Selasa, 27 Januari 2026

Dr Arief Kusuma, A.P dan Jargon Menuju Kelas Dunia


  • Penulis Farida Denura
  • Jumat, 16 Maret 2012 | 00:00
  • | Sosok
 Dr  Arief Kusuma, A.P dan Jargon Menuju Kelas Dunia
Ambisi mencetak sumber daya manusia yang cerdas, kreatif, dan berjiwa kewirausahaan merupakan jargon Universitas Esa Unggul (UEU) menuju kelas dunia. Terpenting,  UEU berupaya keras menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing global. UEU, selangkah lebih baru dan dinamis.

Untuk menjadi perguruan tinggi kelas dunia, UEU pun terus berbenah diri dan berupaya menghasilkan output, yaitu hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang diakui kontribusinya oleh komunitas internasional. Terpenting adalah UEU juga berupaya menghasilkan lulusan berdaya saing global yaitu lulusan yang bukan hanya cerdas dan kritis, namun juga inovatif dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
    
Karenanya seperti disampaikan Rektor UEU, Dr Ir Arief Kusuma, AP, MBA, kepada SH di ruang kerjanya, Senin (20/2) lalu jargon smart (cerdas), creative (kreatif) and entrepreneurial (berjiwa kewirausahaan), sebagai wujud dari upaya menuju perguruan tinggi kelas dunia, merupakan pilihan yang sangat strategis dan relevan.
    
Sumber Daya Manusia (SDM) yang mempunyai tingkat intelektualitas yang tinggi menurut Arief adalah orang-orang cerdas, mampu berpikir kritis dan analitis dalam mengembangkan ide-ide dan ilmu pengetahuan baru. SDM yang kreatif adalah orang-orang yang secara inovatif mampu mengaplikasikan secara ekonomis ilmu pengetahuan baru untuk menciptakan hal-hal yang dapat meningkatkan kesejahteraan umat manusia. Sementara SDM yang mempunyai jiwa kweirausahaan adalah orang-orang yang mampu mengemas atau menjual hasil inovasi tadi, sehingga menghasilkan keuntungan ekonomis.
    
Dijelaskan Arief, UEU juga memiliki tiga pilar keunggulan yaitu kewirausahaan, teknologi informasi dan kemampuan berkomunikasi. Tiga pilar tersebut menurut dia sangat relevan, bahkan semakin aktual dan antisipatif terhadap tantangan dan perkembangan zaman.
    
“Kami mengembangkan secara serius pilar kewirausahaan guna menciptakan kemandirian bekerja dan kemampuan lulusan menciptakan lapangan kerja. Caranya, dengan memberikan pembekalan motivasi usaha bagi mahasiswa baru, mata kuliah kewirausahaan, kompetisi kreatifitas usaha dan proposal bisnis, magang kewirausahaan, seminar, diskusi, kunjungan ke industri, inkubator bisnis, penyediaan akses modal usaha bagi lulusan, konsultasi bisnis serta penciptaan atmosfir yang mendorong spirit kewirausahaan,”papar Arief.
    
Pilar teknologi informasi diwujudkan melalui penerapan model pembelajaran e-learning dilengkapi dengan fasilitas e-library, perasaan multimedia dalam setiap ruang kelas dan video conference, ditunjang dengan sistem informasi terpadu dalam mengelola kegiatan kemahasiswaan, akademik, keuangan, penerimaan mahasiswa baru dan perkuliahan.
    
Sedangkan pilar komunikasi diwujudkan melalui peningkatan kemampuan berbahasa Inggris para mahasiswanya, dengan tolok ukur TOEFL/TOEI score, pendirian Toastmaster English Club, serta partisipasi mahasiswa dalam berbagai English Speech Contest.  
    
Dengan adanya bantuan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelaksanaan kegiatan akademik, maka menurut Arief, peserta didik akan semakin meningkat, dan para dosen akan semakin produktif dalam menghasilkan karya-karya ilmiahnya.
    
Logo Baru
Ketiga pilar tersebut kata Arief senafas dengan perubahan logo baru UEU. Logo baru yang diusung UEU diFOTOkan oleh ekspos huruf “e” (Esa) dan huruf “u” (Unggul), yang dibentuk oleh 3 garis lengkung yang berputar mengelilingi sebuah bola biru. Konstelasi ini melambangkan dinamika universitas untuk menembus kemapanan, mencapai cita-cita luhurnya. Keberadaan bola biru tambah Arief menegaskan fokus untuk meraih reputasi di tingkat internasional. Sementara seberkas cahaya pada bola biru mengFOTOkan sumbangan universitas pada kemajuan masyarakat dan kemanusiaan.
    
“Perubahan logo kami mengarah pada tiga pilar yang diunggulkan UEU, yaitu kewirausahaan, kemampuan berkomunikasi, dan teknologi informasi,”kata Arief.
    
Dengan tiga pilar tersebut, menurutnya, akan tercipta perguruan tinggi yang visioner dan modern. Ketiga pilar ini juga dinilai sangat relevan, aktual, dan antisipatif terhadap tantangan dan perkembangan zaman.
    
Dikatakan Arief, sinergi dari ketiga pilar ini akan membuat mahasiswa benar-benar siap terjuan ke dunia kerja dan usaha hingga di kancah persaingan global dunia industri.
    
Dengan penguatan corporate branding identity, kata dia juga akan meningkatkan kepercayaan dan apresiasi publik terhadap pencapaian dan reputasi universitas.
    
Selain itu, dengan semangat baru, kualitas akademik dan pelayanan di UEU secara berkelanjutan terus ditingkatkan. Salah satu dari sasaran yang hendak dicapai adalah terciptanya center of excellence berbasis ICT (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang kondusif bagi pelaksanaan proses pembelajaran yang bermutu dan pengembangan ilmu pengetahuan.      
    
Dalam rangka UEU menuju kelas dunia, prioritas yang dilakukan menurut Arief adalah peningkatan kualitas akademik mahasiswa dan dosen, pelayanan, sarana, dan prasarana, penelitian dan pengabdian masyarakat serta mengutamakan kualitas lulusan. Selain itu perguruan tinggi juga harus siap menghadap tantangan lingkungan strategik untuk selalu melakukan penyesuaian dan inovasi pada nilai-nilai, budaya kerja dan etos kerjanya. Khusus untuk dosen, UEU menargetkan dalam waktu dekat ini dosen UEU yang berpendidikan strata 3 (doktor) sudah mencapai tidak kurang 25 persen.
    
Arief  juga menambahkan UEU juga merupakan sebuah universitas yang memelopori pendidikan Akademi Rekam Medik (ARM) dan Program Sarjana Terapan Fisioterapi pertama di Indonesia. Dalam waktu dekat akan ada program studi di bidang occupational terapi dan juga program studi akupunktur yang akan tergabung dalam Fakultas Keterapian Fisik.
    
Dengan pertumbuhan jumlah mahasiswa yang kuliah di UEU hingga kini tercatat 2300 mahasiswa maka UEU pun menambah gedung baru 5 lantai, perpustakaan, laboratorium dan ruang kelas.
    
UEU juga telah mencatat pencapaian-pencapaian berarti seperti menjadi salah satu dari 24 Perguruan Tinggi se-Indonesia yng menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Terbaik, memperoleh Sertifikasi ISO 9001: 2008/IWA 2: 2007 dengan ruang lingkup “Management of Higher Education and Academic Services”. Selain itu, UEU mendapat penghargaan Smoking Free Campus dari Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2007 lalu.
    
Saat ini UEU memiliki 9 Fakultas (Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, Fakultas, Desain dan Industri Kreatif, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Fisioterapi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Psikologi). Sementara program pascasarjana terdiri dari 4 program studi  yaitu Magister Manajemen, Magisterr Administrasi Publik, Magister Ilmu Hukum dan Magister Akuntansi. Berbagai beasiswa ditawarkan di UEU seperti beasiswa Supersemar, beasiswa Kemala Award dan juga Program Beasiswa Unggulan dari Kemendikbud.


 Mimpi Sang Rektor Soal Entrepreneur
 Di kalangan perguruan tinggi dunia, kini terjadi pergeseran wacana dan orientasi dari universitas berbasis riset menjadi entrepreneur university atau universitas berbasis kewirausahaan. Universitas Esa Unggul (UEU) punya mimpi mempunyai kampus berbasis kewirausahaan. Mimpi itu, tentu sejalan dengan visi UEU.
    
Karenanya, UEU seperti kata pria kelahiran Jakarta, 19 Oktober 1966 juga terus berusaha menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Hal ini terbukti dengan telah terbinanya kerjasama dengan beberapa BUMN. Dari hasil kerjasama tersebut UEU telah membina mitra Usaha Kecil Menengah (UKM) sebanyak 432 pengusaha dengan memberikan beasiswa, program magang kewirausahaan, modul mata kuliah kewirausahaan dan modal awal usaha bagi mahasiswa, serta pelatihan kewirausahaan untuk dosen.
    
Dan, untuk meningkatkan budaya wirausaha di kalangan mahasiswa, mulai tahun 2009, UEU secara teratur telah menyelenggarakan kompetisi tahunan penyusunan rencana bisnis (business plan) bagi mahasiswa. Kepada para pemenangnya, pria yang memiliki hobi membaca, mendengar musik, akan diberikan bantuan modal untuk memulai usahanya. Para mahasiswa juga didorong untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi dan pameran di tingkat nasional dalam mempromosikan produknya.
    
Menurut Arief, mahasiswa, tak cukup hanya lulus tepat waktu. “Kami ingin lulusan kami menjadi mahasiswa-mahasiswa berkualitas unggul. Mereka menjadi tenaga terdidik yang siap bersaing dengan kompetisi global, bisa diserap pasar, dan mampu membuka lapangan kerja sendiri. Pilar kewirausahaan dimaksudkan untuk menciptakan kemandirian bekerja dan kemampuan menciptakan kerja,”tegas Arief.
    
Arief juga menyadari di masa mendatang semakin berat tantangan institusi pendidikan tinggi untuk menghasilkan lulusan siap kerja dan mampu menciptakan lapangan kerja. Dan, UEU siap menyongsong tantangan tersebut melalui tiga pilar keunggulan yaitu kewirausahaan, teknologi informasi dan kemampuan berkomunikasi.
    
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama                       :   Arief Kusuma A.P.                                        
Tempat/PUBLISH_DATE lahir    :   Jakarta, 19 Oktober 1966
Jabatan                    :   Rektor

Pendidikan Formal :
Doktor, Ilmu Manajemen, Universitas Indonesia (2010)
Doktor, Manajemen Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta (2005)
Master of Business Administration, Oklahoma State University, USA       (1995)
Sarjana Teknik Industri, Universitas Indonesia (1992)

Pendidikan Informal
Participant of University Leadership Management Batch II, Program Kerjasama Direktorat Pendidikan Tinggi Depdiknas dengan British Council di Stratchlyde University, Glassgow, United Kingdom (2004).
Kursus Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta Indonesia, Lembaga Ketahanan Nasional (1999).

Riwayat Pekerjaan
2009 – sekarang      : Rektor Universitas Esa Unggul
2002 – 2009           : Wakil Rektor Bidang Akademik, Universitas Indonusa Esa Unggul
2002 – 2009           : Wakil Manajemen Mutu (Management Representative) ISO 9001:2000
                               Universitas Indonusa Esa Unggul.
2004 – sekarang      : Dosen Mata Kuliah Perilaku Konsumen, Fakultas Ekonomi, Universitas Esa Unggul
2005 - 2009            : Dosen Mata Kuliah Information Communication Technology Management
                             Pendidikan Pascasarjana, Universitas Negeri Jakarta.
1996 – 2009          :  Dosen Mata Kuliah Manajemen Kualitas, Fakultas Teknik, Universitas Indonusa Esa 
                            Unggul
2000 – 2002           :     Kepala Biro Kendali Mutu, Universitas Indonusa Esa Unggul
1995 – 1997           :      Quality Control Manager, PT Karya Metal Sinar Prima.

Organisasi
2006 - sekarang :  Kepala Bidang Pengembangan Karir Asosiasi Dosen Indonesia DKI Jakarta
2007 – 2011      : Wakil Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Wilayah
                        DKI Jakarta.
2011 - 2016      : Bendahara Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Pusat

Sumber: Harian Sinar Harapan
Penulis : Farida Denura

Sosok Terbaru