Loading
Prof Ir. Ika Bali, M.Eng, Ph.D saat diambil dikukuhkan sebagai Guru Besar (Foto: Dok. Humas UKI)
Secara umum, Ika Bali tergolong sosok yang meraih gelar guru besar dengan usia relatif muda, meski menempuh jalan panjang nan berliku. Proses pengajuan Prof Ir. Ika Bali, M.Eng, Ph.D itu memakan waktu yang cukup panjang. Lebih dari tiga tahun sejak diajukannya berkas usulan Guru Besar dari Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia (UKI), pada 4 Agustus 2008.
Bagi Ika Bali, karena pertolongan Tuhanlah maka
dikukuhkannya sebagai Guru Besar Tetap bidang ilmu Rekayasa Struktur
pada Fakultas Teknik UKI pada Kamis, 15 Desember 2011 lalu, di kampus
UKI Cawang.
Dalam pidato pengukuhannya berJUDUL “Softened Strut-and-Tie Method
sebagai Cara Alternatif Prediksi Kekuatan Dinding Geser Beton Bertulang
pada Bangunan Tingkat Rendah” Ika Bali mengatakan, Indonesia dikenal
sebagai negara yang memiliki daerah rawan gempa yang sangat luas. Untuk
itu dalam perencanaan bangunan perlu diperhitungkan kemampuan struktur
dalam menahan beban gempa, mengingat banyaknya kerusakan bangunan pasca
gempa.
Salah satu penyebab utama keruntuhan bangunan adalah
akibat kurang kuatnya kolom dan detailing kolom yang tidak daktail.
Dinding geser/shear wall sebagai salah satu elemen struktur
penahan gempa sudah banyak dipelajari perilaku dan kekuatannya. Salah
satu metode prediksi kekuatan dinding geser yang sangat dikenal adalah
cara ACI (American Concrete Institute) yang juga diadopsi oleh peraturan beton bertulang Indonesia.
Cara lain untuk memprediksi kekuatan dinding geser adalah metode Softened strut-and-tie. Kata “softened”
kata dia, mengacu kepada pentingnya fenomena perlemahan yang berarti
bahwa beton bertulang yang retak akibat tekanan menunjukkan kekuatan dan
kekakuan yang lebih rendah daripada beton yang tertekan secara uniaxial.
Metode ini sudah mengalami uji verifikasi secara eksperimental dan hasilnya telah terbukti bahwa Softened strut-and-tie jauh lebih akurat dan lebih konsisten dibandingkan cara ACI. Sehingga metode Softened strut-and-tie/SST dapat dijadikan cara alternatif.
Guru Besar Termuda
Dengan dikukuhkannya Prof. Ika Bali maka kini Fakultas Teknik UKI telah memiliki enam Guru Besar. Di lingkungan UKI, pria ini menjadi Guru Besar termuda. Dilahirkan di kota kecil bernama Muara-Enim, Sumatera Selatan pada PUBLISH_DATE 3 Oktober 1966. Anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan Wantjik Halim dan Yuliana. Pendidikan SD sampai kelas 1 SMP ditempuhnya di Muara-Enim, kelas 2 SMP sampai SMA ditempuhnya di kota Lahat. Selesai SMA pada tahun 1984, melanjutkan pendidikan S1 pada Jurusan Teknik Sipil Universitas Kristen Indonesia (UKI), dan dilanjutkannya dengan pendidikan S2 bidang Structural Engineering atau Rekayasa Struktur di Asian Institute of Technology (AIT), Thailand dengan beasiswa dari ÖSW (Okumenisches Studienwerk e.V.) Germany.
Pendidikan S3 dengan bidang yang sama yaitu Structural Engineering/Rekayasa Struktur ditempuhnya di National Taiwan University of Science and Technology (NTUST), di kota Taipei, Taiwan, dengan beasiswa dari ÖSW (Okumenisches Studienwerk e.V.) Germany yang kemudian berubah nama menjadi EED (Church Development Service – An Association of the Protestant Churches in Germany). Dalam penelitian doktornya beliau mendapat dukungan dana dari National Center for Research on Earthquake Engineering (NCREE) Taiwan dan National Taiwan University of Science and Technology (NTUST), Taiwan.
Prof
Ika Bali menjadi tenaga pengajar di Jurusan Teknik Sipil UKI sejak
tahun 1991. Ini berarti beliau sudah 20 tahun lebih mengabdi di UKI.
Terhitung 1 September 2011 yang lalu beliau diangkat sebagai Guru Besar
berdasarkan SK Kemendiknas Republik Indonesia, menjadikan beliau sebagai
salah satu Guru Besar yang muda di UKI dengan usia belum genap 45 tahun
pada saat pengangkatan beliau sebagai Guru Besar. Sejak tahun 2009,
Prof. Ika Bali menjabat sebagai Ketua Program Studi Teknik Sipil di
Fakultas Teknik UKI.
Di bidang penelitian, Prof. Ika Bali banyak
meneliti perilaku elemen beton bertulang khususnya dinding geser akibat
beban lateral yang disebabkan oleh beban gempa. Salah satu publikasi
ilmiahnya dalam buku internasional berJUDUL: “Low-Rise RC Shear Walls: An Analytical Study of Lateral Load-Deflection Curves and Its Application,” diterbitkan oleh VDM Verlag Dr. Müller, Germany, pada tahun 2008.
Prestasi beliau yang lain adalah menerima penghargaan sebagai First University Outstanding Youth Award dan sekaligus First Construction Engineering Department Outstanding Youth Award dari National Taiwan University of Science and Technology (NTUST), Taiwan pada tahun 2007. Selain itu mendapat penghargaan: Outstanding Contribution as a Member of Taiwan Reconnaissance Team for 2006 Yogyakarta (Indonesia) Earthquake.
Sumber: Harian sore Sinar Harapan