, tapi siapa yang paling adaptif terhadap perubahan zaman.

Editor : Farida Denura

Ragam Terbaru