Loading
Ketua STP Sahid, Ir Kusmayadi
Impian menjadi pemimpin pasar di bidang pariwisata berskala nasional pada tahun 2014
merupakan impian Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Sahid, Ir.
Kusmayadi, MM. STP Sahid akan dijadikan sebagai barometer model
pendidikan pariwisata di Indonesia. Apa saja gebrakannya?
Menjadi
pemimpin pasar di bidang pendidikan pariwisata dalam skala nasional
pada 2014. Itulah impian Ir. Kusmayadi, MM, Ketua Sekolah Tinggi
Pariwisata (STP) Sahid sejak setahun silam. Dia bertekad menjadikan
sekolah yang berdiri pada 23 Maret 1983 ini menjadi barometer model
pendidikan pariwisata di Indonesia.
Kusmayadi punya strategi dan
langkah-langkah sistematis dan bertahap untuk mencapai impiannya.
Langkah pertama, merekontruksi kurikulum. Kurikulum yang konvensional
disesuaikan dengan kurikulum berbasiskan ASEAN Common Curicullum for Tourism Profesional
(ACCTP). “Jadi, acuannya kurikulum ASEAN,” kata Kusmayadi kepada SH
dalam perbincangan santai di ruang kerjanya di STP Sahid, Pondok Cabe,
Tangerang, Banten, Jumat dua pekan silam.
Menurut dia, kurikulum
pendidikan hospitaliti dan pariwisata berbasis kompetensi di
negara-negara Asia Tenggara ini terkait dengan peluncuran ASEAN
Community 2015 dan kesepakan Mutual Recognition Arrangement (MRA).
Dengan ini, akan ada 32 jabatan yang diliberalisasi, seperti Food &
Beverage Manager, Front Office Manager dan lainnya. Artinya, lulusan
dari STP Sahid ketika berkarier di wilayah Asean sudah tidak mengalami barier to entry lagi.
Langkah
kedua menurut penulis berbagai buku penelitian di bidang kepariwisataan
ini adalah merekontruksi kurikulum dan mengimplementasikannya dengan
pendekatan-pendekatan yang berbeda dengan yang lain. “Kami memiliki
pandangan bahwa belajar itu merupakan hak asasi yang dapat ditempuh oleh
setiap orang, sehingga kami memberikan metode pembelajaran terbaik
dengan triple mode yaitu kombinasi antara on campus, online, dan on workplace,”ujarnya menjelaskan.
On workplace akan menghantarkan para mahasiswa STP Sahid memperoleh kompetensi-kompetensi yang tidak didapatkan di kampus seperti work under pressure, work with colleaugue , work with cultural diversity dan lain-lain dengan beberapa model yaitu Work Based Learning (WBL), Shadowing dan Internship Developing program. Dua model ini menurut Kusmayadi, belum banyak diterapkan di sekolah pariwisata lainnya di Indonesia.
Untuk meningkatkan kemampuan manajerial mahasiswa, STP Sahid juga memiliki embedding program seperti Hospitality Supervisory Program (HSP), yEnhancing & Developing Graduate Employability.
Ini menurut Kusmayadi sangat penting untuk memelihara kompetensi yang
telah didapatkan dari semester satu hingga empat. Program-program
tersebut dilakukan secara utuh sehingga lulusan STP Sahid telah siap
ketika memasuki dunia kerja.
Langkah berikutnya adalah kurikulum
didesain secara kluster atau bergerombol karena pengetahuan bidang
hospitaliti dan pariwisata saling terkait namun tidak berjenjang seperti
untuk menjadi supervisor restauran, dia dapat belajar terlebih dahulu
sekelompok keterampilan yang terkait dengan pelayanan makanan, minuman,
bartender atau operasional restoran. Dengan keterampilan tersebut,
mereka dapat bekerja dan menghasilkan uang. Untuk melengkapi pengetahuan
lainnya mereka dapat belajar yang lain baik secara on line maupun on
workplace, dengan demikian pengetahuna dan keterampilan sebagai
supervisor akan dipenuhi secara utuh. Sehingga prosesnya untuk
menyiapkan multi entry, multi exit itu sudah berjalan. Ini
merupakan bagian dari inovasi kurikulum. Inovasi lainnya adalah inovasi
program dimana STP Sahid akan fokus pada program vokasi bidang
Hospitaliti dan pariwisata diploma satu hingga diploma empat.
Inovasi Kurikulum dan Pembelajaran
Upaya inovasi kurikulum terus dilakukan sehingga terlihat hasil yang cukup menggembirakan dengan terpilihnya STP Sahid sebagai pilot project
program-program pemerintah antara lain pertama, Penyelenggaraan
Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (PVB). Program rintisan Dikti tahun 2011
di bawah Direktorat Belmawa ini kata Kusmayadi bertujuan untuk
meningkatkan APK Perguruan Tinggi dan mengurangi pengangguran. STP Sahid
seperti dijelaskan Kusmayadi didukung oleh SEAMOLEC dan P4TK telah
menandatangani MoU dengan 23 SMK Pariwisata RSBI di 13 provinsi,
meningkatkan kemampuan para dosen melalui pelatihan pengembangan
kurikulum dan bahan ajar berbasis ICT seperti pembuatan modul
pembelajaran jarak jauh, pembuatan e-learning, pembuatan video streaming
untuk pembelajaran jarak jauh, serta peningkatan kemampuan teknisi IT
untuk pembelajaran digital. Juga, memperoleh hibah studio pembelajaran
dari SEAMOLEC senilai Rp 250 juta, memperoleh hibah uji kompetensi bagi
70 orang mahasiswa PVB serta memperoleh hibah penyelenggaraan Community College dari Direktorat Belmawa, Dirjen Dikti.
Kedua,
penyelenggaraan Community College ini merupakan rintisan hibah dalam
rangka implementasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)
dimana pendidikan dapat dilakukan secara multi-entry-multi exit. Di STP Sahid kata dia, program ini sudah dilakukan dengan Grand Sahid Jaya dan saat ini sudah angkatan ketiga, melalui skema triple mode yaitu on campus, online dan on workplace. Melalui inovasi program ini STP Sahid memperoleh hibah pilot project dari Dikti.
Ketiga,
penyelenggaraan fast track bekerjasama dengan Program Pascasarjana
Usahid dimana mahasiswa yang lulus Diploma Tiga dan telah berpengalaman
setingkat Manajer selamat empat tahun di bidangnya dapat melanjutkan
studi ke Diploma Empat STP Sahid dan S2 MMPar Pascasarjana Usahid.
Melalui program ini kata dia, proses Recognition of Prior Learning (RPL) atau Pengakuan Pengetahuan Lampau (PPL) dan Recognition of Current Competencies (RCC) di dalam KKNI dapat diimplementasikan.
Dalam
upaya peningkatan mutu dosen, berbagai pelatihan dosen telah dilakukan
baik secara mandiri maupun bekerjasama dengan pihak lain seperti
SEAMOLEC dan P4TK, mengirim dosen untuk mengikuti seminar dan workshop,
serta meningkatkan pendidikan formal. Tahun ini kata Kusmayadi, ada tiga
orang dosen sedang menyelesaikan S2 dan satu orang dosen memperoleh
beasiswa dari Dikti melalui Kopertis Wilayah III mengambil studi program
Doktor di Universities de Anger, Prancis.
Hal lain yang
dilakukan guna mewujudkan impian Kusmayadi dalam membangun STP Sahid
adalah secara rutin dilakukan berbagai pelatihan peningkatan kemampuan
meneliti baik bagi dosen maupun mahasiswa. Dosen-dosen juga mengirimkan
proposal penelitian dan memperoleh hibah penelitian fundamental, hibah
kompetensi, hibah buku, dan hibah bersaing.
Sementara di bidang kelembagaan, terus dilakukan penataan guna meningkatkan mutu pelayanan kepada para customer, terutama mahasiswa. Dalam rangka mengantisipasi KKNI 2012, dan Asean Community 2015,
STP Sahid juga telah mempersiapkan satu unit LSP First Party yang
berafiliasi dengan BNSP melalui unit ini pemeliharaan kompetensi
mahasiswa dari tingkat satu hingga lulus dan dapat termonitor. Sehingga
di tahun 2012 ini para lulusan STP Sahid selain memiliki ijasah juga
akan diberikan diploma supplement dalam bentuk sertifikat kompetensi.
Siap Jadi Institut
Dalam
mempersiakan perubahan bentuk menjadi Institut sebagaimana yang
diamanatkan Ketua Dewan Pembina, STP Sahid (Prof. Dr. H. Sukamdani Sahid
Gitosarjono) telah membuka unit PushPar yaitu Pusat Sudi Hospitaliti
dan Pariwisata. Pusat ini bertujuan untuk mengkaji dan mengembangkan
keilmuan pariwisata sehingga STP Sahid berkontribusi dalam pengembangan
ilmu pariwisata di Indonesia.
Di samping itu kata dia, tetap
dipertahankan akreditasi BAN PT, ijin operasional melalui taat azas dan
pelaporan EPSBED serta pada tahun 2011 lalu STP Sahid berhasil
mempertahankan resertifikasi ISO.
Dijelaskan Kusmayadi, integrasi
pembinaan kemahasiswaan dengan kurikulum pembelajaran merupakan
terobosan baru yang dilakukan di STP Sahid. Tahun 2011 misalnya STP
Sahid memasukan 18 nilai-nilai dalam buku Wasito Adi ke dalam kurikulum
dan pembelajaran dengan tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan mutu
dan daya saing lulusan. Karenanya, STP Sahid telah menandatangani
puluhan MoU dengan industri untuk menerapkan program WBL.
Empat
bulan terakhir di tahun 2011 misalnya telah ditempatkannya ratusan
mahasiswa untuk bekerja pada setiap hari Jumat hingga Minggu sebagai
bagian dari sks. Sebagai contoh STP Sahid menempatkan 56 orang mahasiswa
pada acara Sea Games yang baru lalu di Jakarta untuk level Kitchen
Supervisor, FB Service, dan Kitchen Operational.
Selain itu, upaya singkat tersebut telah membuahkan hasil dalam perolehan berbagai prestasi antara lain juara satu junior pastry competition untuk tingkat nasional, juara satu housekeeping competition untuk tingkat perguruan tinggi perhotelan, dan juara tiga Asean Salon Cullinary untuk tingkat Asean.
Di
samping itu, tahun 2011 lalu STP Sahid juga memperoleh beasiswa BBM/PPS
dari Kopertis sebanyak Rp 168 juta dan beasiswa dari Dikmenti DKI
Jakarta sebanyak 38 orang. Dalam rangka meningkatkan peran serta alumni
terhadap pengembangan almamater, sejak April 2011 lalu telah terbentuk
alumni APP-STP Sahid Jakarta yang diharapkan menjadi pilar pengembangan
STP Sahid menjadi lengkap dan dapat memantulkan energi keberhasilan ke
dalam kampus.
Dunia penelitian, khususnya
penelitian di bidang pariwisata sangat digemari Ir. Kusmayadi, MM.
Menurut pria kelahiran Garut, 2 September 1967, penelitian pariwisata
menurutnya akan menjadi industri masa depan yang prospektif dan ceruknya
masih kosong.
Empat belas tahun yang lalu, Kusmayadi masuk ke
dunia pendidikan pariwisata melalui penelitian. Beberapa karya hasil
penelitiannya kini telah dapat dinikmati para mahasiswa yang sedang
menimba ilmu pariwisata, seperti Statistika Pariwisata Deskriptif,
Metodelogi Penelitian dalam Bidang Kepariwisataan. Sementara
proyek-proyek penelitian yang telah digelutinya antara lain Analisis
Penilaian Pelaksanaan Customer Relationship Management (CRM) dengan Kerangka Balanced Score Card
pada Perusahaan Agrowisata, merupakan Hibah Penelitian Fundamental DP2M
Dikti (2010), Analisis Ekspektasi Mahasiswa terhadap Karir di Industri
Hospitaliti (2006), Analisis Kepuasaan Mahasiswa (2004) dan karya-karya
lainnya yang terbit di Jurnal Ilmiah Pariwisata.
Tak hanya itu,
minat pria yang punya impian memiliki ekowisata, di bidang penelitian
ditunjukkan dengan layanan profesionalnya pada pengabdian masyarakatnya.
Seperti pada tahun 2010, sebagai Tim Penyusun Renstra Promosi Tenaga
Kerja Sektor Hospitaliti ke Luar Negeri BNP2TKI, Koordinator Wilayah
DKI, penelitian dampak even Pusat Penelitian Pengembangan Pariwisata,
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (2010).
Dari kiprahnya
sebagai peneliti, ayah dari Ahmad Ainul Mustaqim ini akhirnya menjadi
seorang pendidik di bidang kepariwisataan. Mata kuliah yang diasuh pun
tak jauh dari bidang yang digelutinya yaitu Metodelogi Penelitian dalam
Bidang Pariwisata, Riset Hospitaliti dan Pariwisata, Statistika
Pariwisata, Manajemen Atraksi dan Destinasi, Kewirausahaan dalam
Industri Hospitaliti dan Pariwisata, Agriwisata Berkelanjutan.
Rentang
waktu 14 tahun kariernya di bidang penelitian telah mengantar dirinya
kini memimpin Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid. Sebelum mencapai posisi
puncak, di tempat kerja sebelumnya, Kusmayadi pernah menjabat sebagai
Pembantu Ketua Bidang Akademik, STP Trisakti, Kepala Pusat Penelitian
dan Pengabdian kepada Masyarakat STP Trisakti.
Pria yang juga
menjadi Sekretaris Tim 9 di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (tahun
2006-2008) ini juga mengusulkan agar pariwisata dijadikan sebagai ilmu
mandiri. Sebagai sekretaris, Kusmayadi bertugas merancang, menyusun
naskah akademik, melakukan riset-riset agar pariwisata layak sebagai
ilmu mandiri dan mendapat penghargaan dari Menteri Kebudayaan dan
Pariwisata (tahun 2010).
Upaya yang dilakukan pehobi meneliti dan
menanam itu berbuah manis, 13 Februari 2008 tatkala tim 9 beraudensi
dengan Dirjen Dikti, kala itu, Prof. Fasli Djalal, akhirnya diijinkannya
untuk dibuka dua program studi S1 Pariwisata di STP Bandung dan STP
Sahid. Selain itu juga diijinkannya program S-2 Pariwisata dan Magister
Sains Pariwisata di STP Trisakti. Begitulah, seorang peneliti yang kini
telah menjadi seorang pendidik!
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Ir. Kusmayadi, MM
Jabatan : Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid (STP-Sahid)
Tempat/Tgl Lahir : Garut, 02 September 1967
JABATAN
Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Sahid
PENDIDIKAN
1992 : Lulus S-1 Fakultas Pertanian, Universitas Djuanda, Bogor
2001 : Pascasarjana (S-2) Manajemen dengan konsentrasi Perhotelan & Perbankan Universitas Trisakti.
PENGALAMAN JABATAN
Januari 2011- sekarang : Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Sahid
2007-2009 : Ketua Bidang Akademik DPP Hildiktipari
2003-2009 : Pembantu Ketua Bidang Akademik STP Trisakti
1999-2003 : Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STP Trisakti
1999 : Pj. Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STP Trisakti
1994-1997 : Peneliti pada Agricultural Manpower Development Center(Departemen Pertanian)