Selasa, 27 Januari 2026

Menjadikan STP Sahid, Model Pendidikan Pariwisata


  • Penulis Farida Denura
  • Jumat, 02 Maret 2012 | 00:00
  • | Sosok
 Menjadikan STP Sahid,  Model Pendidikan Pariwisata Ketua STP Sahid, Ir Kusmayadi

Impian menjadi pemimpin pasar di bidang pariwisata berskala nasional pada tahun 2014 merupakan impian Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Sahid, Ir. Kusmayadi, MM. STP Sahid akan dijadikan sebagai barometer model pendidikan pariwisata di Indonesia. Apa saja gebrakannya?

Menjadi pemimpin pasar di bidang pendidikan pariwisata dalam skala nasional pada 2014. Itulah impian Ir. Kusmayadi, MM, Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Sahid sejak setahun silam. Dia bertekad menjadikan sekolah yang berdiri pada 23 Maret 1983 ini menjadi barometer model pendidikan pariwisata di Indonesia.

Kusmayadi punya strategi dan langkah-langkah sistematis dan bertahap untuk mencapai impiannya. Langkah pertama, merekontruksi kurikulum. Kurikulum yang konvensional disesuaikan dengan kurikulum berbasiskan ASEAN Common Curicullum for Tourism Profesional (ACCTP). “Jadi, acuannya kurikulum ASEAN,” kata Kusmayadi kepada SH dalam perbincangan santai di ruang kerjanya di STP Sahid, Pondok Cabe, Tangerang, Banten, Jumat dua pekan silam.

Menurut dia, kurikulum pendidikan hospitaliti dan pariwisata berbasis kompetensi di negara-negara Asia Tenggara ini terkait dengan peluncuran ASEAN Community 2015 dan kesepakan Mutual Recognition Arrangement (MRA). Dengan ini, akan ada 32 jabatan yang diliberalisasi, seperti Food & Beverage Manager, Front Office Manager dan lainnya. Artinya, lulusan dari STP Sahid ketika berkarier di wilayah Asean sudah tidak mengalami barier to entry lagi.

Langkah kedua menurut penulis berbagai buku penelitian di bidang kepariwisataan ini adalah merekontruksi kurikulum dan mengimplementasikannya dengan pendekatan-pendekatan yang berbeda dengan yang lain. “Kami memiliki pandangan bahwa belajar itu merupakan hak asasi yang dapat ditempuh oleh setiap orang, sehingga kami memberikan metode pembelajaran terbaik dengan triple mode yaitu kombinasi antara on campus, online, dan on workplace,”ujarnya menjelaskan.

On workplace akan menghantarkan para mahasiswa STP Sahid memperoleh kompetensi-kompetensi yang tidak didapatkan di kampus seperti work under pressure, work with colleaugue , work with cultural diversity dan lain-lain dengan beberapa model yaitu Work Based Learning (WBL), Shadowing dan Internship Developing program. Dua model ini menurut Kusmayadi, belum banyak diterapkan di sekolah pariwisata lainnya di Indonesia.

Untuk meningkatkan kemampuan manajerial mahasiswa, STP Sahid juga memiliki embedding program seperti Hospitality Supervisory Program (HSP), yEnhancing & Developing Graduate Employability. Ini menurut Kusmayadi sangat penting untuk memelihara kompetensi yang telah didapatkan dari semester satu hingga empat. Program-program tersebut dilakukan secara utuh sehingga lulusan STP Sahid telah siap ketika memasuki dunia kerja.

Langkah berikutnya adalah kurikulum didesain secara kluster atau bergerombol karena pengetahuan bidang hospitaliti dan pariwisata saling terkait namun tidak berjenjang seperti untuk menjadi supervisor restauran, dia dapat belajar terlebih dahulu sekelompok keterampilan yang terkait dengan pelayanan makanan, minuman, bartender atau operasional restoran. Dengan keterampilan tersebut, mereka dapat bekerja dan menghasilkan uang. Untuk melengkapi pengetahuan lainnya mereka dapat belajar yang lain baik secara on line maupun on workplace, dengan demikian pengetahuna dan keterampilan sebagai supervisor akan dipenuhi secara utuh. Sehingga prosesnya untuk menyiapkan multi entry, multi exit itu sudah berjalan. Ini merupakan bagian dari inovasi kurikulum. Inovasi lainnya adalah inovasi program dimana STP Sahid akan fokus pada program vokasi bidang Hospitaliti dan pariwisata diploma satu hingga diploma empat.

Inovasi Kurikulum dan Pembelajaran
Upaya inovasi kurikulum terus dilakukan sehingga terlihat hasil yang cukup menggembirakan dengan terpilihnya STP Sahid sebagai pilot project program-program pemerintah antara lain pertama, Penyelenggaraan Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (PVB). Program rintisan Dikti tahun 2011 di bawah Direktorat Belmawa ini kata Kusmayadi bertujuan untuk meningkatkan APK Perguruan Tinggi dan mengurangi pengangguran. STP Sahid seperti dijelaskan Kusmayadi didukung oleh SEAMOLEC dan P4TK telah menandatangani MoU dengan 23 SMK Pariwisata RSBI di 13 provinsi, meningkatkan kemampuan para dosen melalui pelatihan pengembangan kurikulum dan bahan ajar berbasis ICT seperti pembuatan modul pembelajaran jarak jauh, pembuatan e-learning, pembuatan video streaming untuk pembelajaran jarak jauh, serta peningkatan kemampuan teknisi IT untuk pembelajaran digital. Juga, memperoleh hibah studio pembelajaran dari SEAMOLEC senilai Rp 250 juta, memperoleh hibah uji kompetensi bagi 70 orang mahasiswa PVB serta memperoleh hibah penyelenggaraan Community College dari Direktorat Belmawa, Dirjen Dikti.

Kedua, penyelenggaraan Community College ini merupakan rintisan hibah dalam rangka implementasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dimana pendidikan dapat dilakukan secara multi-entry-multi exit. Di STP Sahid kata dia, program ini sudah dilakukan dengan Grand Sahid Jaya dan saat ini sudah angkatan ketiga, melalui skema triple mode yaitu on campus, online dan on workplace. Melalui inovasi program ini STP Sahid memperoleh hibah pilot project dari Dikti.

Ketiga, penyelenggaraan fast track bekerjasama dengan Program Pascasarjana Usahid dimana mahasiswa yang lulus Diploma Tiga dan telah berpengalaman setingkat Manajer selamat empat tahun di bidangnya dapat melanjutkan studi ke Diploma Empat STP Sahid dan S2 MMPar Pascasarjana Usahid. Melalui program ini kata dia, proses Recognition of Prior Learning (RPL) atau Pengakuan Pengetahuan Lampau (PPL) dan Recognition of Current Competencies (RCC) di dalam KKNI dapat diimplementasikan.

Dalam upaya peningkatan mutu dosen, berbagai pelatihan dosen telah dilakukan baik secara mandiri maupun bekerjasama dengan pihak lain seperti SEAMOLEC dan P4TK, mengirim dosen untuk mengikuti seminar dan workshop, serta meningkatkan pendidikan formal. Tahun ini kata Kusmayadi, ada tiga orang dosen sedang menyelesaikan S2 dan satu orang dosen memperoleh beasiswa dari Dikti melalui Kopertis Wilayah III mengambil studi program Doktor di Universities de Anger, Prancis.

Hal lain yang dilakukan guna mewujudkan impian Kusmayadi dalam membangun STP Sahid adalah secara rutin dilakukan berbagai pelatihan peningkatan kemampuan meneliti baik bagi dosen maupun mahasiswa. Dosen-dosen juga mengirimkan proposal penelitian dan memperoleh hibah penelitian fundamental, hibah kompetensi, hibah buku, dan hibah bersaing.

Sementara di bidang kelembagaan, terus dilakukan penataan guna meningkatkan mutu pelayanan kepada para customer, terutama mahasiswa. Dalam rangka mengantisipasi KKNI 2012, dan Asean Community 2015, STP Sahid juga telah mempersiapkan satu unit LSP First Party yang berafiliasi dengan BNSP melalui unit ini pemeliharaan kompetensi mahasiswa dari tingkat satu hingga lulus dan dapat termonitor. Sehingga di tahun 2012 ini para lulusan STP Sahid selain memiliki ijasah juga akan diberikan diploma supplement dalam bentuk sertifikat kompetensi.

Siap Jadi Institut

Dalam mempersiakan perubahan bentuk menjadi Institut sebagaimana yang diamanatkan Ketua Dewan Pembina, STP Sahid (Prof. Dr. H. Sukamdani Sahid Gitosarjono) telah membuka unit PushPar yaitu Pusat Sudi Hospitaliti dan Pariwisata. Pusat ini bertujuan untuk mengkaji dan mengembangkan keilmuan pariwisata sehingga STP Sahid berkontribusi dalam pengembangan ilmu pariwisata di Indonesia.

Di samping itu kata dia, tetap dipertahankan akreditasi BAN PT, ijin operasional melalui taat azas dan pelaporan EPSBED serta pada tahun 2011 lalu STP Sahid berhasil mempertahankan resertifikasi ISO.

Dijelaskan Kusmayadi, integrasi pembinaan kemahasiswaan dengan kurikulum pembelajaran merupakan terobosan baru yang dilakukan di STP Sahid. Tahun 2011 misalnya STP Sahid memasukan 18 nilai-nilai dalam buku Wasito Adi ke dalam kurikulum dan pembelajaran dengan tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan mutu dan daya saing lulusan. Karenanya, STP Sahid telah menandatangani puluhan MoU dengan industri untuk menerapkan program WBL.

Empat bulan terakhir di tahun 2011 misalnya telah ditempatkannya ratusan mahasiswa untuk bekerja pada setiap hari Jumat hingga Minggu sebagai bagian dari sks. Sebagai contoh STP Sahid menempatkan 56 orang mahasiswa pada acara Sea Games yang baru lalu di Jakarta untuk level Kitchen Supervisor, FB Service, dan Kitchen Operational.

Selain itu, upaya singkat tersebut telah membuahkan hasil dalam perolehan berbagai prestasi antara lain juara satu junior pastry competition untuk tingkat nasional, juara satu housekeeping competition untuk tingkat perguruan tinggi perhotelan, dan juara tiga Asean Salon Cullinary untuk tingkat Asean.

Di samping itu, tahun 2011 lalu STP Sahid juga memperoleh beasiswa BBM/PPS dari Kopertis sebanyak Rp 168 juta dan beasiswa dari Dikmenti DKI Jakarta sebanyak 38 orang. Dalam rangka meningkatkan peran serta alumni terhadap pengembangan almamater, sejak April 2011 lalu telah terbentuk alumni APP-STP Sahid Jakarta yang diharapkan menjadi pilar pengembangan STP Sahid menjadi lengkap dan dapat memantulkan energi keberhasilan ke dalam kampus.

Berawal dari Peneliti

Dunia penelitian, khususnya penelitian di bidang pariwisata sangat digemari Ir. Kusmayadi, MM. Menurut pria kelahiran Garut, 2 September 1967, penelitian pariwisata menurutnya akan menjadi industri masa depan yang prospektif dan ceruknya masih kosong.

Empat belas tahun yang lalu, Kusmayadi masuk ke dunia pendidikan pariwisata melalui penelitian. Beberapa karya hasil penelitiannya kini telah dapat dinikmati para mahasiswa yang sedang menimba ilmu pariwisata, seperti Statistika Pariwisata Deskriptif, Metodelogi Penelitian dalam Bidang Kepariwisataan. Sementara proyek-proyek penelitian yang telah digelutinya antara lain Analisis Penilaian Pelaksanaan Customer Relationship Management (CRM) dengan Kerangka Balanced Score Card pada Perusahaan Agrowisata, merupakan Hibah Penelitian Fundamental DP2M Dikti (2010), Analisis Ekspektasi Mahasiswa terhadap Karir di Industri Hospitaliti (2006), Analisis Kepuasaan Mahasiswa (2004) dan karya-karya lainnya yang terbit di Jurnal Ilmiah Pariwisata.

Tak hanya itu, minat pria yang punya impian memiliki ekowisata, di bidang penelitian ditunjukkan dengan layanan profesionalnya pada pengabdian masyarakatnya. Seperti pada tahun 2010, sebagai Tim Penyusun Renstra Promosi Tenaga Kerja Sektor Hospitaliti ke Luar Negeri BNP2TKI, Koordinator Wilayah DKI, penelitian dampak even Pusat Penelitian Pengembangan Pariwisata, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (2010).

Dari kiprahnya sebagai peneliti, ayah dari Ahmad Ainul Mustaqim ini akhirnya menjadi seorang pendidik di bidang kepariwisataan. Mata kuliah yang diasuh pun tak jauh dari bidang yang digelutinya yaitu Metodelogi Penelitian dalam Bidang Pariwisata, Riset Hospitaliti dan Pariwisata, Statistika Pariwisata, Manajemen Atraksi dan Destinasi, Kewirausahaan dalam Industri Hospitaliti dan Pariwisata, Agriwisata Berkelanjutan.

Rentang waktu 14 tahun kariernya di bidang penelitian telah mengantar dirinya kini memimpin Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid. Sebelum mencapai posisi puncak, di tempat kerja sebelumnya, Kusmayadi pernah menjabat sebagai Pembantu Ketua Bidang Akademik, STP Trisakti, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STP Trisakti.

Pria yang juga menjadi Sekretaris Tim 9 di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (tahun 2006-2008) ini juga mengusulkan agar pariwisata dijadikan sebagai ilmu mandiri. Sebagai sekretaris, Kusmayadi bertugas merancang, menyusun naskah akademik, melakukan riset-riset agar pariwisata layak sebagai ilmu mandiri dan mendapat penghargaan dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (tahun 2010).

Upaya yang dilakukan pehobi meneliti dan menanam itu berbuah manis, 13 Februari 2008 tatkala tim 9 beraudensi dengan Dirjen Dikti, kala itu, Prof. Fasli Djalal, akhirnya diijinkannya untuk dibuka dua program studi S1 Pariwisata di STP Bandung dan STP Sahid. Selain itu juga diijinkannya program S-2 Pariwisata dan Magister Sains Pariwisata di STP Trisakti. Begitulah, seorang peneliti yang kini telah menjadi seorang pendidik!

DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama                       : Ir. Kusmayadi, MM
Jabatan                  : Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid (STP-Sahid)
Tempat/Tgl Lahir : Garut, 02 September 1967

JABATAN
Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Sahid

PENDIDIKAN
1992 : Lulus S-1 Fakultas Pertanian, Universitas Djuanda, Bogor
2001 : Pascasarjana (S-2) Manajemen dengan konsentrasi Perhotelan & Perbankan Universitas Trisakti.

PENGALAMAN JABATAN
Januari 2011- sekarang : Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Sahid
2007-2009 : Ketua Bidang Akademik DPP Hildiktipari
2003-2009 : Pembantu Ketua Bidang Akademik STP Trisakti
1999-2003 : Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STP Trisakti
1999 : Pj. Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STP Trisakti
1994-1997 : Peneliti pada Agricultural Manpower Development Center(Departemen Pertanian) 

Penulis : Farida Denura

Sosok Terbaru